Langsung ke konten utama

Ini Target Kapasitas Pengolahan Emas PT Bumi Resources Minerals Tbk Tahun 2024


Emiten pertambangan mineral, PT Bumi Resources Minerals Tbk., menargetkan memiliki kapasitas pengolahan emas 8.500 ton bijih per hari pada 2024.

Direktur sekaligus Investor Relations Bumi Resources Minerals Herwin E. Hidayat mengatakan bahwa saat ini perseroan melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, telah memiliki kemampuan pengolahan bijih emas sampai dengan 500 ton bijih per hari.

Pengolahan itu berasal dari pabrik pertama yang beroperasi sejak awal tahun ini di Poboya, Palu.Emiten berkode saham BRMS  itu berencana membangun pabrik kedua di kawasan yang sama dan ditargetkan konstruksi rampung pada akhir 2021 sehingga bisa memulai produksi awal 2022.

Proyek kedua itu direncanakan memiliki kapasitas pengolahan hingga 4.000 ton bijih per hari dengan total investasi sekitar US$45 - US$50 juta ditambah dengan infrastruktur pendukung seperti waste management, genset, base camp, dan lain-lain sebesar US$20 juta.

Adapun, sumber pendanaan pabrik kedua itu berasal dari fasilitas kredit investasi oleh bank BNI yang sudah didapat sejak April 2020.

Kemudian, emiten anak usaha PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) itu juga berencana membangun pabrik ketiga pada akhir 2023 dengan total kapasitas 4.000 ton bijih per hari.

Total investasi proyek itu sekitar US$45-US$50 juta yang rencananya akan didanai melalui hasil rights issue yang akan diselenggarakan pada awal tahun depan.

“Dengan demikian, pada awal 2024 BRMS diharapkan mampu mengolah sampai dengan 8.500 ton bijih per hari dari 3 pabrik di Palu,” ujar Herwin kepada Bisnis, Kamis (10/12/2020).

Untuk diketahui, BRMS akan menggelar aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,6 triliun.

BRMS akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 22,9 miliar saham biasa seri b dari portepel bernilai nominal Rp50 dengan harga pelaksanaan Rp70 per saham. 

Hartman International Pte. Ltd akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil bagian sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham sebanyak-banyaknya 6,22 miliar saham dengan harga pelaksanaan yang sama.

Adapun, BRMS juga berencana menggunakan sebagian dari dana hasil right issue tersebut, sekitar US$23 juta,untuk melakukan pengeboran di 4 prospek emas, yaitu hill reef, river reef, baroko, dan watu putih di Poboya, Palu.

“Proyek itu yang diharapkan dapat menambah jumlah cadangan bijih emas di Palu,” kata dia.

Tidak sampai disitu, Herwin juga menjelaskan bahwa perseroan akan melakukan pengeboran di proyek emas Motomboto, Gorontalo yang dimulai pada Maret 2021.

“Sekitar US$5,2 jutaan dari right issue itu untuk pekerjaan detail pengeboran, pembangunan infrastruktur seperti akses jalan dan lain-lain, di prospek emas di Motomboto yang dikelola oleh anak usaha BRMS, yaitu PT Gorontalo Minerals,” papar Herwin.

Sumber: BISNIS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Analisa Saham BBTN, LSIP dan EMTK | 26 Oktober 2021

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Pergerakan BBTN secara teknikal membentuk pola pennant dan ada potensi continuation apabila mampu bertahan di atas level support 1.770. Indikator RSI masih nampak berada pada areal overbought jika mampu bertahan di area overbought ada indikasi potensi melanjutkan penguatan. Rekomendasi: Speculative buy  Support: Rp 1.770 Resistance: Rp 1.850 Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) Pergerakan LSIP mendekati area resistance jangka panjang sekitar 1.500-1.550 oleh karena itu wajar jika konsolidasi sehat mulai terjadi, terlebih setelah kenaikan 44% selama sebulan terakhir. Support pertama MA10 sudah tertembus dan malah berubah peran menjadi resistance terdekat saat ini di angka 1.430. Sedangkan support MA20 harus berusaha menahan pelemahan lebih lanjut ke bawah 1.360 karena akan semakin mengkonfirmasi pola reversal double top ke arah 1.270 yang sesuai dengan fibonacci retracement 50%. Rekomendasi: Hold Support: Rp