PT Itama Ranoraya Tbk Raih Kontrak 111 Juta Jarum Suntik untuk Covid-19


Emiten distribusi peralatan medis PT Itama Ranoraya Tbk. mengumumkan bahwa pihaknya kembali mendapatkan order untuk pengadaan jarum suntik sekali pakai atau Auto Disable Syringe (ADS) dari pemerintah.

Pada Jumat (27/11/2020), perseroan melakukan penandatanganan kontrak Sales and Purchase Agreement (SPA) sebanyak 111 juta pieces jarum suntik jenis ADS.

Direktur Utama Itama Ranoraya (IRRA) Heru Firdausi Syarif mengungkapkan perolehan kontrak penyediaan jarum suntik tersebut merupakan order kedua dari pemerintah.

Sebelumnya, pada kuartal III/2020, perseroan mendapatkan permintaan dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 35 juta pieces jarum suntik dengan ukuran 0,5 ml dan 0,05 ml untuk program vaksin imunisasi.

“Pada 27 November 2020, kami telah melakukan penandatanganan berupa penyediaan 111 juta pieces jarum suntik ADS berukuran 0,5 ml dengan Kementerian Kesehatan. Dan pengadaan tersebut untuk persiapan program vaksin Covid-19 pemerintah,” ungkap Heru dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (29/11).

Produk alat suntik ADS milik perseroan sudah berstandar World Health Organization (WHO) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen.

Produksinya dilakukan oleh PT Oneject Indonesia (Oneject) yang merupakan sister company perseroan. Saat ini, produk alat suntik ADS menjadi produk wajib untuk program vaksin imunisasi termasuk vaksin Covid-19.

WHO mencanangkan 2020 sebagai tahun awal penggunaan alat suntik aman di seluruh dunia. Kebijakan WHO inilah yang menginisiasi Oneject untuk melakukan penambahan kapasitas pada Oktober 2019, sebelum adanya pandemi Covid-19.

Pada Oktober tahun lalu, Oneject mulai membangun pabrik kedua untuk menambah kapasitas produksinya dengan membangun pabrik baru di Cikarang, Bekasi dengan kapasitas 900 juta. Sehingga, total kapasitas produksi menjadi 1,2 miliar jarum suntik sekali pakai dan safety needle per tahun.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Itama Ranoraya Hendry Herman mengungkapkan saat ini, penggunaan jarum suntik ADS di Indonesia masih berkisar 20 persen, dengan sebesar 80 persen di antaranya masih berupa syringe konvensional.

Di pasar jarum suntik ADS, IRRA memiliki pangsa pasar mencapai 70 persen. Dengan adanya program WHO tersebut, pertumbuhan penjualan produk jarum suntik ADS diklaim tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia.

“Tahun ini, terjadi pandemi Covid-19, yang diikuti program vaksin Covid-19 secara global termasuk Indonesia, sehingga pemakaian jarum suntik untuk tahun depan akan meningkat atau terjadi windfall untuk permintaan jarum suntik vaksin Covid-19, dan perlu percepatan produksi untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Pada semester I/2021, produksi Oneject dapat mencapai 600 juta pieces jarum suntik per tahun dan pada akhir semester II/2021, produksi dapat mencapai 1,2 miliar per tahun.

Target tersebut jauh lebih cepat dibandingkan rencana semula, di mana kapasitas 1,2 miliar per tahun yang direncanakan awalnya akan dicapai pada tahun 2024.

“Ketersediaan jarum suntik dalam program pengadaan vaksin menjadi sesuatu yang sangat penting, untuk itu kami akan siap untuk terus mendukung program tersebut melalui percepatan produksi, dan tidak hanya untuk program vaksin saja namun juga untuk pencegahan dan pengobatan Covid-19 melalui peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi yang kami miliki,” imbuh Heru.


Sumber: BISNIS

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Lakukan MOU dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk


PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dalam hal kerjasama penelitian bidang semen. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan Indonesia Cement Research Institute (ICRI) dilakukan secara Virtual oleh Direktur Engineering dan Project SIG, Tri Abdisatrijo dengan Direktur Produksi dan Pengembangan Semen Baturaja, Daconi, Kamis (26/11).

