google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham ASII, TLKM, MEDC dan BBNI oleh MNC Sekuritas | 4 Mei 2021 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham ASII, TLKM, MEDC dan BBNI oleh MNC Sekuritas | 4 Mei 2021


 MNC Daily Scope Wave

4 Mei 2021

IHSG ditutup terkoreksi 0,7% ke level 5,952 pada perdagangan kemarin (3/5). Dengan terkoreksinya IHSG ke bawah 5,950, maka kami perkirakan IHSG akan menguji area 5,917-5,930. Apabila IHSG sanggup bertahan di atas 5,883, maka kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk mengarah ke area 6,020-6,030 kembali.

Support: 5,880, 5,735

Resistance: 6,115, 6,230

ASII - Buy on Weakness (5,425)

Pada perdagangan kemarin (3/5), ASII ditutup menguat 0,2% ke level 5,425. Kami perkirakan saat ini posisi ASII sedang berada di awal wave (v) dari wave [i] dari wave C, yang berarti pergerakan ASII selanjutnya akan berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Namun, skenario ini akan batal bila ASII terkoreksi ke bawah 5,325. 

Buy on Weakness: 5,375-5,425

Target Price: 5,675, 5,750

Stoploss: below 5,325

TLKM - Spec Buy (3,170)

Kemarin (3/5), TLKM ditutup terkoreksi 0,9% ke level 3,170. Kami memperkirakan selama TLKM masih mampu bertahan di atas 3,040, maka kami perkirakan saat ini pergerakan TLKM sudah berada di akhir wave [ii] dari wave 3 pada skenario hitam atau akhir wave 2 pada skenario merah. Hal ini berarti, koreksi TLKM akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 3,100-3,170

Target Price: 3,330, 3,500

Stoploss: below 3,040

MEDC - Buy on Weakness (685)

MEDC ditutup menguat 2,2% ke level 685 pada perdagangan kemarin (3/5). Kami memperkirakan, saat ini pergerakan MEDC sedang berada di wave [iii] dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti, meskipun MEDC terkoreksi namun akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 650-685

Target Price: 725, 740

Stoploss: below 620

BBNI - Sell on Strength (5,575)

BBNI ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 2,2% ke level 5,575. Kami memperkirakan saat ini BBNI sedang berada di wave [y] dari wave B, sehingga BBNI masih rawan terkoreksi. Adapun level koreksi BBNI diperkirakan berada pada rentang 5,250-5,400, selama BBNI tidak menembus support 5,250, maka level koreksi tersebut dapat dijadikan level buyback.

Sell on Strength: 5,600-5,750

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...