Langsung ke konten utama

PT Jasa Marga (Persero) Tbk Gelar Virtual Sales untuk Mitra Binaan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengelar kegiatan Virtual Sales untuk mitra binaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (15/12).

Kegiatan ini hasil kerjasama dari Universitas Esa Unggul, Universitas Nasional dan Yayasan Wirausaha Mandiri (YWM) serta dihadiri 1096 pengunjung yang tertarik akan produk-produk UMKM mitra binaan Jasa Marga.

Acara virtual sales mitra binaan itu dibuka secara resmi oleh Corporate Communication & Community Development Group Head Dwimawan Heru. Heru mengatakan bahwa ada 24 mitra binaan Jasa Marga yang terpilih dan berkesempatan untuk memasarkan produknya pada virtual sales saat ini.

"Ada beberapa metode yang dilakukan dalam pemasaran produk ini, yang pertama melalui aplikasi Zoom, kemudian melalui live streaming YouTube, e-katalog dan website. Dan bersyukur saya mendapat laporan bahwa yang ikut menyaksikan virtual sales kali ini mencapai 1000 orang lebih," katanya.

Heru menuturkan bahwa diselenggarakannya virtual sales kali ini merupakan cerminan dari konsep yang diusung Jasa Marga yakni triple bottom line yang didalamnya meliputi Profit, People dan Planet.

"Dalam hal ini Jasa Marga tidak hanya mengejar profit melainkan juga mengejar kepedulian terhadap people dan planet. Untuk itu Jasa Marga punya beberapa program di Community Development, di antaranya program kemitraan berupa bantuan bergulir permodalan untuk UMKM dengan bunga khusus. Kemudian kami juga melaksanakan pembinaan, baik itu pelatihan-pelatihan, mengikutsertakan mitra binaan dalam pameran-pameran dan juga membuat virtual sales seperti saat ini," ungkapnya.

Heru menambahkan bahwa semua kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab sosial yang di anut Jasa Marga guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu Ketua Pelaksana Virtual Sales Asep Sopandi mengatakan bahwa virtual sales digelar untuk membantu UMKM Mitra Binaan Jasa Marga dalam pemasaran selama masa pandemi Covid-19.

"Adanya pandemi ini sangat berdampak bagi UMKM. Tercatat hampir 80% produk-produk UMKM tidak terjual akibat Covid-19. Untuk itu kami berterima kasih kepada Jasa Marga yang sudah menginisiasi acara virtual sales ini," paparnya.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da