Kerjasama dalam ICRI ini meliputi beberapa kegiatan, diantaranya melakukan riset bersama dan bekerjasama dengan lembaga riset lain untuk pengembangan semen, beton, building material serta pengembangan AFR dengan menggunakan fasilitas yang telah dimiliki diantaranya Gedung Pusat Penelitian Semen (PPS) Gresik, Narogong Plant SBI Bogor, Baturaja OKU Sumatera Selatan serta Nathabumi Narogong Bogor.

Direktur Engineering dan Project SIG, Tri Abdisatrijo menyampaikan, pembentukan ICRI ini merupakan implementasi sinergi antara SIG dengan Semen Baturaja dalam upaya meningkatkan riset untuk meningkatkan daya saing dan pangsa pasar produsen semen BUMN.

"Riset dan inovasi di dunia Industri sangat penting. Hal ini dapat meningkatkan produksi secara efektif dan efisien, sehingga dapat menjadi pondasi yang kuat dalam dunia persaingan industri yang semakin ketat. Oleh karena itu penggabungan R&D BUMN klaster semen dengan roadmap yang jelas akan dapat semakin memperkuat daya saing untuk peningkatan kontribusi dalam pembangunan negara", katanya.

Direktur Produksi dan Pengembangan Semen Baturaja, Daconi berharap sinergi yang terjalin ini dapat menghasilkan produk inovatif yang menawarkan value lebih kepada pelanggan. Selain itu melalui kerja sama ini dapat meningkatkan efisiensi dan cost leadership juga menjadikan perusahaan kian menjadi ramah lingkungan.

Sementara itu, Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Alex Denni mengatakan, pembentukan ICRI ini merupakan sinergi BUMN dan menjadi komitmen kuat untuk pertumbuhan usaha berkelanjutan.

"Saat ini pola industri telah berubah, fenomena beberapa perusahaan besar tumbuh namun tidak memiliki produk. Kementerian BUMN mendukung inovasi yang dilakukan di perusahaan BUMN, jika tidak melakukan inovasi maka perusahaan tersebut akan terjebak," ujarnya.

Lebih lanjut Alex Denni mengungkapkan, di era perubahan yang sangat cepat saat ini, yang dibutuhkan adalah growth mindset. Hal itu menurutnya hanya bisa tumbuh dan berkembang jika dengan learning, research & innovation. "Apa yang kita lakukan hari ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk memastikan sustainability terjaga. Innovate or die, kalau tidak melakukan inovasi maka bersiaplah menunggu waktu untuk dikubur. Semoga sinergi antara SIG dan Semen Baturaja ini membuat nilai tambah yang signifikan untuk kedua perusahaan dan Indonesia," jelasnya.(end)


Sumber: IQPLUS

PT Merdeka Copper Gold Tbk Jual Emas 50.183 ons pada Kuartal III/2020


Emiten pertambangan mineral, PT Merdeka Copper Gold Tbk., mencatatkan penjualan emas dari tambang Tujuh Bukit sebesar 50.183 ons pada kuartal III/2020, dengan rata-rata harga jual US$1.910 per troy ounce.

Mengutip laporan kuartalan perseroan di laman resminya, Minggu (29/11/2020), emiten berkode saham MDKA itu juga menjual 221.518 ons perak dari tambang Tujuh Bukit dengan rata-rata harga jual US$24 per ons. Perseroan mengestimasi pendapatan dari segmen emas dan perak sebesar US$101 juta pada kuartal III/2020.

Selanjutnya, sepanjang Juli-September 2020, MDKA melakukan aksi lindung nilai untuk emas sebanyak 19.956 oz dengan harga kesepakatan US$1.448 per ons.

Sementara itu, harga emas ditutup di posisi US$1.917 per ons pada kuartal III/2020. Hal ini membuat perseroan mengestimasi adanya kerugian bersih pada lindung nilai untuk kuartal III/2020 sebesar US$9,4 juta.

Adapun dari tambang Wetar, MDKA telah menjual tembaga sebanyak 916 ton dengan harga rata-rata US$6.339 per ton. Sehingga, estimasi pendapatan dari segmen tembaga sebesar US$5,8 juta pada kuartal III/2020.

Dengan demikian, secara keseluruhan MDKA mengestimasi pendapatan pada kuartal III/2020 sebesar US$106,8 juta.

