Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham BSDE, MAPI, ELSA dan UNTR oleh MNC Sekuritas | 23 Desember 2020


MNC Daily Scope Wave

23 Desember 2020

Pada perdagangan kemarin (22/12), IHSG ditutup terkoreksi cukup agresif, sebesar 2,3% ke level 6,023 dengan tekanan jual yang cukup besar juga. Seperti yang telah kami sampaikan, bahwa IHSG sudah berada di akhir wave [v] dari wave 3 dari wave (C), sehingga koreksi kemarin diperkirakan merupakan awal dari wave 4 dari wave (C). Meskipun menguat, kami perkirakan penguatan IHSG akan berada pada rentang 6,060-6,124. Hal tersebut berarti IHSG masih rentan terkoreksi menuju rentang 5650-5,900, tetap waspadai level 5,911 dan 5,563 sebagai level support IHSG.

Support: 5,911, 5,775

Resistance: 6,195, 6,220

BSDE - Spec Buy (1,240)

Kemarin (22/12), BSDE ditutup terkoreksi agresif sebesar 5,7% ke level 1,240. Kami perkirakan saat ini pergerakan BSDE sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C), hal tersebut berarti BSDE masih berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave 5, terlebih bila BSDE mampu menguat di atas 1,340.

Spec Buy: 1,200-1,240

Target Price: 1,350, 1,420

Stoploss: below 1,190

MAPI - Buy on Weakness (915)

Pada perdagangan kemarin (22/12), MAPI terkoreksi tipis 0,5% dan ditutup di level 915. Selama MAPI tidak menembus area 850, maka kami perkirakan MAPI sedang berada di wave (iv) dari wave [v] dari wave C. Hal tersebut berarti, koreksi MAPI akan relatif terbatas dan berpotensi menguat kembali, terlebih bila mampu menembus 960.

Buy on Weakness: 860-915

Target Price: 975, 1,020

Stoploss: below 850

ELSA - Buy on Weakness (370)

ELSA ditutup terkoreksi 2,6% ke level 370 pada perdagangan kemarin (22/12). Kami perkirakan saat ini ELSA sudah berada di akhir wave [iv] dari wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, bila ELSA mampu break resistance 392, maka ELSA terkonfirmasi menyelesaikan wave [iv] dan akan membentuk wave [v].

Buy on Weakness: 360-370

Target Price: 400, 430

Stoploss: below 338

UNTR - Sell on Strength (26,450)

Pada perdagangan kemarin (22/12), UNTR ditutup di level 26,450 terkoreksi 6,5% dan telah menembus MA5-nya. Kami perkirakan saat ini posisi UNTR sedang berada di awal fase koreksinya dan koreksi ini akan berlangsung selama UNTR tidak dapat menembus resistancenya di 28,475. Adapun level koreksi UNTR berada pada rentang 24,500-26,000 dan akan lebih terkonfirmasi bila UNTR koreksi ke bawah 25,825.

Sell on Strength: 26,500-27,400

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da