Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 14 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 14, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

S&P ditutup lebih tinggi dengan sektor pertahanan memimpin kenaikan

Indeks acuan S&P 500 Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Rabu dengan sektor pertahanan memimpin kenaikan karena investor menunggu rincian rencana stimulus fiskal AS berikutnya dan Kongres memulai dengar pendapat pemakzulan Presiden Donald Trump.

Dow Jones turun 8,22 poin atau 0,03% menjadi 31.060,47. S&P 500 naik 8,65 poin atau 0,23% menjadi 3.809,84. Komposit Nasdaq menambahkan 56,52 poin atau 0,43% menjadi 13.128,95.

Imbal hasil Treasury AS turun setelah naik selama enam sesi berturut-turut, memberikan dorongan untuk sektor pertahanan yang sensitif terhadap suku bunga seperti utilitas dan real estat, sementara sektor siklus yang sensitif secara ekonomi tertinggal. Intel Corp adalah pemenang persentase terbesar di S&P, naik 7% setelah pembuat chip itu mengatakan akan mengganti Chief Executive Officer Bob Swan dengan CEO VMware Inc Pat Gelsinger bulan depan.

Eropa

Kesepakatan membuat saham-saham Eropa lebih tinggi karena penguncian yang lama semakin dekat

Bursa Eropa ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Rabu, dengan kenaikan terkait kesepakatan di toko kelontong Prancis Carrefour dan Telefonica Spanyol mengimbangi kekhawatiran yang lebih luas tentang penguncian COVID-19 yang diperpanjang.

Indeks STOXX 600 Eropa naik hanya 0,1% menjadi 409,07.

Saham Carrefour naik 13,4% ke level tertinggi sejak Agustus 2019 setelah pendekatan pengambilalihan yang mengejutkan sebesar 16,2 miliar euro ($ 19,72 miliar) dari operator toko serba ada Kanada Alimentation Couche-Tard. Sahamnya memimpin kenaikan di Paris 'CAC 40, sementara saham saingannya di Prancis Casino naik 3,9%. Telefonica melonjak 9,7% setelah setuju untuk menjual tiang telepon selulernya di Eropa dan Amerika Latin ke operator infrastruktur telekomunikasi yang berbasis di AS American Towers seharga 7,7 miliar euro ($ 9,4 miliar).

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da