Sementara itu, hingga saat ini, perseroan belum melaporkan laporan keuangan untuk kuartal III/2020. Manajemen Merdeka Copper Gold menyampaikan bahwa laporan keuangan konsolidasi perseroan periode 30 September 2020 sedang dalam proses audit oleh kantor akuntan publik.

Sesuai dengan peraturan Bursa tentang kewajiban penyampaian informasi, periode pengiriman laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik dapat dilakukan selambatnya-lambatnya 3 bulan setelah tanggal laporan keuangan interim dimaksud.

“Sehubungan dengan hal itu, kami sampaikan bahwa laporan keuangan konsolidasian periode 30 September 2020 akan kami kirimkan kepada Bursa selambat-lambatnya sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tulis Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri seperti dikutip dari keterbukaan informasinya, Minggu (29/11).

Di sisi lain, pada kuartal III/2020, MDKA telah memproduksi emas dari tambang Tujuh Bukit sebanyak 42.997 ons dengan dengan biaya pendukung atau all-in sustaining cost (AISC) sebesar US$561 per ons dan biaya produksi sebesar US$315 per ons.

Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, perseroan telah memproduksi emas sebanyak 151.820 ons dengan AISC sebesar US$626 per ons dan biaya produksi sebesar US$395 per ons.

Adapun, telah terjadi peristiwa tidak terduga pada salah satu proyek di tambang Tujuh Bukit pada Sabtu (12/9), yaitu ditemukannya keretakan pada heap leach pad.

Akibat hal itu, MDKA pun mengekspektasikan total produksi emas sepanjang 2020 berubah menjadi di kisaran 154.000-160.000 ons emas seiring dengan terganggunya produksi dari tambang itu.

Padahal berdasarkan catatan Bisnis, sebelumnya MDKA berencana menaikkan panduan produksi menjadi sebesar 175.000-195.000 ounces pada tahun ini, dari panduan sebelumnya sebesar 165.000-185.000 ounces.

“Klaim asuransi untuk kerusakan material dan gangguan bisnis telah diajukan ke perusahaan asuransi perusahaan. Diskusi sedang berlangsung untuk mengonfirmasi penerimaan klaim dan perusahaan berharap dapat mencapai kesimpulan tentang hal ini pada kuartal IV/2020,” tulis manajemen Merdeka Copper Gold dikutip dari laporan kuartalannya, Minggu (29/11).

Dari tambang Wetar, perseroan telah memproduksi tembaga sebanyak 1.434 ton dengan AISC US$4,14 per pon pada kuartal III/2020. Dengan demikian, sepanjang Januari-September 2020, MDKA telah memproduksi 4.360 ton dengan AISC sebesar US$4,27 per pon.

Manajemen Merdeka Copper Gold menjelaskan perseroan tengah melakukan tinjauan strategis tambang Wetar untuk integrasi dengan proyek AIM yang tengah dilakukan perseroan. Hal inilah yang mengakibatkan tertundanya produksi tembaga karena penambangan telah bergeser dari tambang Lerokis ke tambang Partolang yang baru.

“Sebagai bagian dari strategi grup untuk meningkatkan produksi tembaga, pengembangan tambang terbuka Partolang terus dilanjutkan dengan operasi yang telah dimulai pada Oktober 2020, dan mengarah pada peningkatan produksi tembaga pada 2021,” tulis manajemen Merdeka Copper Gold.


Sumber: BISNIS

PT Perusahaan Gas Negara Tbk Alami Penunan Laba Bersih


PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan laba bersih sebesar USD53,25 juta di periode Januari-September 2020. Meski demikian, laba ini mengalami penurunan sebesar 58,91 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD129,1 juta.

Dalam laporan keuangannya, Manajemen PGAS menyempaikan bahwa pendapatan perusahaan pada akhir kuartal III tahun 2020 tercatat sebesar USD2,15 miliar atau turun 23,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, yang tercatat sebesar USD2,81 miliar.

