Langsung ke konten utama

[JPFA] Japfa Comfeed Indonesia akan bagi dividen Rp 40 per saham


PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (15/4). Dalam rapat tersebut menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 40 per saham untuk kinerja tahun buku 2020.

Kepala Divisi Pengawasan Keuangan Japfa Comfeed Indonesia Erwin Djohan menyatakan, Manajemen JPFA memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 40 per saham.

Jika melihat data RTI, sekarang ini total saham beredar JPFA tercatat sebanyak 11.726.575.201, sehingga total dividen tunai yang dibagikan JPFA sekitar Rp 469,06 miliar dari kinerja tahun buku 2020. “Dividend payout ratio 51% dari laba tahun 2020,” ujarnya, Kamis (15/4).

Pada tahun lalu JPFA mencatat laba tahun berjalan sebelum efek penyesuaian laba entitas yang bergabung yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 916,71 miliar atau turun 48,07% dari tahun 2019 senilai Rp 1,76 triliun. Hal ini sejalan dengan penurunan penjualan bersih sebesar 4,91% menjadi Rp 36,96 triliun.

Sebagai informasi, JPFA telah membagikan dividen sebesar Rp 20 per saham dari laba tahun buku 2019. 

Sementara pada tahun 2019, JPFA membagikan dividen sebesar Rp 50 per saham dari tahun buku 2018.

Sumber: KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Analisa Saham BGTG | 22 Oktober 2021

Analisa Saham BGTG Saham BGTG pada tanggal 21 Oktober 2021 ditutup melemah pada harga 174, turun -0,57%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 105% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bullish.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah Downtrend dengan Sideway Kecil Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 183 Jika naik di atas 189 maka berpeluang ke 234 Jika turun di bawah 173 maka berpeluang ke 164 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/ Facebook Page : https://web.facebook

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr