Cara Mengatasi Saham Nyangkut yang Turun Dalam

Seperti halnya ada panas dan ada hujan, kondisi ekonomi Indonesia bukan hanya pernah mengalami masa-masa terbaik, tetapi juga pernah mengalami masa yang sangat buruk. Hal ini berlaku pula untuk pasar modal. Anjloknya pasar modal pernah terjadi pada tahun 1998 dan 2008. Pada tahun 1998, terjadi krisis finansial dengan inflasi yang mencapai 58%. IHSG terjun ke level 398. Kondisi yang hampir sama berulang 10 tahun setelahnya. Pada tahun 2008, terjadi krisis yang dipicu oleh skandal sub-prime mortgage di Amerika Serikat yang membuat pasar modal di seluruh dunia mendadak kolaps.

12 tahun kemudian, di tahun 2020, penyebaran virus corona (Covid-19) menimbulkan kekhawatiran secara global dan berimbas negatif pada pasar saham di Indonesia. Banyak investor asing memilih untuk melarikan modalnya pada aset-aset safe haven seperti emas dan surat utang dan perlahan mulai melepas kepemilikan investasinya di Bursa Efek Indonesia. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Tentu ada cara bijak dalam menghadapi kondisi saham yang turun drastis!

Tunggu Kepanikan Selesai

Sangat lumrah jika pasar saham turun saat sentimen negatif beredar. Kondisi yang sering terjadi adalah panic selling. Meskipun saham-saham turun di bawah harga biasanya, hati-hati dalam "menyerok" saham! Jangan membeli saat harga saham sedang jatuh seperti menangkap pisau yang jatuh. Menangkap pisau jatuh justru bisa membuat Anda terluka! Untuk itu, sebaiknya sabar menunggu hingga kepanikan selesai dan harga saham stabil. Kepanikan di market akan selalu ada ujungnya kok! Saat pasar mulai berbalik arah dari merah ke hijau, Anda mulai bisa melirik saham-saham yang menarik untuk dikoleksi dengan harga diskon.

Tetap Simpan Saham Anda

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan menyimpan saham yang sudah Anda miliki. Terlebih lagi jika Anda sudah memiliki saham big cap atau blue chips, yaitu saham berkapitalisasi pasar besar dengan fundamental yang baik. Saham yang masuk kategori ini adalah saham dengan angka kapitalisasi pasar lebih dari Rp 40 triliun. Gampangnya, Anda bisa mengacu pada saham Indeks LQ45. Indeks saham ini berisi 45 emiten yang telah melalui proses seleksi likuiditas pasar setiap enam bulan sekali (setiap awal Februari dan Agustus).

Saham big cap masih bisa disimpan dulu karena biasanya saham jenis ini paling cepat rebound setelah penurunan IHSG. Perlu dicatat, cara ini hanya berlaku untuk Anda yang berinvestasi saham menggunakan dana idle karena tentunya butuh waktu untuk portofolio saham yang Anda miliki untuk kembali ke level harga pembelian awal atau harga wajarnya.

Selalu Pegang Dana Likuid

Seberapapun Anda merasa yakin dengan portofolio saham Anda, pastikan Anda punya dana likuid yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda. Seperti sedia payung sebelum hujan, Anda juga harus bijak mengelola investasi. Pastikan cash flow Anda tidak terganggu jika ada kondisi tidak diinginkan terjadi di market. Setidaknya dapur harus tetap "ngebul" meski saham sedang bergejolak kan?

Kondisi pasar saham memang tidak selalu baik, tapi bukan berarti Anda harus mengurungkan niat untuk menjadi investor saham. Dengan perencanaan yang tepat dan matang, Anda bisa kok dapat cuan! Tunggu kepanikan selesai, simpan saham Anda yang berfundamental baik, serta selalu pegang dana likuid.

Sumber:
MNCSekuritas. WEB. Cara Bijak Hadapi Saham yang Turun Drastis. Diakses pada 29 Mei 2020. - https://www.mncsekuritas.id/pages/cara-bijak-hadapi-saham-yang-turun-drastis

Jangan lupa subscribe Channel Youtube Saham Online di https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Investor Asing Beli SBN hingga 10 Trilyun selama Mei 2020

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan investor asing mulai membeli surat berharga negara (SBN) hingga hampir Rp10 triliun sepanjang Mei 2020.

