Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham INDY, ANTM, SSMS dan ACES | MNC Sekuritas | 22 April 2021


MNC Daily Scope Wave

22 April 2021

Kemarin (21/4), IHSG ditutup terkoreksi 0,7% ke level 5,993 dan disertai dengan tekanan jual yang cukup tinggi. Dengan tertembusnya support 5,999, maka kami perkirakan IHSG rawan koreksi ke area 5,927-5,970. Meskipun menguat, kami perkirakan akan menguji area 6,020-6,040.

Support: 5,880, 5,735

Resistance: 6,115, 6,230

INDY - Buy on Weakness (1,425)

Pada perdagangan kemarin (21/4), INDY ditutup terkoreksi 2,7% ke level 1,425. Selama INDY mampu bergerak di atas 1,370, maka kami perkirakan posisi INDY saat ini sedang berada di awal wave (D) pada pola triangle.

Buy on Weakness: 1,400-1,425

Target Price: 1,545, 1,650

Stoploss: below 1,370

ANTM - Buy on Weakness (2,370)

ANTM ditutup menguat 0,9% ke level 2,370 pada perdagangan kemarin (21/4) dan diikuti dengan tekanan beli. Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada di awal wave iii dari wave (iii) dari wave [c]. Skenario ini berlaku bila ANTM tidak terkoreksi ke bawah 2,210.

Buy on Weakness: 2,320-2,370

Target Price: 2,600, 2,900

Stoploss: below 2,210

SSMS - Buy on Weakness (930)

SSMS ditutup menguat 3,9% ke level 930 pada perdagangan kemarin (21/4) disertai dengan volume pembelian yang cukup besar. Selama SSMS berada di atas 875, maka posisi SSMS saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave 3 dari wave (C).

Buy on Weakness: 900-930

Target Price: 1,000, 1,080

Stoploss: below 875

ACES - Sell on Strength (1,485)

Kemarin (21/4), ACES ditutup terkoreksi 2,6% ke level 1,485. Selama ACES belum mampu menguat di atas 1,590, maka posisi ACES saat ini sedang berada di awal wave (v) dari wave [v] dari wave C. Hal ini berarti, ACES masih rawan terkoreksi dengan rentang berada pada 1,300-1,400.

Sell on Strength: 1,495-1,520

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Cara Menghitung Harga Wajar Saham Menurut Benjamin Graham

Harga Wajar dan Benjamin Graham Harga wajar atau Harga intrinsik adalah harga wajar suatu perusahaan. Jika harga saham diatas Harga wajar artinya saham tersebut mahal dan jika dijual dibawah Harga wajar artinya saham tersebut murah.Salah satu investor yang mempopulerkan tentang Harga wajar adalah Benjamin Graham. Seorang investor yang menjadi figur penting Warren Buffet. Benjamin Graham mengajar di Columbia Business School tempat Warren Buffet menimba ilmu. Benjamin Graham menulis buku the security analysis dan juga the intelligent investor. Buku yang merupakan legenda dan bacaan wajib bagi para value investor di seluruh dunia. Buku yang juga dibaca dan didalami oleh Warren Buffet ataupun Lo Kheng Hong. Harga Wajar menurut Benjamin Graham Mari saya jelaskan bagaimana contoh menghitung Harga wajar. Dan sebagai contoh perusahaan maka saya akan menggunakan salah satu perusahaan lain yang saya beli. Saya menggunakan data EPS 2018 dengan harga EPS 141,84 Komponen yang saya gunakan ada 2 dal