Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham BJBR, EXCL, ICBP, INDF, INTP, KLBF dan SMGR oleh Binaartha Sekuritas | 10 Desember 2020

Binaartha Sekuritas Daily

10 Desember 2020

by Nafan Aji


Saham BJBR

Pergerakan harga saham BJBR telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Nafan memberi rekomendasi beli pada saham BJBR pada area level Rp 1.415 - Rp 1.425, dengan target harga di Rp 1.490. Support ada di Rp 1.370. Saham BJBR ditutup di Rp 1.425. (RoE: 13.96%; PER: 8.76x; EPS: 164.99; PBV: 1.23x; Beta: 1.9). 


Saham EXCL

Pergerakan harga saham EXCL telah menguji garis MA10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomedasi saham EXCL adalah di akumulasi beli pada area level Rp 2.440 – Rp 2.480, dengan target harga secara bertahap di Rp 2.640, Rp 2.970 dan Rp 3.300. Support ada di Rp 2.390. Saham EXCL ditutup di Rp 2.480. (RoE: 12.93%; PER: 9.59x; EPS: 258.57; PBV: 1.24x; Beta: 0.97). 


Saham ICBP

Pergerakan harga saham ICBP telah menguji beberapa garis MA 120 maupun MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomendasi saham ICBP adalah di akumulasi beli pada area level Rp 9.700 – Rp 9.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp 10.100, Rp 10.600, Rp 11.100 dan Rp 11.600. Support ada di Rp 9.600. Saham ICBP ditutup di Rp 9.800. (RoE: 10.85%; PER: 21.70x; EPS: 451.60; PBV: 2.35x; Beta: 0.46). 


Saham INDF

Pergerakan harga saham INDF telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Akumulasi beli saham INDF pada area level Rp 6.900 – Rp 7.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.400, Rp 7.600 dan Rp 8.375. Support ada di Rp 6.800 dan Rp 6.460. Saham INDF ditutup di Rp 7.000. (RoE: 6.57%; PER: 12.49x; EPS: 568.57; PBV: 0.82x; Beta: 0.71). 


Saham INTP

Pergerakan harga saham INTP telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomendasi saham INTP adalah di akumulasi beli pada area level Rp 14.250 – Rp 14.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp 14.875, Rp 17.250 dan Rp 19.625. Support ada di Rp 13.850 dan Rp 13.075. Saham INTP ditutup di Rp 14.425. (RoE: 6.58%; PER: 35.85x; EPS: 402.43; PBV: 2.35x; Beta: 1.43). 


Saham KLBF

Pergerakan harga saham KLBF telah menguji garis MA10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomendasi saham KLBF adalah di akumulasi beli pada area level Rp 1.460 – Rp 1.475, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.535, Rp 1.595 dan Rp 1.850. Support ada di Rp 1.460 dan Rp 1.340. Saham KLBF ditutup di Rp 1.475. (RoE: 14.68%; PER: 25.76x; EPS: 57.64; PBV: 3.78x; Beta: 0.8). 


Saham SMGR

Pergerakan harga saham SMGR telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomendasi saham SMGR adalah akumulasi beli pada area level Rp 11.275 – Rp 11.575, dengan target harga secara bertahap di level Rp 11.900, Rp 12.300, Rp 12.625 dan Rp 13.950. Support ada di Rp 11.275 dan Rp 10.700. Saham SMGR ditutup di Rp 11.575. (RoE: 5.76%; PER: 34.01x; EPS: 348.43; PBV: 1.97x; Beta: 1.65).

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Pola Double Top dan Double Bottom Dalam Analisis Saham

Pola Double Top dan Double Bottom adalah pola pembalikan. Double top menandakan harga tidak lagi reli, dan bahwa harga yang lebih rendah berpotensi datang. Double bottom mengindikasikan harga tidak lagi jatuh, dan harga sedang menuju area lebih tinggi. Pola Double Top Bentuk double top terjadi ketika harga membuat tinggi dalam tren naik, dan kemudian menarik kembali. Pada reli berikutnya, harga mencapai puncaknya dekat tertinggi sebelumnya, dan kemudian jatuh di bawah pullback low. Ini disebut double top karena harga memuncak di area yang sama dua kali, tidak dapat bergerak di atas area resistance itu. Pola ini selesai — pedagang dapat mengambil posisi sell atau keluar dari posisi buy — ketika harga turun di bawah pullback low. Misalnya, jika harga mencapai tertinggi $ 50, menarik kembali ke $ 47, rally ke $ 50,05, dan kemudian turun kembali di bawah $ 47, polanya selesai dan itu bisa menunjukkan bahwa harga akan terus turun. Contoh pola double top saham Untuk tujua

Pengertian BREAKOUT dan Contohnya

Apa Arti Breakout? Breakout mengacu pada keadaan ketika harga suatu aset bergerak di atas area resistance , atau bergerak di bawah area support. Breakout menunjukkan potensi harga untuk memulai tren di arah breakout. Misalnya, penembusan ke atas dari pola grafik dapat mengindikasikan harga akan mulai tren lebih tinggi. Breakout yang terjadi pada volume tinggi (relatif terhadap volume normal) menunjukkan keyakinan yang lebih besar yang berarti harga lebih cenderung untuk tren ke arah itu. Breakout Dalam Saham Breakout adalah ketika harga bergerak di atas level resistance atau bergerak di bawah level support. Breakout bisa bersifat subjektif karena tidak semua pedagang akan mengenali atau menggunakan level support dan resistance yang sama. Breakout memberikan peluang perdagangan yang baik. Tembusan ke atas menandakan pedagang untuk kemungkinan mendapatkan posisi beli atau menutup posisi sell. Tembusan ke bawah memberi sinyal pada pedagang untuk kemungkinan mendapatkan posisi j