Menurutnya, masuknya modal asing atau capital inflow terjadi seiring membaiknya situasi perekonomian global di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

"Minggu kedua Mei, terjadi capital inflow asing di SBN itu totalnya Rp6,15 triliun. Ini terjadi dalam waktu tiga hari, yaitu 18-20 Mei," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (28/5/2020).

Sementara itu, Perry mengungkapkan capital inflow dari investor asing juga terjadi pada awal Mei 2020, yaitu sebesar Rp2,97 triliun.

Dia menilai kondisi tersebut membuktikan bahwa kepanikan global semakin mereda seiring membaiknya penanganan Covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sayangnya, penambahan portofolio asing tidak terjadi pada bursa saham. "Saham justru mengalami [capital] outflow dimana pada minggu kedua tercatat modal keluar Rp2,72 triliun. Ini berkaitan pasar saham global," imbuhnya.

Perry mengatakan pembelian SBN oleh investor asing membuat yield SBN periode 10 tahun yang diperdagangkan di pasar sekunder mengalami penurunan.

Dia menjelaskan yield SBN pada awal April hingga minggu kedua April mencapai 8 persen. Angka tersebut turun menjadi 7,76 persen pada 15 Mei dan 7,22 persen pada 26 Mei.

Sebagai catatan, perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri 10 tahun SBN dan US Treasury 6,7 persen.

"Penurunan ini menggambarkan bahwa imbal hasil RI ebih menarik dari negara lain. Insyaallah membawa aliran modal asing ke depan," ucapnya.

Bisnis.com, JAKARTA

Pendapat Moody's Terkait PT United Tractors Tbk (UNTR)

Moody's menegaskan rating PT United Tractors Tbk (UNTR) di level Baa2 dengan prospek stabil. Penegasan ini mencerminkan neraca keuangan United Tractors yang kuat. 

"United Tractors juga memiliki posisi yang kuat di bisnis jasa penambangan dan alat berat serta didukung profil likuiditas yang sangat baik sehingga pelemahan harga batubara dan perlambatan permintaan akibat pandemi virus corona bisa terjaga," ujar Stephanie Cheong, Analis Moody's. United Tractors dianggap memiliki kebijakan keuangan yang konservatif dan transparan. UNTR juga tidak tergantung pada utang luar negeri sehingga saat pendapatan dan arus kas turun tidak akan menimbulkan banyak masalah. 

UNTR juga berhasil mempertahankan leverage terlihat dari utang per EBITDA berada di bawah 1,5 kali selama 15 tahun terakhir. Pada 31 Maret 2020, leverage yang disesuaikan di 1,1 kali dengan posisi saldo kas tunai lebih dari utang yang dibukukan. 

Namun demikian, penurunan harga batubara akan membebani pendapatan dan laba UNTR. Bisnis penjualan alat berat untuk pertambangan dan konstruksi masih dalam tren melemah. Ini karena banyak perusahaan pertambangan yang menunda ekspansi, begitu juga perusahaan kontruksi yang menangguhkan aktivitas konstruksi di masa pandemi virus corona. 

Bisnis pertambangan emas dan konstruksi memang tidak banyak terpapar layaknya sektor pertambangan batubara tapi bisnis ini menurut Moody's aktivitas operasi cukup rentan terganggu. Terlebih, kondisi makro tengah melemah akibat pandemi virus corona. 

Berdasarkan hitungan Moody's, utang perusahaan per EBITDA akan melemah secara signifikan menjadi sekitar 1,6 kali pada tahun 2020 dan 1,1 kali pada 31 Maret 2020. Angka tersebut menurut Moody's masih sejalan dengan ambang batas perusahaan mendapat rating Baa2 yakni 2,0 kali. 

Moody's memperkirakan, permintaan dan harga batubara termal akan kembali normal pada tahun 2021. Hanya saja, Moody's belum bisa memastikan kapan perbaikan metrik kredit United Tractors. 

Moody's yakin, UNTR mampu mempertahankan likuiditas dengan sangat baik karena didukung dana kas tunai sebesar Rp 17,1 triliun. UNTR juga memiliki fasilitas pinjaman revolving yang belum ditarik US$ 300 juta. Fasilitas pinjaman revolving ini berlaku sampai Oktober 2023. 

UNTR bahkan masih memiliki fasilitas club loan senilai US$ 400 juta berlaku hingga November 2021. Sehingga UNTR bisa melalui arus kas bebas dalam 12 - 18 bulan ke depan. 

