google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Ulasan Pasar Global | 18 Juni 2021 Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 18 Juni 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jun 18, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Nasdaq ditutup karena kekuatan saham teknologi dan Fed yang hawkish membatasi S&P

Keyakinan pada kekuatan pemulihan ekonomi mendorong investor ke saham teknologi AS pada hari Kamis, mendorong Nasdaq lebih tinggi, meskipun hangover pasca-Fed membuat S&P yang lemah mengalami kerugian yang sangat kecil.

Dow Jones turun 210,22 poin atau 0,62% menjadi 33.823,45. S&P 500 kehilangan 1,84 poin atau 0,04% menjadi 4.221,86. Nasdaq Composite menambahkan 121,67 poin atau 0,87% menjadi 14.161,35.

Pejabat Fed mengutip prospek ekonomi yang membaik karena ekonomi AS pulih dengan cepat dari pandemi, dengan pertumbuhan keseluruhan diperkirakan mencapai 7% tahun ini. Sementara berhati-hati untuk tidak menggagalkan pemulihan - tanpa akhir yang terlihat untuk langkah-langkah kebijakan yang mendukung seperti pembelian obligasi - sinyal kenaikan suku bunga menyoroti kekhawatiran tentang inflasi. Saham teknologi, yang umumnya berkinerja lebih baik ketika suku bunga rendah, mendorong reli di Wall Street tahun lalu karena investor berbondong-bondong ke saham yang dianggap relatif aman selama masa gejolak ekonomi.

Eropa

Bursa Eropa menghentikan kenaikan beruntun 9 hari di tengah kegelisahan Fed

Bursa Eropa berakhir sedikit lebih rendah pada hari Kamis karena sinyal hawkish dari Federal Reserve AS meningkatkan kekhawatiran atas pengetatan kebijakan awal, dengan saham pertambangan jatuh paling besar karena harga komoditas jatuh.

Indeks STOXX 600 Eropa turun 0,1% menjadi 459,33.

Saham pertambangan adalah yang berkinerja terburuk, tenggelam 2,5% karena komentar bank sentral AS mengangkat dolar dan menekan harga komoditas. Saham utilitas dan kimia juga termasuk di antara penurunan terbesar. Kerugian di saham pertambangan utama membuat FTSE 100 turun 0,4%. Saham bank berada di antara yang berkinerja terbaik untuk hari ini, naik 0,4% karena imbal hasil obligasi naik di The Fed. Tetapi kerugian pada pemberi pinjaman utama Spanyol, di tengah penyelidikan antimonopoli, mendorong sektor ini keluar dari tertinggi intraday.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...