Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 6 April 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Apr 6, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Data ekonomi yang kuat mengangkat Dow, S&P 500 menjadi rekor penutupan

Bursa AS menguat pada hari Senin dengan Dow dan S&P 500 ditutup pada level rekor, karena putaran data ekonomi yang kuat mendukung optimisme investor untuk pembukaan kembali ekonomi dan kenaikan yang diredam dalam imbal hasil Treasury AS 10-tahun membuat kekhawatiran inflasi terkendali.

Dow Jones naik 373,98 poin atau 1,13% menjadi 33.527,19. S&P 500 naik 58,04 poin atau 1,44% menjadi 4.077,91. Komposit Nasdaq menambahkan 225,49 poin atau 1,67% menjadi 13.705,59.

Sebuah survei ISM untuk bulan Maret menunjukkan ukuran aktivitas industri jasa AS melonjak ke rekor tertinggi. Data tersebut mengikuti laporan hari Jumat yang menunjukkan nonfarm payrolls AS melonjak 916.000 pekerjaan di bulan Maret, mengalahkan perkiraan. Investor bertaruh pada sektor siklikal yang siap memimpin pembukaan kembali ekonomi, dengan energi, keuangan, dan material di antara yang berkinerja terbaik tahun ini. Imbal hasil yang meningkat pada catatan Treasury AS 10-tahun telah mengurangi minat terhadap saham teknologi.

Eropa

Bursa Eropa beringsut menuju rekor tertinggi sebagai PMI, dukungan reli chip

Bursa Eropa memulai kuartal baru dengan kenaikan pada hari Kamis, karena optimisme seputar rencana pengeluaran pemerintah AS yang baru dan data aktivitas pabrik yang kuat dari zona euro menutupi kekhawatiran tentang penguncian lain di Prancis.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5% menjadi 432,22.

Meskipun program vaksinasi lambat dan gelombang pandemi baru melanda beberapa negara, pasar Eropa telah memulihkan hampir semua kerugian yang dipicu pandemi pada aktivitas manufaktur yang kuat dan pemulihan saham terkait ekonomi seperti bank dan energi. Data menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik zona euro berpacu pada laju tercepat dalam hampir 24 tahun sejarah survei bisnis terkemuka di bulan Maret.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Mau Investasi Cuan di 2021? Buruan Serok Saham Pilihan Ini

Katanya tahun depan disebut tahunnya kerja keras dan disiplin. Siapa yang kerja keras, sabar, dan disiplin, bakal kaya raya. Sebaliknya, yang bermalas-malasan, bakal merugi. Selain bekerja, kamu juga harus pintar memutar gaji atau penghasilan. Supaya duit tidak habis, tetapi malah berkembang biak. Caranya dengan investasi. Begitulah strategi orang-orang tajir. Maka dari itu, uang mereka terus bertambah banyak. Apalagi kalau investasinya di pasar modal, khususnya investasi saham. Cuannya lebih gede. Jika ada yang sudah mantap terjun sebagai investor saham atau mau investasi tetapi masih bingung, simak nih penjelasan tentang kondisi dan tren pasar di 2021, strategi investasinya, serta saham-saham yang layak dikoleksi. IHSG Diprediksi Tembus 6.800 di 2021 Kalau melihat data bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak positif jelang akhir tahun. Ijo royo-royo. Saat ini, indeks acuan bursa nasional tersebut berada dikisaran 5.900-an. Prediksinya bisa tembus ke level 6.000

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham LSIP | 29 November 2021

Saham LSIP LSIP membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan dengan penurunan tajam Jumat lalu kemarin, LSIP berisiko melanjutkan penurunannya menuju target 1170. Indikator teknikal MACD yang lebih dahulu dead cross mendukung prediksi penurunan LSIP. Rekomendasi: Hindari. Sell/ Sell on strength bagi yang punya. Target penurunan berada di 1170. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online