Likuiditas UNTR ke depan akan didukung oleh langkah-langkah pengendalian kas perusahaan selama masa pandemi. Salah satu cara pengendalian kas UNTR adalah dengan mengurangi belanja modal sebesar 40% dari rencana pada tahun 2020 menjadi Rp 4 triliun. 

Setiap tahun, UNTR harus mengeluarkan biaya amortisasi sebesar Rp 2,4 triliun dan pinjaman berjangka US$ 700 juta. Dimana pinjaman jatuh tempo terdekat pada Maret 2020 senilai US$ 200 juta. 

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. 

Prospek Saham MYOR setelah PSBB Dihentikan

Pelonggaran maupun penghentian lockdown di sejumlah negara diperkirakan bakal memperbaiki penjualan emiten yang didukung oleh ekspor. Salah satunya adalah produsen makanan dan minuman PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Mengingat, pendapatan MYOR pada kuartal I-2020 turun 10,55% secara tahunan menjadi Rp 5,38 triliun. Penurunan pendapatan ini disebabkan oleh merosotnya penjualan ekspor sebesar 32,15% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,63 triliun atau setara 30,2% dari total pendapatan MYOR.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, karantina wilayah yang terjadi di sejumlah negara membuat ekspor pada kuartal I-2020 terkendala. "Penurunan tingkat lockdown di beberapa negara seharusnya dapat menjadi efek positif pada MYOR ke depannya," kata dia kepada Kontan.co.id, Kamis (28/5).

Memang, penjualan MYOR ke wilayah Asia pada triwulan pertama tahun ini berkurang 31,98% yoy, dari Rp 2,26 triliun menjadi Rp 1,54 triliun. Sementara itu, ekspor ke negara-negara di luar Asia merosot 34,96% yoy menjadi Rp 89,42 miliar dari sebelumnya Rp 137,47 miliar.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama menambahkan, aktivitas perekonomian yang berangsur pulih pada kuartal II-2020 dan kuartal III-2020 berpotensi menumbuhkan kembali permintaan ekspor.

Meskipun begitu, Okie memperkirakan, kenaikan ekspor baru akan terlihat pada kuartal III-2020 atau menjelang akhir tahun. Oleh karena itu, demi menopang operasional, Mayora Indah bisa melakukan efisiensi bisnis.

Okie merekomendasikan investor untuk buy on weakness saham MYOR selama masih di atas Rp 2.000 per saham. "Untuk jangka pendek, pergerakan cenderung terbatas. Mungkin dapat menguat lagi namun hal itu perlu mendapat trigger dari kinerja perusahaan yang nantinya dapat tercermin di kuartal III apabila asumsinya sesuai," tutur Okie.

Sementara Chris merekomendasikan buy saham MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Hingga perdagangan Kamis (28/5), saham MYOR berada pada level Rp 2.180 per saham atau menguat 6,34% secara year to date (ytd).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. 

Harga Emas, Tensi Global dan Pengangguran di Amerika

Harga emas melanjutkan penguatan menjelang akhir pekan ini. Harga emas sudah naik sejak perdagangan kemarin akibat kenaikan tensi politik global, terutama karena perseteruan Amerika Serikat (AS) dan China soal Hong Kong.

Jumat (29/5) pukul 7.19 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.721,85 per ons troi. Harga emas spot ini sudah naik 0,20% dari posisi penutupan perdagangan kemarin yang juga naik 0,52%.

Meski menguat dalam dua hari perdagangan terakhir, harga emas masih turun 0,74% dalam sepekan dari posisi US$ 1.734,68 per ons troi pada akhir pekan sebelum Lebaran.

Sempat turun karena harapan perbaikan ekonomi akibat pelonggaran lockdown, harga emas naik lagi karena kenaikan tensi hubungan AS-China. AS berniat mengenakan sanksi kepada China yang memperkuat keberadaan di Hong Kong.

"Kenaikan tensi antara AS-China, serta data ekonomi yang negatif menjadi penopang harga emas," kata David Meger, director of metals trading High Ridge Futures kepada Reuters.

Klaim tunjangan pengangguran di AS mencapai 2,13 juta pada akhir pekan lalu. Angka klaim pengangguran ini berada di atas 2 juta dalam 10 pekan berturut-turut.

"Harga emas telah menguji US$ 1.700 dan naik kembali. Jadi pasar berharap lebih banyak pada stimulus Federal Reserve dan bank-bank sentral lain," kata Bart Melek, head of commodity strategist TD Securities.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. 

