Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham ANTM, JSMR, BBTN dan PTPP oleh MNC Sekuritas | 29 Maret 2021


MNC Daily Scope Wave

29 Maret 2021

Menutup pekan kemarin (26/3), IHSG bergerak menguat 1,2% dan ditutup di level 6,195 dengan munculnya tekanan beli. Kami memperkirakan, selama IHSG belum mampu menembus resistance di 6,360, maka pergerakan IHSG saat ini sedang membentuk wave (iv) dari wave [c] dari wave 2 pada skenario merah. Hal tersebut berarti, penguatan IHSG akan relatif terbatas dan masih rawan terkoreksi untuk membentuk wave (v) dari wave [c] dari wave 2. Adapun level penguatan IHSG kami perkirakan berada pada rentang 6,200-6,250 dan untuk level koreksi IHSG berada pada rentang 5,980-6,100.

Support: 6,018, 5,735

Resistance: 6,360, 6,400

ANTM - Buy on Weakness (2,430)

Pada penutupan pekan kemarin (26/3), ANTM ditutup menguat signifikan sebesar 11,5% ke level 2,430, diiringi dengan tekanan beli yang besar. Selama tidak kembali terkoreksi ke bawah 2,100, maka posisi ANTM saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave 5 pada skenario biru. Hal tersebut berarti, ANTM masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 2,300-2,400

Target Price: 2,600, 2,900

Stoploss: below 2,100

JSMR - Spec Buy (4,150)

JSMR ditutup terkoreksi 1,2% ke level 4,180 pada perdagangan Jumat kemarin (26/3). Kami memperkirakan, posisi JSMR saat ini sudah berada di akhir wave [b] dari wave B. Hal tersebut berarti, selama JSMR tidak terkoreksi ke bawah 4,130 secara agresif, maka JSMR berpeluang berbalik menguat.

Spec Buy: 4,130-4,180

Target Price: 4,500, 4,800

Stoploss: below 4,130

BBTN - Buy on Weakness (1,845)

BBTN ditutup menguat 3,4% ke level 1,845 pada Jumat kemarin (26/3) dan disertai dengan tekanan beli yang relatif besar. Selama tidak kembali terkoreksi ke bawah 1,765, maka posisi BBTN saat ini sudah berada di awal wave B. Hal tersebut berarti, BBTN berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,800-1,845

Target Price: 1,900, 2,020

Stoploss: below 1,765

PTPP - Sell on Strength (1,495)

Pada perdagangan Jumat kemarin (27/3), PTPP ditutup menguat 1% ke level 1,495. Meskipun menguat, namun kami perkirakan posisi PTPP saat ini sedang membentuk wave (C) dari wave [B], sehingga waspadai support yang berada di 1,450. Apabila PTPP menembus support tersebut, maka PTPP terkonfirmasi membentuk wave (C) dengan rentang koreksi di 1,200-1,400.

Sell on Strength: 1,500-1,550

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da