Langsung ke konten utama

[MDKA] PEFINDO MENETAPKAN PERINGKAT "idA" UNTUK RENCANA OBLIGASI MDKA


PEFINDO telah menetapkan peringkat "idA" untuk rencana Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2021 PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar maksimum Rp3,0 triliun. Dana dari obligasi tersebut akan digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun 2021, pembiayaan belanja modal dan sebagai tambahan kebutuhan modal kerja Perusahaan. PEFINDO juga menegaskan peringkat .idA. untuk Perusahaan dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2020. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Peringkat tersebut mencerminkan biaya tunai (cash cost) Perusahaan yang rendah, potensi perolehan pendapatan yang lebih tinggi dari proyek Acid Iron Metal (AIM), serta permintaan emas yang tinggi. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh sumber daya tambang yang terbatas, eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca yang tidak menguntungkan, dan risiko pengembangan tambang di daerah baru.

Peringkat dapat dinaikkan jika Perusahaan mampu meningkatkan profil tambang dengan memperbesar cadangan emas dan tembaga serta progres perkembangan proyek AIM yang lebih baik. Hal tersebut juga harus diikuti oleh struktur permodalan yang konservatif dan perlindungan arus kas yang kuat dengan tetap mempertahankan marjin profitabilitas yang baik. Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan membiayai belanja modalnya dengan utang dalam jumlah yang besar sehingga menyebabkan struktur permodalan Perusahaan menjadi lebih agresif yang ditandai oleh rasio utang terhadap EBITDA lebih besar dari 3,0x secara berkelanjutan tanpa disertai oleh profil bisnis yang lebih kuat.

Penurunan signifikan pada harga emas juga dapat menyebabkan penurunan peringkat karena dapat memberikan dampak negatif kepada profil keuangan Perusahaan. Sebagai tambahan, Perusahaan mempunyai proyek jangka panjang yang terletak di Pani dan Banyuwangi (proyek Tembaga Tujuh Bukit) yang membutuhkan belanja modal dalam jumlah signifikan. Kami belum mempertimbangkan rencana belanja modal dan potensi pendapatan dari proyek tersebut kedalam proyeksi keuangan Perusahaan.

MDKA berdiri pada tahun 2012 dan bergerak dalam kegiatan pertambangan. Pada saat ini, Perusahaan mempunyai dua operasional tambang yang terletak di Tujuh Bukit, Banyuwangi untuk pertambangan emas dan Pulau Wetar, Maluku untuk pertambangan tembaga. Per 30 September 2020, pemegang saham Perusahaan adalah PT Saratoga Investama Sedaya (19,13%), PT Mitra Daya Mustika (13,47%), Garibaldi Thohir (8,20%), PT Suwarna Arta Mandiri (6,33%), Pemda Kabupaten Banyuwangi (5,23%), dan lainnya termasuk publik (47,64%). (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da