Jadwal Pembagian Dividen Saham ADRO Tahun 2020

Emiten tambang batubara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan membagikan dividen tunai hingga US$ 250,13 juta atau 62% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  tahun 2019.

Adapun sebesar US$ 150,01 juta telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 15 Januari 2020. Sementara itu, sebesar US$ 100,12 juta sisanya dibayarkan sebagai dividen tunai final.

Berdasar pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Kamis (28/5), setiap satu saham ADRO akan mendapat dividen tunai US$ 0,00782. Adapun pembagian dividen tunai dilakukan dalam mata uang rupiah mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia saat recording date 5 Juni 2020.

Berikut jadwal pembagian dividen ADRO:

Cum dividen di pasar reguler & pasar negosiasi: 3 Juni 2020
Ex dividen di pasar regular & pasar negosiasi: 4 Juni 2020
Cum dividen di pasar tunai: 5 Juni 2020
Ex dividen di pasar tunai: 8 Juni 2020
Tanggal pencatatan (recording date): 5 Juni 2020
Pembayaran dividen tunai: 19 Juni 2020

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2019 ADRO mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga US$ 404,19 juta. Selain dimanfaatkan untuk dividen, sebesar US$ 150,54 juta dimasukkan sebagai laba di tahan. Sisanya yang sebesar US$ 3,52 juta digunakan sebagai penyisihan cadangan.

Jika melihat kurs tengah Bank Indonesia Kamis (28/5) di Rp 14.769, maka dividen yang diterima  mencapai  Rp 115,49 per saham. Sehingga, dividend yield-nya sebesar 11,21%. Persentase tersebut dihitung dengan harga saham ADRO pada penutupan perdagangan Kamis (28/5) di Rp 1.030.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.

Rekomendasi Saham Mirae Asset | MDKA, INCO, SMBR

IHSG Daily, 4,716.19 (+1.61%), prone to correction,trading range 4,680-4,760. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik namun mulai terbatas. Pada periode weekly  indikator MFI optimized  dan indikator W%R optimized masih bergerak naik. Daily support di 4,680 dan daily resistance di 4,760. Cut loss level di 4,440.

MDKA Daily, 1,250 (-2.34%), buy on weakness, trading range 1,215 – 1,250. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized cenderung koreksi terbatas. Daily support  di 1,215 sementara itu daily resistance di 1,250. Cut loss level di 1,180.

INCO Daily, 2,830 (-2.75%), buy on weakness, trading range 2,800– 2,930. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support  di 2,800 sementara itu daily resistance  di 2,930 Cut loss level  di  2,770

SMBR Daily 288 (+0.70%), buy on weakness, trading range 284 – 300 Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized cenderung naik . Perkiraan daily support di 284 dan daily resistance di 300 Cut loss level  274.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
May 29, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | AGRO, BBCA, BBRI, ACES

Daily Technical 29 Mei 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 29 Mei 2020.
IHSG ditutup menguat sebesar +74,62 poin (+1.60%) menuju level 4.716,18 pada perdagangan hari Kamis 28 Mei 2020 kemarin. 195 saham menguat, 196 saham menurun, dan 162 saham ditutup tidak mengalami perubahan. IHSG kini sukses menembus resistance MA60, kini dapat dikatakan strong uptrend dengan tambahan net buy investor asing. Hal ini mendukung untuk penguatan IHSG lebih lanjut. Memasuki area resistance MA60 IHSG berpotensi mengalami tekanan jual, hal ini bertujuan untuk menguji MA60 dan kebiasaan IHSG di akhir pekan yang memang lebih dominan aksi jual karena profit taking. Namun arah tren sudah menguat.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 4.680 s/d 4.744.

[ACES]
Testing Resistance: Menguji resistance pada 1500, berpotensi membentuk pola cup and handle.
Rekomendasi: Buy on breakout 1500, TP 1600 s/d 1620, stop loss <1400.
Support: 1400.
Resistance: 1500.

[AGRO]
Technical Pattern: Membentuk pola symmetrical triangle, yang merupakan pola bullish.
Rekomendasi: Buy 114 s/d 119, TP 144 s/d 150, stop loss <110.
Support: 110.
Resistance: 120.

[BBCA]
Technical Pattern: Mengkonfirmasi pola falling wedges, kini sudah memasuki uptrend.
Rekomendasi: Buy and hold >24600, TP 27000 s/d 28000.
Support: 24600.
Resistance: 27000.

[BBRI]
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20 yang merupakan indikator awal tren menguat. Terdorong juga oleh net buy investor asing.
Rekomendasi: Buy and hold >2440, TP 3000 (resistance MA60).
Support: 2440.
Resistance: 3000.

Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas

Silahkan simak dan subscribe : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham BBNI | 29 Mei 2020


Saham BBNI sedang terkonsolidasi mencoba break out resistance moving average (MA)20, sebagai konfirmasi penguatan lanjutan dengan target harga Rp 3.940 - Rp 4.000 per saham. Sementara itu, indikator moving average convergence divergence (MACD) histogram positif, sedangkan relative strength index (RSI) bergerak dan mulai memberikan sinyal bullish reversal momentum.

Rekomendasi: Speculative buy
Suport: Rp 3.470
Resisten: Rp 4.000

Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas

Ulasan Global Market | 29 Mei 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mei 29, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street berakhir dengan penjualan di sesi penutupan, saham Facebook dan isu China membebani

Wall Street berakhir lebih rendah pada hari Kamis setelah pembalikan pada sesi akhir, dengan Facebook membebani pasar setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia akan menandatangani perintah eksekutif terkait dengan perusahaan media sosial dan akan mengadakan konferensi pers di China pada hari Jumat.

Dow Jones turun 147,63 poin atau 0,58% menjadi 25.400,64. S&P 500 kehilangan 6,4 poin atau 0,21% menjadi 3.029,73. Nasdaq turun 43,37 poin atau 0,46% menjadi 9.366,99.

Saham Twitter Inc (TWTR.N) berakhir turun 4,4% dan Facebook Inc (FB.O) turun 1,6% menyusul berita perintah dari eksekutif. Gedung Putih, setelah pasar tutup, mengatakan Trump telah menandatangani pesanan, yang menghilangkan perisai kewajiban yang saat ini mereka nikmati. Trump mengatakan ia mengarahkan Jaksa Agung William Barr untuk bekerja dengan negara-negara untuk menegakkan hukum mereka sendiri terhadap apa yang ia sebut sebagai praktik bisnis yang menipu oleh perusahaan media sosial.

Eropa

Bursa Eropa naik empat hari berturut-turut karena pantulan saham layanan kesehatan

Bursa Eropa naik pada empat sesi berturut-turut pada hari Kamis, karena optimisme atas bisnis kembali bekerja dan stimulus untuk ekonomi zona euro yang terpukul lebih besar daripada dampak isu meningkatnya ketegangan AS-China.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 1,6%.

GlaxoSmithKline (GSK.L), pembuat vaksin terbesar di dunia, naik 2,1% karena meletakkan rencana untuk memproduksi 1 miliar dosis pendorong kemanjuran vaksin untuk suntikan COVID-19 tahun depan. Sektor pertahanan lainnya seperti barang pribadi & rumah tangga .SXQP, telekomunikasi .SXKP dan utilitas .SX6P juga naik. Operator sinema Inggris Cineworld (CINE.L) melonjak 21,4% ke puncak STOXX 600 setelah mengatakan pihaknya memperkirakan akan membuka kembali semua venue pada bulan Juli dan telah mengamankan likuiditas tambahan.

Analisa Saham MAIN | 29 Mei 2020

Saham MAIN
pada tanggal 28 Mei 2020 ditutup menguat pada harga 515, naik 3,00%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 345% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi :
Beli jika di atas 540
Jika naik di atas 540 maka berpeluang ke 585
Jika turun di bawah 494 maka berpeluang ke 482

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap
Pola Candlestick Saham Lengkap
Indikator Saham Lengkap
Dasar-dasar Investasi Saham :

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | JPFA, BRPT, BBCA, ASII

MNC Daily Scope Wave

29 Mei 2020

Pergerakan IHSG kemarin (28/5) menembus resistance terdekatnya di 4,726 dan sempat menyentuh level tertinggi di 4,741, dengan demikian level resistance berikutnya berada di area 4,975. Saat ini, pergerakan IHSG kami perkirakan sedang berada di wave [c] dari wave 2 atau wave [b] pada skenario merah. Target penguatan IHSG diperkirakan akan berada pada area 4,750-4,800, namun setelahnya IHSG akan rentan terkoreksi untuk membentuk wave 3 atau wave [c] dari wave B pada skenario merah ke area 4,150-4,300.
Support: 4,650, 4,500
Resistance: 4,750, 4,800

JPFA - Buy on Weakness (920)

