HP ASSET MANAGEMENT PUNYA 5% SAHAM TRISULA TEXTILE



PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menyampaikan bahwa telah terjadi perubahan kepemilikan saham. Hal itu disampaikan Corporate Secretary BELL, R Nurwulan Kusumawati, dalam keterangannya kepada Bursa, Senin.

Ia menjelaskan bahwa salah satu pemegang saham BELL yakni Ferry Sudjono telah melepas seluruh pemilikan sahamnya yaitu sebanyak 378.554.000 lembar saham (5,22%). Dengan demikian per 1 Oktober 2020, Ferry Sudjono sudah tidak memiliki saham di BELL.

Namun demikian disaat yang bersamaan, Manajemen BELL kedatangan pemegang saham baru yakni PT Henan Putihrai Asset Management (HP Asset Management). PT Henan Putihrai Asset Management memegang 378.554.000 lembar saham (5,22%) BELL.

"Dengan demikian, kepemilikan saham Ferry Sudjono beralih kePT Henan Putihrai Asset Management,"jelasnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

EKSPLORASI SEPTEMBER INCO MASIH FOKUS DI DAERAH KONTRAK KARYA


PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan dana sekitar US$877.773 untuk kegiatan ekplorasi sepanjang bulan September 2020. Adapun kegiatan masih berlanjut dan difokuskan pada daerah-daerah di dalam Kontrak Karya.

Dalam laporannya, Senin (12/10), Manajemen INCO menyebutkan daerah eksplorasi perusahan yakni Blok Sorowako dan Sorowako Outer Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah serta Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Dalam menjalankan kegiatan eksplorasi tersebut, Perusahaan menggunakan metode eksplorasi pengeboran core drilling HQ-3 untuk program pengeboran pengembangan pada jarak 50m collocated dan jarak 25m di Bukit Koro South. Selain itu, eksplorasi juga memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 untuk program eksplorasi pada jarak 50m dan 25m di Blok 3A dan jarak 50m di Blok 3F Bahodopi serta Survei geofisika dengan menggunakan metode geolistrik di Blok Sorowako dan Bahodopi.

Eksplorasi telah dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk bersama dengan pihak ketiga (kontraktor pengeboran). Dan hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan sumber daya dan cadangan dengan metode ordinary krigging di Sorowako.

Adapun rencana aksi eksplorasi kedepan tetap di Blok Sorowako yang akan melanjutkan kegiatan pengeboran jarak 25m dan 50m collocated di Bukit Koro South, Sorowako Blok Barat. Kemudian Blok Sorowako Outer Area menunggu izin IPPKH Eksplorasi agar bisa melanjutkan proses pengeboran, dan Blok Bahodopi akan melanjutkan kegiatan pengeboran dengan jarak 50m dan 25m di Blok 3A, jarak 50m di Blok 3F Bahodopi dan jarak 400m di Blok 3I.

Selain itu untuk Blok Pomalaa direncanakan akan kembali melanjutkan kegiatan pengeboran pada tahun 2021. Seluruh aktifitas pengeboran direncanakan untuk mendapat profil laterit yang lengkap, dan Kegiatan survei geofisika metode geolistrik akan dilanjutkan di Blok Sorowako dan Blok Bahodopi.(end/as)

Sumber: IQPLUS

GENJOT BISNIS UDANG, JAPFA BENTUK JV DENGAN PERUSAHAAN BELANDA


PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menyampaikan bahwa anak usahanya yakni PT Suri Tani Pemuka (PT STP) telah menandatangani joint venture agreement (perjanjian patungan (JVA) dengan Hendrix Genetics Aquaculture BV (HGV). Perjanjian diteken sehubungan dengan pendirian perusahaan patungan (JVCo) yang akan memiliki dan mengoperasikan Pusat Pembiakan Induk (BMC) udang di Indonesia.

Corporate Secretary JPFA, Maya Pradjono menuturkan bahwa nantinya, anak usaha JPFA yakni STP bakal memegang sebanyak 49% saham di perusahaan hasil JV tersebut. Sedangkan sisanya, akan dimiliki oleh HGV yang merupakan entitas induk dari unit bisnis Aqua genetics dari Hendrix Genetics Group (HG Group) yakni pemasok utama indukan udang yang bebas patogen, yang khusus dikembangkan secara genetik untuk industri udang Indonesia.

