Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 13 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 13, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

S&P 500 berakhir dengan sedikit penguatan karena saham small cap

Indeks S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Selasa sementara saham di perusahaan kecil melonjak ke rekor tertinggi karena investor menyukai segmen pasar yang lebih sensitif secara ekonomi karena mereka bertaruh pada pemulihan pada tahun 2021.

Dow Jones naik 60 poin atau 0,19% menjadi 31.068,69. S&P 500 naik 1,58 poin atau 0,04% menjadi 3.801,19. Komposit Nasdaq menambahkan 36,00 poin atau 0,28% menjadi 13.072,43.

Imbal hasil Treasury AS naik dan saham kecil Russell 2000 berakhir naik 1,8% pada rekor tertinggi, setelah berkinerja baik sepanjang sesi, bersama dengan siklus sektor keuangan dan energi, yang sangat bergantung pada ekonomi yang kuat untuk pertumbuhan. Investor bertaruh bahwa Presiden AS Joe Biden, seorang Demokrat, akan mengantarkan stimulus fiskal yang lebih kuat dan bahwa peningkatan distribusi vaksin virus korona akan meningkatkan ekonomi, menurut Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.

Eropa

Bursa Eropa berakhir datar meskipun siklus naik

Bursa Eropa ditutup datar pada hari Selasa, dengan sektor-sektor yang sensitif secara ekonomi termasuk bank, pembuat mobil dan pasar pendukung minyak di seluruh benua.

Indeks STOXX 600 ditutup naik 0,05% menjadi 408,61.

Investor menunggu dimulainya musim pendapatan AS minggu ini serta kejelasan tentang rencana pengeluaran fiskal di bawah Presiden AS Joe Biden yang akan datang, yang mulai menjabat pada 20 Januari. Di Eropa, pembuat mobil melonjak 1,7% memimpin kenaikan setelah Renault, BMW dan VW melaporkan penjualan tahun 2020. Saingan pembuatan mobil AS mereka juga mendapat dorongan setelah General Motors mengumumkan masuknya ke dalam bisnis kendaraan pengiriman listrik yang sedang berkembang.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da