google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo [TLKM] PT Telkom Indonesia (Persero) Tbkh Hadirkan Tayangan Olahraga di Usee Sports 1 dan 2 Langsung ke konten utama

[TLKM] PT Telkom Indonesia (Persero) Tbkh Hadirkan Tayangan Olahraga di Usee Sports 1 dan 2


Mengawali tahun 2021, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menghadirkan tayangan yang paling ditunggu oleh pecinta olahraga tanah air. Kali ini IndiHome menghadirkan berbagai program tayangan olahraga di Channel Usee Sports 1 dan Usee Sports 2 yang dapat dinikmati kapan saja dan di mana saja.

"Olahraga sudah menjadi bagian tak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, mulai Januari 2021 kami menghadirkan kembali berbagai tayangan olahraga pada Channel Usee Sports 1 dan Usee Sports 2 di IndiHome TV sehingga masyarakat yang menyukai olahraga bisa menikmati dan mendapatkan informasi terkait dunia olahraga dengan mudah, aman, dan nyaman di rumah," ujar E. Kurniawan selaku Vice President Marketing Management Telkom.

Kurniawan melanjutkan, melalui kedua channel olahraga tersebut, pecinta olahraga bisa menyaksikan secara langsung tayangan kompetisi bergengsi sepak bola Indonesia, seperti Liga 1 dan Liga 2. Cabang olahraga bergengsi basket seperti Indonesian Basketball League (IBL) juga dapat dinikmati melalui IndiHome TV.

Tidak hanya itu, pelanggan juga dapat menikmati tayangan olahraga luar negeri seperti turnamen bulu tangkis Badminton World Federation (BWF), kompetisi sepakbola bergengsi dunia Liga Champion, Liga Europa dan Coppa Italia di channel Usee Sports 1 dan Usee Sports 2.

Pelanggan bisa menikmati berbagai macam tayangan olahraga terbaik tersebut mulai bulan Januari 2021, dengan beberapa jadwal pertandingan perdana di antaranya turnamen BWF yang terdiri dari Yonex Thailand Open 2020, Toyota Thailand Open 2021 dan HSBC BWF World Tour Final 2020, serta Coppa Italia yang tayang di bulan Januari 2021. Sedangkan, Liga Champions dan Liga Europa akan mulai tayang di bulan Februari 2021 serta liga basket tertinggi di Indonesia, yaitu IBL dijadwalkan kembali hadir di bulan Maret 2021.

Tidak hanya pertandingan olahraga unggulan, channel Usee Sports dan Usee Sports 2 juga memproduksi berbagai macam program olahraga berkualitas seperti Rivalitas yang menampilkan flashback persaingan sengit antar club yang terjadi di kancah sepak bola Indonesia, Ricky Smash yaitu program magazine yang membahas seputar olahraga bulu tangkis di tanah air yang dibawakan oleh legenda bulutangkis Indonesia Ricky Soebagja, Soccer Tonight yang berisi program berita perkembangan sepak bola mancanegara, berita tentang atlet hingga cuplikan pertandingan terbaik serta berbagai program menarik lainnya.

Tayangan olahraga unggulan tersebut dapat dinikmati oleh pelanggan IndiHome hanya dengan berlangganan minipack IndiSport 2 yang dapat diaktivasi dengan mudah melalui layar IndiHome TV atau aplikasi myIndiHome. Biaya berlangganan IndiSport 2 cukup terjangkau dan dapat dibayar dengan dua metode pembayaran melalui pre-paid atau post-paid lewat tagihan IndiHome.

Dengan berlangganan IndiSport 2 pelanggan bisa mendapatkan akses 24 jam channel Usee Sports [85 SD | 901 HD], Usee Sports 2 [86 SD | 902 HD], Champions TV 1 [712 SD | 980 HD] dan Champions TV 2 [713 SD | 981 HD]. Tak hanya itu, pelanggan juga dapat menikmati tayangan tersebut di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi UseeTV GO yang tersedia di Playstore dan AppStore serta website useetv.com.(end)


Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...