"Dengan perusahaan patungan ini, HGA dapat menyediakan pasokan dari dalam negeri bagi industri uduang Indonesia, melalui BMC. Ketersediaan indukan udang berkualitas tinggi di Indonesia, dan diharapkan dapat mendukung industri udang di Indonesia guna mencapai visi pemerintah untuk meningkatkan produksi udang Indonesia,"ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa modal awal untuk JVCo adalah sebesar Rp20 miliar, dimana PT STP akan mengambil bagian 49% atau sekitar Rp9,8 miliar (setara US$665,000) dan HGA akan mengambil bagian 51% atau sekitar Rp10,2 miliar (sekitar US$692,000). "Selain itu, PT STP akan membangun dan memiliki BMC senilai Rp33,5 miliar (sekitar US$2,3 juta) untuk disewakan kepada JVCo selama 10 tahun pertama dengan harga pasar dengan opsi untuk membeli BMC tersebut dengan harga pasar,"terangnya.

"PT STP akan mendanai investasinya di JVCo dan BMC melalui sumber dana internal dan/atau pinjaman bank."imbuhnyas.

Sekedar informasi saja, bahwa anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yakni PT STP bergerak dibidang produksi pakan ikan dan pakan udang. Selain itu, PT STP juga aktif kembangkan pembenihan dan pembesaran ikan dan udang, dan pengolahan produk ikan serta udang. (end/as)

Sumber: IQPLUS

RESMI GANTI NAMA, TOBA FOKUS KE BISNIS ENERGI



Salah satu perusahaan tercatat, PT Toba Bara Sejahtra Tbk melakukan perubahan nama perusahaan menjadi PT TBS Energi Utama Tbk. Hal itu disampaikan dalam pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), di Jakarta, Senin (12/10).

KSEI menyampaikan, perubahan nama tersebut secara resmi berlaku sejak Jumat (9/10/2020). Namun demikian, kode penerbit efek tetap TOBA, dan Kode ISIN juga tetap ID1000123409.

Sekedar informasi saja bahwa adanya perubahan nama ini seiring dengan rencana TOBA menjadi perusahaan energi terintegrasi. Dan ganti nama juga telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasar (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 26 Agustus 2020.

Pasalnya, perubahan nama tersebut dilakukan dengan pertimbangan untuk lebih disesuaikan dengan perkembangan dan arah bisnis. PT TBS Energi Utama Tbk bakal fokus melakukan ekspansi bisnis kelistrikan melalui proyek energi baru dan terbarukan atau EBT. (end)

Sumber: IQPLUS

MERDEKA COPPER SIAP LANJUTKAN PENAMBANGAN EMAS DI TUJUH BUKIT



PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bakal kembali melanjutkan kegiatan operasi penambangan emasnya di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur. Diperkirakan rancangan pekerjaan remediasi akan siap pada pertengahan Oktober 2020.

"Pergeseran muka tanah terus dipantau dengan prisma yang mengukur pergerakan. Pengukuran menunjukkan bahwa pergeseran muka tanah mulai stabil sehingga memungkinkan pekerjaan remediasi."terang Investor Relations MDKA, Mirdal Vismara Timoer, dalam keterangan tertulisnya, belum lama ini.

Pengurasan cairan dari heap leach pad dikumpulkan di kolam air proses. Cairan kemudian diproses melalui pabrik ADR dan sirkuit detoksifikasi yang menghasilkan tingkat produksi emas yang lebih rendah. Hal ini diperkirakan akan berlanjut selama kuartal keempat. Perseroan tidak mengantisipasi dampak lingkungan buruk dari kejadian ini.

"Pompa dan infrastruktur lainnya telah diselamatkan dan dapat digunakan untuk kembali beroperasi."tegasnya.

Dalam hal ini, Perseroan telah bekerja sama dengan banyak ahli dalam perancangan pelataran pelindian (heap leach design) untuk menentukan penyebab insiden agar tidak terulang kembali di masa mendatang. Saat ini, irigasi pelataran pelindian tidak akan dilakukan pada kuartal ke-empat. Produksi akan berasal dari pemrosesan larutan yang diambil dari pelataran pelindian.

"Penjualan sekitar 10.000 ounce diharapkan untuk kuartal ke-empat. Total produksi tahun ini diperkirakan 154.000 sampai 160.000 ounce."paparnya.

Ia menyebutkan bahwa, perencanaan perbaikan bertujuan untuk memulai kembali produksi secara berkelanjutan. Diperkirakan sekitar sepertiga dari heap leach pad tidak terpengaruh oleh pergeseran permukaan tanah.

"Setelah ini dipastikan dan pemompaan dan pemipaan tambahan telah terpasang kembali (menggunakan pompa yang dipulihkan), Perseroan memperkirakan bahwa irigasi pelataran dapat dimulai kembali pada Januari 2021."tegasnya.

Pada 30 September 2020, Perseroan aka memiliki cadangan kas sekitar US$ 80 juta setelah pembayaran amortisasi hutang terjadwal sebesar US$ 10 juta. Perseroan mengantisipasi bahwa akan memiliki pendanaan yang cukup untuk melanjutkan investasi di Proyek Tembaga Tujuh Bukit dan studi kelayakan AIM.