Adapun beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD 1,463 miliar atau turun 23,96 persen dibanding akhir kuartal III 2019, yang tercatat sebesar USD1,924 miliar. Dengan begitu, laba kotor PGAS pada akhir kuartal III 2020 sebesar USD687,9 juta, atau turun 22,46 persen dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019, yang mencatat laba usaha sebesar USD886,9 juta.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai USD3,241 miliar atau tumbuh 0,21 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar USD3,234 juta. Untuk aset perseroan tercatat senilai USD7,5 miliar atau turun 2,73 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai USD7,3 miliar. Sementara arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD376,36 juta, atau merosot 56,63 persen dibandingkan akhir III 2019, yang tercatat sebesar USD867,31 juta. (end)

Sumber: IQPLUS

PT Pakuwon Jati Tbk Akuisisi Hartono Mall di Solo dan Yogyakarta


Emiten properti yang terkenal dengan portofolio malnya, seperti Kota Kasablanka dan Gandaria City, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mengakuisisi dua mal milik Grup Duniatex, yakni Hartono Mall di Solo dan Yogyakarta.

Hartono Lifestyle Mall Solo di Solo Baru, Sukoharjo, resmi berganti pemilik setelah adanya pengalihan kepemilikan dari PT Delta Merlin Dunia Properti kepada PT Pakuwon Permai.

Alih lahan dan bangunan ini resmi diteken pada Rabu (25/11/2020). Tak hanya Hartono Lifestyle Mall Solo yang berganti pemilik, tetapi juga Hartono Lifestyle Mall Yogyakarta.

Marketing Communication Hartono Lifestyle Mall Solo, Elfizia Carina, membenarkan pergantian pemilik dua mal besar di Soloraya dan Jogja tersebut.

“Iya, betul. Resminya baru dua hari ini. Jadi kami masih masa transisi sehingga dalam tahap adaptasi dulu,” ujar dia, kepada Solopos.com, Sabtu (28/11/2020).

Perempuan yang akrab disapa Fia ini menjelaskan peralihan kepemilikan ini dimungkinkan bakal mengubah konsep pusat perbelanjaan tersebut. Namun demikian, perubahan seperti apa ke depannya, pihaknya belum tahu. Hal ini termasuk soal perubahan nama.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, PT Delta Merlin Dunia Properti mengumumkan kepada para penyewa atau mitra mereka terkait pengalihan kepemilikan Hartono Lifestyle Mall Solo dan Jogja kepada PT Pakuwon Permai tertanggal 25 November 2020. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur PT Delta Merlin Dunia Properti, Tan Sauw Hwa.

PT Delta Merlin (Duniatex) berawal dari perusahaan tekstil kemudian melebarkan sayap ke dunia properti yang didirikan Sugeng Hartono. Anak perusahaan ini antara lain PT Delta Merlin Dunia Properti.

PT Delta Merlin memiliki beberapa hotel di berbagai daerah di Indonesia. Antara lain, Best Western Premier Solo Baru, Noorman Hotel Semarang, Fave Hotel Solo. Kemudian The Alana Hotel Solo, Hartono Trade Center, Marriot Yogyakarta, De Salvatore Art & Boutique Yogyakarta, De Rivier Hotel Jakarta Barat, dan Wisma Hartono Yogyakarta.

“Pasti perubahannya ke arah lebih baik. Kalau soal personel seperti staf juga masih sama,” jelas Fia.

Sementara itu, pandemi Covid-19 yang memberikan tekanan terhadap sektor pusat perbelanjaan atau mal tidak membuat PT Pakuwon Jati Tbk., menunda penyelesaian beberapa proyek strategisnya, termasuk mal.

Emiten berkode saham PWON itu meresmikan Pakuwon City Mall pada 20 November 2020, yang merupakan perluasan sekaligus re-branding dari East Coast Mall yang sudah beroperasI sejak Oktober 2010 di Pakuwon City Surabaya.

Peresmian mal itu pun semakin memperkuat daftar portofolio recurring income perseroan. Selain itu, peresmian mal itu menjadikan perseroan memiliki satu lagi pengembangan berskala superblok di kawasan Pakuwon City township.

Direktur Pakuwon Jati Minarto mengatakan bahwa dengan beroperasionalnya Pakuwon City Mall ini, maka jumlah total net lettable area (NLA) retail mal di bawah portofolio PT Pakuwon Jati akan menjadi 663.000 meter persegi.

“Total nilai konstruksi di luar tanah Pakuwon City Mall dan Tower Amor sebesar Rp752 miliar,” ujar Minarto seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (20/11/2020).

Adapun, Pakuwon City Mall akan memiliki internal catchment yang kuat dengan tiga tower apartemen tepat di atas mal dan total unit tersedia hingga 3.100. Ketiga tower apartemen di atas Pakuwon City Mall, yaitu Tower Amor, Tower Bella, dan satu apartemen yang masih dalam tahap perencanaan untuk diluncurkan pada 2022, disebut telah mendapatkan respon positif dari pasar.


