google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Bank Tabungan Negara Bersinergi dengan PLN Ajak Masyarakat Memakai Kompor Induksi Langsung ke konten utama

Bank Tabungan Negara Bersinergi dengan PLN Ajak Masyarakat Memakai Kompor Induksi


Dukung kemandirian dan ketahanan energi nasional, PLN terus mendorong konversi 1 juta kompor Liquified Petrolium Gas (LPG) menjadi kompor induksi. Keseriusannya kali ini dibuktikan melalui penandatanganan nota kesepahaman Kerjasama Dalam Rangka Mendukung Gerakan Konversi 1 Juta Kompor LPG ke Kompor Induksi serta Pemanfaatan Jasa dan Layanan Perbankan antara PLN dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dan Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury melalui video conference di Jakarta, Rabu (11/11).

PLN terus mengajak berbagai pihak berkolaborasi dalam memasyarakatkan kompor induksi untuk memastikan kesiapan semua ekosistem diantaranya dari akademisi, produsen kompor induksi, distribution channel, marketplace, dan juga pihak perbankan.

"Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk memanfaatkan kemampuan, pengalaman, sumber daya dan fungsi yang dimiliki oleh PLN dan BTN guna kepentingan bersama yang dilandasi atas keinginan untuk saling membantu dan memberikan dukungan pada pelaksanaan program yang meningkatkan penggunaan kompor induksi di sektor rumah tangga," terang Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Melalui kolaborasi ini, PLN akan memberikan kemudahan kepada para mitra kerja BTN, khususnya para pengembang perumahan yang hendak menerapkan konversi kompor LPG ke kompor induksi.

Kerjasama ini juga dapat mendorong jaringan mitra kerja Bank BTN yaitu pengembang untuk menggunakan kompor induksi pada proyek perumahannya dimana PLN akan memberikan kemudahan kepada mitra kerja Bank BTN yang menerapkan program konversi kompor LPG ke kompor induksi tersebut.

"Kerjasama ini merupakan langkah awal dari inovasi yang dapat diperluas dengan memanfaatkan potensi bisnis dari kedua BUMN tersebut. Sejalan dengan pilar Innovative dalam bertransformasi, PLN terus berinovasi menghadirkan beragam program sesuai dengan kebutuhan pelanggan," tambah Zulkifli.

Selain itu, gerakan konversi ke kompor induksi juga sejalan dengan pilar Green dalam transformasi PLN, mengingat penggunaan kompor induksi dinilai lebih ramah lingkungan dibanding kompor LPG.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa BTN siap mendukung gerakan satu juta kompor induksi yang diinisiasi oleh PLN.

"Bank BTN turut mendukung kepemilikan kompor induksi, dengan menawarkan program kredit bagi nasabah KPR aktif dan mendorong para pengembang untuk menyediakan kompor induksi pada rumah yang akan dibangun. Ini juga merupakan komitmen kami untuk mengurangi impor LPG dan subsidi gas. Ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap penggunaan energi yang ramah lingkungan" ucap Pahala.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), konversi 1 juta kompor LPG ke kompor induksi berpotensi mengurangi subsidi gas sebesar Rp 4,8 Triliun dalam waktu 5 (lima) tahun.

Berprinsip saling memberikan manfaat, PLN senantiasa menyambut baik tiap sinergitas, baik lintas BUMN, maupun lembaga.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...