Pada perdagangan kemarin (28/5) JPFA sempat berada pada level 950 sebagai level tertinggi dan ditutup di 920, menguat 2,8% dengan tekanan beli yang besar. Selama JPFA tidak terkoreksi di bawah 875, maka kami perkirakan saat ini JPFA sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, dimana JPFA berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 905-920
Target Price: 1,020, 1,150
Stoploss: below 875

BRPT - Buy on Weakness (1,275)

Kemarin (28/5), BRPT menguat tipis sebesar 0,4% di level 1,275, pergerakan BRPT pun cenderung dibatasi oleh MA20. Dalam jangka pendek kami memperkirakan BRPT masih berpeluang menguat untuk membentuk wave [b] dari wave A, dengan resistance berada pada level 1,485.
Buy on Weakness: 1,240-1,270
Target Price: 1,350, 1,400
Stoploss: below 1,150

BBCA - Sell on Strength (26,475)

Pada perdagangan kemarin (28/5), BBCA menguat signifikan sebesar 6,6% dengan tekanan beli yang besar. Kami memperkirakan pergerakan BBCA saat ini sudah berada di akhir wave (iii) dari wave [i] dari wave 3, dimana dalam jangka pendek BBCA rentan terkoreksi membentuk wave (iv) terlebih dahulu. Adapun level koreksi BBCA berada pada range 25,000-25,800, area tersebut juga dapat digunakan sebagai area buyback.
Sell on Strength: 26,600-27,200

ASII - Sell on Strength (4,540)

Pada tanggal 19/5 lalu, kami merekomendasikan pembelian ASII dan saat ini sudah mencapai target kami. Pergerakan ASII saat ini kami perkirakan sudah berada di akhir wave [iii] dari wave C, dimana penguatan ASII diperkirakan sudah cenderung terbatas dan rentan terkoreksi membentuk wave [iv] dalam jangka pendek. Adapun level koreksi ASII kami perkirakan berada pada area 4150-4420, area-area tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai area buyback.
Sell on Strength: 4,550-4,625

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 29 Mei 2020

Dow falls for the first time in 3 days, drops 100 points on U.S.-China tensions

Stocks closed lower on Thursday, erasing solid gains from earlier in the day, after President Donald Trump said he would be giving a news conference Friday regarding China.

Dow.......25401      -147.6       -0.58%
Nasdaq..9369        -43.4         -0.46%
S&P 500..3029       -6.4           -0.21%
 
FTSE.......6219       +74.5        +1.21%
Dax.........11781     +123.4     +1.06%
CAC.........4771      +82.5        +1.76%

Nikkei....21916     +497.1      +2.32%
HSI........23133      -168.6        -0.72%
Shanghai.2846     +9.4           +0.33%
ST Times.2515     -4.2             -0.17%

IDX........4716.19  +74.63     +1.61%
LQ45......709.36   +15.51      +2.24%
 
Indo10Yr....7.6182    +0.1409   +1.89%
ICBI..........278.8246  -1.2235     -0.44%
US10Yr........0.7050  +0.0250    +3.68%
VIX................28.59   +0.97         +3.51%
 
USDIndx .....98.3830  -0.5480   -0.55%
Como Indx...129.76   +0.60      +0.46%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL........6.04      +0.05       +0.83%
 (Dow Jones US Coal Index) 

IndoCDS..162.216    +0.215      +0.13%
 (5-yr INOCD5)  

IDR.......14715.00    +5.00      +0.03%
Jisdor...14769          +8.00      +0.05%

Euro.........1.1078     +0.0067   +0.61%

TLKM...21.08    -0.23       -1.08%
(3113)
EIDO.....16.90    +0.38     +2.30%
EEM......37.09    -0.26      -0.70%
 
Oil.........33.56       +1.34      +4.16%
Gold .....1733.40     +8.40      +0.49%
Timah...15507.50  +142.50  +0.93%
Nickel....12240.00 +95.00     +0.78%
 
Coal price......52.25    -0.25     -0.48%
(May/Newcastle)
Coal price.......54.65   -0.75     -1.35%
(Jun/Newcastle)
Coal price.......38.80  +0.10    +0.26%
(May/Rotterdam) 
Coal price.......42.30  +0.45    +1.08%
(Jun/ Rotterdam)
 
CPO(Jul)........2297    -13         -0.56%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn............327.50    +7.00    +2.18%
SoybeanOil...27.39    -0.21      -0.76%
Wheat.........514.50    +10.00  +1.98%
 
Rubber........153.50    -0.80      -0.52%

( DE/ Phintraco(AT)  29-05-20)