Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham PGAS, UNVR, INKP dan LPKR oleh MNC Sekuritas | 30 Maret 2021


MNC Daily Scope Wave

30 Maret 2021

IHSG ditutup terkoreksi 0,5% ke level 6,166 pada perdagangan kemarin (29/3). Kami perkirakan, IHSG akan menguji level 6,128-6,160 dan selama IHSG masih mampu bertahan di atas level 6,060, maka IHSG berpeluang untuk menguat kembali menguji 6,240-6,250 untuk membentuk wave (iv) dari wave [c] dari wave 2 pada skenario merah. Hal tersebut berarti, penguatan IHSG akan relatif terbatas dan masih rawan terkoreksi untuk membentuk wave (v) dari wave [c] dari wave 2. 

Support: 6,060, 5,735

Resistance: 6,360, 6,400

PGAS - Buy on Weakness (1,375)

PGAS ditutup menguat 1,1% di level 1,375 diiringi dengan munculnya tekanan beli pada perdagangan kemarin (29/3). Selama tidak kembali terkoreksi ke bawah 1,310, maka kami memperkirakan saat ini posisi PGAS sedang membentuk awal wave [iii] dari wave 5. Hal tersebut berarti, PGAS masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,330-1,375

Target Price: 1,500, 1,660

Stoploss: below 1,310

UNVR - Buy on Weakness (6,725)

Pada perdagangan kemarin (29/3), UNVR ditutup menguat 1,9% ke level 6,725 disertai dengan tekanan beli. Saat ini, posisi UNVR kami perkirakan sedang berada di awal wave (Y). Hal tersebut berarti, UNVR masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya, selama tidak terkoreksi ke bawah 6,475.

Buy on Weakness: 6,600-6,700

Target Price: 7,000, 7,350

Stoploss: below 6,475

INKP - Spec Buy (11,575)

INKP ditutup terkoreksi 1,3% di level 11,575. Kami perkirakan, selama tidak terkoreksi ke bawah 11,200 sebagai supportnya, maka saat ini INKP sedang berada di awal wave (5) dari wave [C]. 

Spec Buy: 11,300-11,575

Target Price: 13,000, 14,225

Stoploss: below 11,200

LPKR - Sell on Strength (196)

Kemarin (29/3), LPKR ditutup terkoreksi 1,5% ke level 196. Kami perkirakan, saat ini pergerakan LPKR sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c] dari wave 2. Hal tersebut berarti, LPKR masih rawan terkoreksi, terlebih bila menembus support terdekat yang berada di 192. Arah koreksi LPKR kami perkirakan berada pada rentang 176-184 dan dapat dicermati untuk melakukan buyback.

Sell on Strength: 196-202


Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da