Sumber: BISNIS

PT Indofood Sukses Makmur Tbk Alami Peningkatan Kinerja Saat Pandemi


Emiten Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) membukukan peningkatan kinerja meski masa pandemi Covid-19.

Per September 2020, Indofood membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 2 persen menjadi Rp58,78 triliun dibandingkan Rp57,85 triliun tahun lalu per September 2019.

Laba usaha naik 21 persen menjadi Rp8,63 triliun dari Rp7,15 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 14,7 persen dari sebelumnya 12,4 persen.

"Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 6 persen menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,53 triliun," papar Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, dalam keterangan resmi, Senin (30/11/2020).

Marjin laba bersih Indofood pun naik menjadi 6,4 persen dari 6,1 persen. Core profit atau laba inti meningkat 26 persen menjadi Rp4,34 triliun dari Rp3,44 triliun.

Anthoni Salim mengatakan di tengah-tengah tantangan global yang terus berlanjut, ketangguhan model bisnis Indofood dapat menjaga konsistensi pertumbuhan dan peningkatan kinerja di periode sembilan bulan tahun 2020 ini.

"Kami akan selalu melayani para pelanggan serta berupaya untuk memberikan yang lebih baik, dengan tetap mengedepankan kesehatan para karyawan kami secara konsisten," imbuhnya.

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari skala ekonomis serta ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (”Grup”) yang saling melengkapi.

Pertama, produk konsumen bermerek (CBP). Dengan didukung oleh kekuatan merek-merek produknya, Grup CBP memproduksi beragam produk

konsumen bermerek antara lain mi instan, produk dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, dan minuman.

Kedua, Bogasari. Grup ini memiliki kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu dan pasta, didukung oleh unit usaha perkapalan dan kemasan.

Ketiga, agribisnis. Kegiatan usaha utama Grup Agribisnis meliputi penelitian dan pengembangan, pemuliaan benih bibit, pembudidayaan dan pengolahan kelapa sawit hingga produksi dan pemasaran produk minyak goreng, margarin dan shortening.

Di samping itu, kegiatan usaha Grup ini juga mencakup pembudidayaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman lainnya.

Keempat, distribusi. Dengan jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia, Grup ini mendistribusikan sebagian besar produk konsumen Indofood dan anak-anak perusahaannya, serta berbagai produk pihak ketiga.

Sumber: BISNIS

Bank Bukopin Tbk Bayar Bungan ke 15 Obligasi Subordinasi II Tahap II Tahun 2017



Bank Bukopin Tbk (BBKP) menyatakan telah membayar Bunga ke 15 Obligasi Subordinasi II Tahap II Tahun 2017 pada tanggal 30 November 2020.

Menurut keterangan tertulis Meliawati Sekretaris Perusahaan Jumat mengatakan bahwa pada tanggal 27 November 2020 Perseroan telah membayar nominal kupon obligasi kepada PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebesar Rp38,6 miliar dengan nilai Pokok Rp1,4 Triliun dan bunga 11 persen.

Meliawati menambahkan "KSEI akan membayarkan kepada pemegang obligasi subordinasi berkelanjutan II tahap II tahun 2017 pada hari senin 30 November 2020", pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BSDE, IRRA dan JSMR oleh Mirae Asset Sekuritas | 30 November 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

November 30, 2020

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,783.33(+0.41%), test resistance at 5,818, trading range 5,756 – 5,818. Indikator MFI optimized sudah berada di overbought area namun indikator W%R optimized masih bergerak naik. Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik terbatas.Daily support di 5,756 dan daily resistance di 5,818. Cut loss level di 5,640.

BSDE Daily, 1,070 (+1.42%) trading buy, trading range 1,040 – 1,090. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 1,040 dan daily resistance di  1,090. Cut loss level di  1,030.

IRRA Daily, 860 (+2.99%), trading buy,  trading range 840 – 870. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support  di  840 dan daily resistance di 870 sebelum lanjut ke 920. Cut loss level di 810.

