Langsung ke konten utama

Indosat Ooredoo Raih Asia Pacific Enterprise Awards (APEA) 2020 Regional Edition


Indosat Ooredoo memenangkan Asia Pacific Enterprise Awards (APEA) 2020 Regional Edition untuk kategori Corporate Excellence in Telecommunications & ICT Industry. Indosat Ooredoo diberikan penghargaan APEA karena dianggap telah menunjukkan mobilisasi sumber daya yang efektif dan kemampuan organisasi untuk memberikan hasil bisnis yang konsisten; sambil tetap selaras dengan tujuan organisasi.

President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan "Kami merasa terhormat menerima penghargaan global bergengsi ini yang menunjukkan bahwa strategi turnaround kami berada di jalur yang benar. Tahun 2020 ini, Indosat Ooredoo berhasil melanjutkan momentum pertumbuhan di tengah pandemi COVID-19, terima kasih kepada pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Kami berkomitmen untuk melanjutkan pencapaian positif ini dengan memberikan pengalaman telekomunikasi digital terbaik dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia".

Sampai dengan 9 bulan tahun 2020, Indosat Ooredoo memperoleh pertumbuhan pendapatan tertinggi di industrinya dan akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini, kuartal demi kuartal. Indosat Ooredoo telah berhasil bermitra dengan pemain digital global seperti Facebook & Google dalam menghadirkan kemampuan yang lebih canggih untuk mempercepat inisiatif digital di Indonesia.

Tidak hanya fokus pada hasil bisnis, Indosat Ooredoo juga berperan aktif mendukung masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Bersama pemerintah, Indosat Ooredoo membantu Program Pembelajaran Jarak Jauh bagi jutaan siswa dan guru untuk melanjutkan proses belajar dari rumah. Juga, dengan BNPB dan pemerintah daerah untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat yang membutuhkan.

Asia Pacific Enterprise Awards (APEA) Edisi Regional 2020 yang bergengsi adalah program Pengakuan Penghargaan yang mengakui keunggulan kewirausahaan dan organisasi. APEA menghormati para pemimpin bisnis dan organisasi yang telah menunjukkan kinerja dan keuletan luar biasa dalam mengembangkan bisnis yang sukses, sementara tidak mengabaikan tanggung jawab sosial yang menyertai kepemimpinan.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da