google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo [GEMS] Ketentuan free float terpenuhi, Golden Energy ingin batalkan rights issue Langsung ke konten utama

[GEMS] Ketentuan free float terpenuhi, Golden Energy ingin batalkan rights issue


 PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) berencana untuk membatalkan proses penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) yang awalnya bertujuan untuk memenuhi ketentuan free float. 

Pasalnya, setelah pemegang saham pengendali GEMS, yakni Golden Energy and Resources Ltd (GEAR) melakukan divestasi kepemilikannya, emiten Grup Sinarmas ini sudah memenuhi free float minimum 7,5%.

Seiring dengan terpenuhinya ketentuan tersebut, manajemen GEMS berharap, Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat membuka suspensi saham GEMS.  

"Kami berharap BEI dapat mencabut penghentian sementara perdagangan saham perusahaan agar masyarakat dan investor publik dapat melakukan transaksi saham GEMS secara normal," kata Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kontan.co.id, Jumat (16/4).

Lebih lanjut, Sudin menjelaskan, GEAR selaku pemilik 62,48% saham GEMS, memang memilih melakukan divestasi sahamnya dibanding melaksanakan rights issue. Alasannya, GEAR menyadari bahwa rights issue tidak akan berjalan cukup baik, terutama dalam hal penyerapan saham yang ditawarkan.

Asal tahu saja, divestasi ini dilakukan dengan menjual 4,5% kepemilikan GEAR kepada Ascend yang merupakan entitas berbentuk Fund/Collective Investment Scheme yang dikelola oleh manajer investasi, Ascend Capital Advisors Pte Ltd. Ascend Capital Advisors memiliki lisensi dari Monetary Authority of Singapore.

GEAR juga berharap, BEI dapat segera mencabut suspensi saham GEMS sehingga nilai pasar saham dapat lebih sesuai dengan kinerja perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai GEMS maupun GEAR. 

Di samping itu, fasilitas utang yang diterima GEAR berupa surat utang dan pinjaman juga dijamin dengan gadai saham GEAR di PT Golden Energy Mines Tbk.

Dengan begitu, apabila GEMS terus terkena suspensi hingga dihapuskan dari pencatatan (delisting), maka hal tersebut akan berdampak pada ongkos pembiayaan GEAR. "Mengingat, jaminan yang diperdagangkan di BEI lebih diutamakan dibandingkan saham yang tidak diperdagangkan di BEI," ungkap Sudin.

Sekadar informasi, GEMS sudah melakukan registrasi pelaksanaan rights issue ke Otoritas Jasa Keuangan pada 3 Desember 2020, 28 Desember 2020, dan 22 Februari 2021. Pada awalnya, GEMS berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 588,23 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Sumber: KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...