Langsung ke konten utama

PT M Cash Integrasi Tbk dan PT SiCepat Ekspres Indonesia Jalin Kerjasama


PT SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat), mengumumkan penandatanganan conditional share subscription agreement (CSSA) untuk menginvestasikan hingga 51% saham di DigiResto, Food Ordering Platform yang dikembangkan oleh PT Digital Maxima Kharisma ("DMK"), anak perusahaan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Investasi yang didasarkan atas kepuasan akan hasil dari uji kelayakan ini akan menjadikan SiCepat terlibat langsung dalam pengembangan DigiResto. DigiResto merupakan platform pemesanan makanan & minuman ("F&B") yang dibangun di atas teknologi MCAS Group dan SiCepat akan berkontribusi serta berbagi best practice logistik sebagai penyedia pengiriman jarak jauh.

The Kim Hai, Chief Executive Officer SiCepat, berkomentar, "Kami senang menandatangani CSSA dengan DigiResto dan berperan lebih aktif dalam mendorong platform menuju potensi maksimalnya. Melalui investasi ini, SiCepat berupaya untuk meningkatkan adopsi platform dan menyempurnakan kapabilitas layanan DigiResto serta meningkatkan aliran pendapatan kami dengan memanfaatkan pasar pengiriman makanan yang sedang berkembang yang diperkirakan bernilai hampir USD 2 miliar pada tahun 2020.

Ke depan, kami akan mengeksplorasi peluang investasi strategis lebih lanjut dengan MCAS Group dan mengintegrasikan lebih banyak penawaran teknologi mereka ke dalam supply chain kami."

Mohammad Anis Yunianto, Direktur DMK, menambahkan, DMK mengapresiasi investasi CSSA dengan SiCepat dan komitmen mereka untuk mendorong DigiResto ke komersialisasi dengan skala yang luas. Dengan dukungan tambahan dari SiCepat, kami dapat mempercepat upaya perluasan jaringan merchant F&B kami dan memperluas cakupan layanan DigiResto.

"Kami sangat senang dengan layanan pengiriman makanan di Indonesia yang diharapkan tumbuh pada 11,5% CAGR dari tahun 2020-2024 dan mencapai perkiraan nilai pasar sebesar USD 3 miliar pada tahun 2024. Seiring dengan kemajuan kemitraan kami, kami berupaya untuk sepenuhnya mengintegrasikan kemampuan pengiriman layanan jarak jauh SiCepat dan memberikan solusi pemesanan makanan secara menyeluruh yang memuaskan konsumen dan membantu mitra pedagang kami."pungkaasnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da