Langsung ke konten utama

PT Bank Central Asia Tbk Hadirkan #BankingFromHome


PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senantiasa memberikan layanan yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan perbankan bagi seluruh nasabah. Selama periode Libur Natal dan Tahun Baru, BCA akan meniadakan operasional kantor cabang per tanggal 24 - 25 Desember 2020 dan tanggal 31 Desember sampai dengan 1 Januari 2021. Adapun weekend banking ditiadakan pada tanggal 26 . 27 Desember 2020 dan 2-3 Januari 2021.

Namun, nasabah tetap dapat melakukan transaksi #BankingFromHome yang aman dan nyaman melalui layanan digital BCA, seperti BCA mobile atau KlikBCA. Bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi setoran tunai, dapat menggunakan ATM Setor-Tarik BCA yang siap 24 jam. Untuk mengantisipasi kebutuhan tarikan nasabah di mesin ATM menjelang libur Natal dan Tahun Baru, BCA menyediakan uang tunai sebesar Rp30,5 triliun.

"Libur akhir tahun 2020 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena masih berada dalam tantangan pandemi COVID-19. Walaupun demikian, BCA sebagai bagian dari perbankan nasional berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan secara optimal kepada nasabah di Tanah Air melalui layanan #BankingFromHome. Nasabah kini dapat melakukan berbagai transaksi dengan simpel, salah satunya adalah melalui aplikasi BCA mobile yang telah diperbaharui dengan fitur lifestyle," ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA.

Jahja menambahkan, komitmen BCA dalam mengutamakan keamanan transaksi menjadi prioritas utama, termasuk saat momen libur. Terdapat sejumlah tips yang dapat dilakukan nasabah dalam bertransaksi melalui layanan digital BCA khususnya.

Tips bertransaksi #DibikinSimpel dan aman dari BCA:

1. Jangan pernah memberikan PIN dan password ke siapa pun, termasuk ke kerabat terdekat untuk alasan apa pun.

2. Jangan memberikan kode One Time Password (OTP) dan CVV (Card Verification Value) kepada siapa pun dan jangan percaya pemberian kode OTP dari sumber yang tidak terpercaya.

3. Usahakan untuk mengganti secara berkala PIN dan password dengan kombinasi yang unik untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.

4. Laporkan ke HaloBCA apabila ada transaksi atau kejanggalan pada saat melakukan transaksi.

Apabila selama masa libur akhir tahun membutuhkan untuk pembukaan rekening baru atau pemblokiran rekening, ini sudah dapat dilakukan melalui BCA mobile sehingga akan meminimalisir aktivitas ke kantor cabang BCA. Untuk pembayaran tagihan yang umumnya datang di akhir bulan juga sudah dapat dilakukan dalam satu genggaman di BCA mobile.

Selain itu, libur akhir tahun di tengah pandemi COVID-19 saat ini mendorong masyarakat untuk tetap jaga jarak dan menghindari kontak fisik. .BCA mengerti kebutuhan nasabah dengan #BankingFromHome. Untuk itu, per tanggal 1 Agustus 2020, limit transfer harian internet banking BCA yaitu KlikBCA Individu yang semula dari Rp100 juta per hari dinaikkan secara permanen menjadi Rp 250 juta per hari per User-ID. Ini berlaku untuk transfer antar rekening BCA dan transfer ke rekening bank lain dalam negeri,. tambah Jahja.

Selain fitur digital banking BCA, layanan Halo BCA juga siap melayani kebutuhan nasabah selama 24 jam melalui telepon Halo BCA 1500888 atau ketik #halobca melalui Whatsapp di 0811 1500 998, dan Halo BCA Chat di www.bca.co.id atau mention akun Twitter: @HaloBCA.

"Pada kesempatan ini, segenap segenap Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan PT Bank Central Asia Tbk. mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Semoga di tahun yang baru kesuksesan selalu menyertai kita. Tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku selama beraktivitas di libur akhir tahun. Stay safe, stay healthy, and happy holiday," tutup Jahja.(end/ant)

SUmber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da