google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PT Jasa Marga (Persero) Tbk Menang di Indonesia Companies in Creating Leaders from Within 2020 Langsung ke konten utama

PT Jasa Marga (Persero) Tbk Menang di Indonesia Companies in Creating Leaders from Within 2020


PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dinobatkan sebagai pemenang dalam ajang Indonesia Companies in Creating Leaders from Within 2020 untuk sektor infrastruktur, Senin (7/12)

Indonesia Best in Creating Leaders from Within 2020 diselenggarakan secara virtual oleh Majalah SWA Network berkolaborasi dengan NBO Indonesia, melibatkan tim juri yang merupakan top level management dari perusahaan besar antara lain Former President Commisioner MNC Land Amir Abdul Rachman, Former CEO Pertamina Elia Massa Manik, Former HR Director Unilever Josef Bataona, Wakil Komisi Aparatur Sipil Negara Irham Dirmy dan Managing Director NBO Indonesia Susanna Hartawan.

Dalam acara ini, para juri bersepakat menetapkan 18 perusahaan dari 26 finalis sebagai pemenang Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within 2020. Adapun kriteria penilaian meliputi: Vision Mission and Framework, Leadership Development Program, Program Implementation and Execution, Leaders Born from Within, dan Business Impact.

Direktur Human Capital & Transformasi Jasa Marga Enkky Sasono yang juga hadir sebagai speaker berbagi best practices Jasa Marga dalam menciptakan pemimpin dari dalam. Menurutnya, Jasa Marga menyadari bahwa transformasi dan proses pembelajaran menjadi sebuah keniscayaan yang selalu ada dalam kehidupan entitas bisnis.

"Selain terus mendorong pengembangan dan peningkatan kinerja karyawan dalam lingkungan yang harmoni. Landasan Jasa Marga dalam mengembangkan talent leadership kepada seluruh karyawannya juga tidak terlepas dari core values AKHLAK (Amanah-Kompeten-Harmonis-Loyal-Adaptif-Kolaboratif) yang digunakan Jasa Marga sebagai sebuah tata nilai dalam pertumbuhan jangka panjang," ujar Enkky.

Strategi dalam mengembangkan talent leadership Jasa Marga dilakukan secara inovatif untuk menjawab tantangan global Human Capital, mulai dari talent management system, performance management system, organization development, reward system, learning and development. Untuk menjawab tantangan Talent Development, Jasa Marga menyiapkan diri untuk menghadapi Transformasi Digital melalui pengembangan Digital Learning Culture, meminimalisasi competensi gap talent, mengelola karyawan multi generasi untuk mendapatkan High Performing Business Leader.

Jasa Marga menyadari bahwa teknologi menjadi sangat penting dalam akselerasi pengembangan talent. Oleh karena itu, hal yang menjadi concern adalah bagaimana Jasa Marga dapat membangun digital dan innovation culture melalui kehadiran JM Click dan Internet of Things.

"Dalam pengelolaan human capital Jasa Marga mengintegrasikan seluruh sistemasi sehingga menghasilkan talent-talent terbaik sebagai ujung tombak untuk keberlanjutan pertumbuhan bisnis di masa mendatang," tutup Enkky.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...