JSMR Daily, 4,400 (+0.46%), trading buy,, trading range 4,320 – 4,450. indikator MFI optimized mulai terbatas dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Perkiraan daily support di 4,320 dan daily resistance terdekat di 4,450. Cut loss level di 4,230

Rekomendasi Saham GIAA, SMGR dan TINS oleh Indopremier | 30 November 2020


IHSG (5.745 – 5.825) :  indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melanjutkan penguatannya penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 5.825 kemudian 5.865 dengan support di level 5.745 dan 5.705.

GIAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 408 kemudian 422 dengan support di level 380 cut loss jika break 366

SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 12.125 kemudian 12.325 dengan support di level 11.725 cut loss jika break 11.525.

TINS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.150 kemudian 1.175 dengan support di level 1.100 cut loss jika break 1.075.

XIIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 572 kemudian 578 dengan support di level 560 cut loss jika break 554.

XISC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 700 kemudian 713 dengan support di level 674 cut loss jika break 661.

XISI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 320 kemudian 324 dengan support di level 312 cut loss jika break 308.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9sx0

Analisa Saham UNVR | 30 November 2020


Analisa Saham UNVR

Saham UNVR pada tanggal 27 November 2020 ditutup stabil pada harga 7750. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 189% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 7800

Jika naik di atas 7900 maka berpeluang ke 8200-8400

Jika turun di bawah 7725 maka berpeluang ke 7600

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham SMGR | 30 November 2020


Analisa Saham SMGR

Saham SMGR pada tanggal 27 November 2020 ditutup stabil pada harga 11925. Hal ini disertai dengan penigkatan volume, yaitu 189% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area overbought dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 12000

Jika naik di atas 12200 maka berpeluang ke 13500

Jika turun di bawah 11675 maka berpeluang ke 10775

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham PTPP, ANTM dan TOWR | 30 November 2020

1. PT Pembangunan Perumahan Tbk, (PTPP)


PTPP breakout resistance berpotensi menguji resistance berikutnya. Entry Level, target harga, dan stop loss ditingkatkan. Analis menyarankan masuk saham ini di harga Rp 1.370 hingga Rp 1.410. Stop loss di Rp 1.350. Target harga PTPP dipatok di Rp 1.500 hingga Rp 1.550


2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)


ANTM mengalami koreksi dan kembali bergerak ke rentang tren konsolidasi. Investor disarankan masuk saham ini di harga Rp 1.180 hingga Rp 1.210. Stop loss di Rp 1.150. Target harga ANTM berada di Rp 1.260 hingga Rp 1.300


3. PT Sarana Menara Nusantara Tbk  (TOWR)


TOWR candlestick membentuk longwhite body dengan stochastic yang membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan. Uji resistance terdekat. Investor disarankan masuk di harga Rp 1.070 hingga Rp 1.090. Stop loss di harga Rp 1.050. Target harga TOWR berada di Rp 1.150 hingga Rp 1.200. 


Artha Sekuritas Indonesia 

Dennies Chrisoper Jordan

Rekomendasi Saham TKIM, EXCL, JSMR dan HMSP oleh MNC Sekuritas | 30 November 2020


MNC Daily Scope Wave

30 November 2020


IHSG kembali ditutup menguat 0,4% ke level 5,783 pada perdagangan di akhir pekan kemarin (27/11). Kami perkirakan terjadi ekstensi pada wave v dari wave (v) dari wave [iii], hal tersebut berarti IHSG akan berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Adapun rentang penguatan IHSG diperkirakan berada pada 5,820-5,900. Namun demikian, kami tetap mengingatkan bahwa penguatan IHSG ini sudah berada di akhir dari wave v dari (v) dari wave [iii], jadi IHSG akan rentan terkoreksi untuk membentuk wave [iv] dengan rentang 5,500-5,650.

Support: 5,715, 5,520

Resistance: 5,840, 5,960


TKIM - Buy on Weakness (7,475)

Pada perdagangan Jumat kemarin (27/11), TKIM ditutup menguat 1,7% ke level 7,475. Saat ini pergerakan TKIM kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave 5. Hal tersebut berarti, TKIM masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya kembali.

Buy on Weakness: 7,250-7,400

Target Price: 7,775, 8,000

Stoploss: below 7,075


EXCL - Buy on Weakness (2,530)

Menutup pekan kemarin (27/11), EXCL ditutup terkoreksi 0,4% ke level 2,530. Selama EXCL belum mampu menembus 2,600, maka saat ini EXCL sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, EXCL masih rentan koreksi dahulu dan koreksi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness.

Buy on Weakness: 2,350-2,500

Target Price: 2,600, 2,800

Stoploss: below 2,290


JSMR - Sell on Strength (4,400)

Jumat kemarin (27/11), JSMR ditutup menguat 0,5% ke level 4,400. Selama JSMR belum mampu menembus resistance 4,640, maka pergerakan JSMR akan cenderung terkoreksi untuk membentuk wave [iv] dari wave 3 dari wave (C). Adapun level koreksi JSMR berada pada rentang 4,000-4,200, level koreksi tersebut dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 4,500-4,550


HMSP - Sell on Strength (1,600)

HMSP ditutup menguat 0,9% ke level 1,600 pada perdagangan Jumat kemarin (27/11). Kami perkirakan saat ini HMSP sedang berada di akhir wave [i] dari wave 3, hal tersebut berarti penguatan HMSP akan cenderung terbatas dan rentan terkoreksi untuk membentuk wave [ii] dari wave 3. Adapun level koreksi HMSP berada pada rentang 1,480-1,560, level koreksi tersebut dapat dijadikan level buyback.

Sell on Strength: 1,600-1,640


Disclaimer On


Update Harga Komoditas dan Indeks | 30 November 2020


S&P 500 closes at another record Friday, gains 2% on week

Stocks rose on Friday as traders wrapped up a strong week amid decreasing political uncertainty and positive vaccine news.


Dow........29910   +37.9      +0.13%

Nasdaq..12206   +111.4    +0.92%

S&P 500..3638     +8.7        +0.24%

 

FTSE...... .6368    +4.7         +0.07%

Dax........13336    +49.1       +0.37%

CAC........5598     +31.4       +0.56%


Nikkei....26645   +107.4    +0.40%

HSI.........26895   +75.2      +0.28%

Shanghai .3408   +38.6     +1.14%

ST Times..2856   -1.7         -0.06%


IDX....5783.34  +22.42       +0.41%

LQ45...920.11   -0.67          -0.07%


JAKMIND.......997.32   -11.72    -1.16%

JAKCONS....1888.60   +14.28   +0.76%

JAKTRADE....697.35    +6.89     +1.00%

JAKBIND........892.08    -3.31      -0.37%

JAKAGRI....1288.61   +57.29   +4.65%

JAKFIN.....  ..1302.22    -4.93      -0.38%

JAKPROP.....378.50    +9.88     +2.68%

JAKINFR.......994.70     +7.52     +0.76%

JAKMANU....1316.05   +1.24     +0.09%    

JAKMINE....1677.46   +40.46  +2.47%

 

Indo10Yr...6.4557  +0.0096  +0.15%

ICBI......308.7513   -0.0991   -0.03%

US10Yr......0.8420  -0.0360   -4.10%

VIX............20.84   -0.41        -1.93%

  

USDIndx .....91.7900  -0.2390    -0.26%

Como Indx....160.97  +0.59       +0.36%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.......131.56  +2.46        +1.91%



IndoCDS.....72.507   -0.017    -0.02%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14090.00      -10          -0.07%

Jisdor....14145       +15          +0.11%



Euro.........1.1963   +0.0050    +0.42%


TLKM......24.32    +1.34       +5.97%

(3440)

EIDO..........22.68   +0.37       +1.66%

EEM...........50.40   +0.47       +0.95%


Oil..........45.53         +0.62        +1.38%

Gold ....1814.20     -17.70      -0.98%

Timah...18935.00   +145.00   +0.77%

Nickel...16422.50   +142.50    +0.88%

 

Coal price.....69.55   -0.45     -0.64%

(Des/Newcastle) 

Coal price.....69.30   -0.65     -0.92%

(Jan/Newcastle)

Coal price...59.55   +0.70    +1.18%

(Des/Rotterdam) 

Coal price...60.00   +0.70     +1.18%

(Jan/ Rotterdam)

 

CPO(Jan)...3403    +108     +3.28%‼️

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............433.75  +6.25    +1.46%

SoybeanOil...38.43  +0.57    +1.51%

Wheat........ 606.00  +9.50    +1.59%


Wood pulp. 3562.50 unch    +0%


( DE/ Phintraco(AT)  30-11-20)