Selain itu Perseroan menyebutkan bahwa pihaknya memiliki polis asuransi yang komprehensif termasuk untuk kerusakan material dan gangguan usaha. Penanggung asuransi telah diberitahu tentang kejadian tersebut dan penilai kerugian telah ditunjuk oleh perusahaan asuransi.

"Kunjungan penilai kerugian telah dilaksanakan dan Perseroan menyediakan informasi agar klaim dapat dinilai. Proses ini diperkirakan akan membutuhkan waktu hingga dua bulan."jelasnya.

Menurutnya hal yang penting untuk dicatat bahwa diperkirakan tidak ada emas hilang dari cadangan. Dan produksi akan ditangguhkan karena insiden ini.

Perseroan juga sedang mengupayakan untuk meningkatkan potensi cadangan bijih di situs melalui eksplorasi dan pengoptimalan ulang desain lubang tambang untuk menarik keuntungan dari harga emas yang lebih tinggi saat ini."pungkansnya.

Sekedar informasi saja, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyampaikan bahwa pada 12 September 2020, telah terjadi insiden disalah satu operasi tambang Perseroan di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timu. Pasalnya, ditemukan rekahan di permukaan pelataran pelindian atau Heap Leach Pad; sebagai tindakan, karyawan dan peralatan segera diamankan dari lokasi tersebut.

"Pada Sabtu sore, terjadi pergeseran dari sebagian dari lereng hamparan bijih (ore pad). Pergeseran materi tersebut menyebabkan kerusahan pada jalur perpipaan dan pompa reagent. Namun, kejadian ini tidak menimbulkan korban cedera di kalangan karyawan ataupun memberikan dampak buruk bagi lingkungan."kata Simon Milroy, Wakil Presiden Direktur MDKA, saat itu.

Sebagai catatan, Proyek Tembaga Tujuh Bukit adalah proyek pengembangan mineral Tembaga dan Emas kelas dunia yang diperhitungkan mengandung 8,7 juta ton tembaga dan 28 juta ounces emas. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BBRI, INCO dan SIMP | 12 Oktober 2020


IHSG (5.025-5.085) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjuatkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 5.085 kemudian 5.115 dengan support di level 5.025 dan 4.995.

BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.200 kemudian 3.250 dengan support di level 3.100, cut loss jika break 3.050.

INCO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.810 kemudian 3.910 dengan support di level 3.570 cut loss jika break 3.460.

SIMP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 322 kemudian 332 dengan support di level 304, cut loss jika break 294.

R-LQ45X (Buy) : Target kenaikan harga pada level 812 kemudian 817 dengan support di level 800, cut loss jika break 794.

XCLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 80 kemudian 81, dengan support di level 78, cut loss jika break 77.

XBLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 389 kemudian 391 dengan support di level 385, cut loss jika break 383.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9s08

Analisa Saham JPFA | 12 Oktober 2020

Analisa Saham JPFA


Saham JPFA pada tanggal 9 Oktober 2020 ditutup menguat pada harga 1135, naik 0,44%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 117% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah mendatar. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan Bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 1150

Jika naik di atas 1190 maka berpeluang ke 1260

Jika turun di bawah 1120 maka berpeluang ke 1060

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham INCO | 12 Oktober 2020

Analisa Saham INCO


Saham INCO pada tanggal 9 Oktober 2020 ditutup menguat pada harga 3690, naik 5,42%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 101% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi Saham:

Trading BUY

Jika naik di atas 4000 maka berpeluang ke 4300

Jika turun di bawah 3400 maka berpeluang ke 3200

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Rekomendasi Saham TINS, ACES, BBNI dan WIKA oleh MNC Sekuritas | 12 Oktober 2020

MNC Daily Scope Wave

12 Oktober 2020


Menutup pekan kemarin (9/10), IHSG ditutup menguat tipis 0,3% di level 5,053. Dalam jangka pendek, kami memperkirakan IHSG akan bergerak terkoreksi terlebih dahulu ke area 4,925-4,976 dan selanjutnya IHSG akan menguat kembali untuk menguji area 5,075-5,100. Skenario ini akan berjalan selama IHSG tidak terkoreksi agresif ke bawah 4,820-4,840, terlebih support krusial yang berada di 4,753, apabila IHSG terkoreksi menembus support-support tersebut, maka IHSG terkonfirmasi membentuk wave C ke arah 4,500-4,650.

Support: 4,840, 4,753

Resistance: 5,075, 5,187

TINS - Buy on Weakness (735)

Akhir pekan kemarin (9/10), TINS ditutup menguat cukup agresif 3,5% ke level 735 disertai dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami memperkirakan penguatan TINS tersebut merupakan bagian dari wave (B) dari wave [B]. Hal tersebut berarti TINS masih berpotensi menguat terlebih dahulu.

