google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham HMSP, AKRA, WSKT dan BMRI oleh MNC Sekuritas | 8 Maret 2021 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham HMSP, AKRA, WSKT dan BMRI oleh MNC Sekuritas | 8 Maret 2021


MNC Daily Scope Wave

8 Maret 2021

Menutup pekan kemarin (5/3), IHSG masih ditutup terkoreksi 0,5% ke level 6,258. Selama IHSG belum mampu menguat di atas 6,400, maka kami perkirakan saat ini sedang berada pada awal dari wave C dari wave (4), yang berarti IHSG akan memulai fase koreksinya dengan koreksi terdekat berada pada area 6,130-6,200 terlebih dahulu. Namun, apabila IHSG mampu menguat di atas 6,400 atau bahkan di atas 6,505, maka pergerakan IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (5).

Support: 6,184, 6,090

Resistance: 6,400, 6,505

HMSP - Buy on Weakness (1,445)

Jumat kemarin (5/3), HMSP ditutup terkoreksi 1,4% ke level 1,445. Posisi HMSP saat ini diperkirakan sedang membentuk wave [ii] dari wave C, sehingga pergerakan HMSP akan cenderung terkoreksi terlebih dahulu. Setelah terkonfirmasi membentuk wave [ii], maka HMSP berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,380-1,430

Target Price: 1,600, 1,700

Stoploss: below 1,315

AKRA - Buy on Weakness (3,400)

AKRA ditutup menguat tipis 0,6% ke level 3,400 pada perdagangan pekan kemarin (5/3). Saat ini posisi AKRA kami perkirakan sedang berada di awal dari wave (iii) dari wave [iii] dari wave C, hal tersebut berarti AKRA berpotensi untuk menguat.

Buy on Weakness: 3,300-3,400

Target Price: 3,750, 3,900

Stoploss: below 3,270

WSKT - Spec Buy (1,405)

Pada perdagangan Jumat kemarin (5/3), WSKT ditutup terkoreksi 1,7% ke level 1,405. Selama WSKT tidak terkoreksi di bawah 1,320, maka saat ini posisi WSKT sudah berada di akhir wave [b] dari wave B. Hal tersebut berarti, koreksi WSKT akan cenderung terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat.

Spec Buy: 1,360-1,400

Target Price: 1,660, 1,800

Stoploss: below 1,320

BMRI - Sell on Strength (6,475)

BMRI ditutup terkoreksi 1,1% ke level 6,475 pada perdagangan pekan kemarin (5/3). Kami perkirakan saat ini posisi BMRI sedang berada pada bagian dari wave B, yang berarti BMRI masih berpeluang untuk menguat kembali. Namun, selama BMRI belum mempu menguat di atas 7,450, maka penguatan BMRI akan relatif terbatas dan rentan koreksi untuk membentuk wave C dari wave (B), terutama bila BMRI bergerak ke bawah 6,100 secara agresif. Adapun rentang koreksi BMRI berada pada 5,600-6,000.

Sell on Strength: 6,500-6,800

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...