Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 7 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 7, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Dow dan S&P 500 ditutup lebih tinggi, tetapi protes pro-Trump membebani kenaikan

Dow dan S&P 500 berakhir lebih tinggi, melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Rabu, karena investor masuk ke saham keuangan dan industri di tengah taruhan langkah Demokrat di Georgia akan menyebabkan lebih banyak stimulus fiskal dan belanja infrastruktur.

Dow Jones ditutup 437,8 poin lebih tinggi atau 1,44% menjadi 30.829,4. S&P 500 naik 21,28 poin atau 0,57% menjadi 3.748,14. Nasdaq Composite turun 78,17 poin atau 0,61% menjadi 12.740,79.

Tetapi Wall Street memangkas keuntungan sebelumnya dan indeks Nasdaq ditutup lebih rendah setelah segerombolan pengunjuk rasa menyerbu Capitol AS pada hari Rabu ketika mereka berusaha memaksa Kongres untuk membatalkan kekalahan pemilihan Presiden Donald Trump dari Joe Biden. Anggota parlemen dievakuasi setelah pendukung Trump menerobos gedung ketika petugas polisi berjaga-jaga. Beberapa polisi menanggapi dengan senjata terhunus dan gas air mata.

Eropa

Bursa Eropa melonjak karena harapan vaksin, Demokrat di puncak kemenangan Senat

Bursa Eropa melonjak pada hari Rabu setelah vaksin COVID-19 kedua memenangkan persetujuan peraturan di wilayah tersebut, sementara itu ada ekspektasi kenaikan stimulus fiskal AS yang lebih besar karena Demokrat mendekati kemenangan Senat.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 1,4% menjadi 406,41.

Vaksin Moderna Inc, yang mendapat persetujuan dari European Medicines Authority (EMA) dan kemudian Komisi Eropa, dipandang sebagai pendorong besar bagi harapan Eropa untuk membendung virus corona. Bank yang sensitif secara ekonomi melonjak 5,5%, mencatatkan hari terbaik mereka dalam dua bulan, dengan HSBC Inggris, Santander Spanyol dan BNP Paribas Prancis memberikan dorongan terbesar.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da