Buy on Weakness: 700-730

Target Price: 770, 800

Stoploss: below 655

ACES - Spec Buy (1,550)

Kemarin (9/10), ACES ditutup terkoreksi tipis 0,6% ke level 1,550. Selama ACES tidak terkoreksi di bawah 1,500 atau bahkan 1,440, maka saat ini ACES sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti ACES masih berpeluang untuk menguat kembali.

Spec Buy: 1,515-1,550

Target Price: 1,700, 1,800

Stoploss: below 1,500

BBNI - Buy on Weakness (4,640)

Pada perdagangan Jumat kemarin (9/10), BBNI ditutup terkoreksi tipis 0,6% ke level 4,640. Saat ini, kami memperkirakan BBNI sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B. Hal tersebut berarti BBNI masih berpeluang untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 4,550-4,640

Target Price: 4,900, 5,000

Stoploss: below 4,370

WIKA - Sell on Strength (1,215)

WIKA ditutup menguat 4,7% di level 1,215 pada perdagangan Jumat kemarin (9/10) disertai dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami memperkirakan saat ini posisi WIKA sudah berada di akhir wave (c) dari wave [b], sehingga WIKA rentan untuk terkoreksi membentuk wave [c]. Adapun level koreksi WIKA terdekat berada pada 1,170 kemudian 1,080 terlebih dahulu. Koreksi membentuk wave [c] akan lebih terkonfirmasi bila WIKA menembus support kuat di 1,040.

Sell on Strength: 1,220-1,270


Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 12 Oktober 2020


Dow closes 160 points higher, posts best week since August as investors monitor stimulus talks

Stocks rose on Friday to end their best week in months as President Donald Trump signaled support for a bigger coronavirus aid package. 


Dow........28587  +161.4      +0.57%

Nasdaq..11580  +158.96   +1.39%

S&P 500..3477   +30.3        +0.88%

 

FTSE.......6017    +38.6        +0.65%

Dax.........13051  +9.02        +0.07%

CAC.........4947   +34.9         +0.71%


Nikkei....23620    -27.4          -0.12%

HSI.........24119    -74.2         -0.31%

Shanghai .3272   +54.02     +1.68%

ST Times..2533   -10.2         -0.40%


IDX..5053.66   +14.52           +0.29%

LQ45.771.77    +1.31             +0.17%


JAKMIND......861.40    -0.80        -0.09%

JAKCONS.....1874.35  -0.40        -0.02%

JAKTRADE....630.79    -1.79        -0.28%

JAKBIND........743.12   -3.98        -0.53%

JAKAGRI......1173.41  +13.41     +1.16%

JAKFIN..........1105.42 +8.37       +0.76%

JAKPROP......327.61     -1.81        -0.50%

JAKINFR.......825.14    +5.08       +0.62%

JAKMANU....1210.29   -2.29        -0.19%    

JAKMINE.......1316.17 +15.68    +1.17%

 

Indo10Yr... 7.0357    +0.0250      +0.36%

ICBI..........296.5766  +0.0146      +0.00%

US10Yr........0.7750   +0.0100      +1.31%

VIX...............26.36  -1.70            -6.06%

  

USDIndx .....93.0570    -0.5360  -0.57%

Como Indx....151.74    +0.52     +0.35%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.....119.41   +2.59      +2.21%

DJUSCL........     -             -                -%

 (Dow Jones US Coal. Index) 


IndoCDS.....93.261  -4.823  -4.92%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14700.00  -10.00          -0.07%

Jisdor....14737    -13.00          -0.09%



Euro.........1.1826  +0.0062   +0.53%


TLKM..18.78   +0.19     +1.02%

(2768)

EIDO....18.36   +0.15     +0.82%

EEM.....45.83   +0.31     +0.68%

 

Oil............40.60         -0.59       -1.43%

Gold .....1962.20     +31.10     +1.64%

Timah....18250.00    +125.00 +0.69%

Nickel..15187.50     +545.00  +3.72%

 

Coal price....57.40   -0.60     -1.03%

(Okt/Newcastle) 

Coal price..58.40   -1.20     -2.01%

(Nov/Newcastle)

Coal price....57.60   -0.10     -0.17%

(Okt/Rotterdam) 

Coal price....58.25   -0.15      -0.26%

(Nov/ Rotterdam)

 

CPO(Des)......2914   +26        +0.90%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............395.00  +8.00     +2.07%

SoybeanOil...34.01  +1.01     +3.06%

Wheat.........593.75   -1.50      -0.25%


Wood pulp. 3675     unch        +0%


( DE/ (AT)  12-10-20)