Langsung ke konten utama

BANK JATIM IMBAU NASABAH GANTI KARTU ATM LAMA DENGAN KARTU ATM CHIP


PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mengimbau kepada para nasabah segera melakukan penggantian kartu debet ATM berbasis magnetic stripe ke kartu debet ATM berbasis chip paling lambat 31 Juli 2021, hal ini dilakukan demi meningkatkan keamanan bertransaksi nasabah.

Direktur TI & Operasi Bank Jatim Tonny Prasetyo di Surabaya, Selasa mengatakan, penggantian itu juga seiring Program Bank Indonesia (BI) melalui surat Edaran Nomor 17/52/DSKP tentang implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number online enam digit untuk Kartu ATM dan/ atau Kartu Debet yang Diterbitkan di Indonesia.

"Penggunaan ATM chip ini juga bertujuan untuk memitigasi risiko dalam pencurian data nasabah dan transaksi (skimming) yang beberapa tahun terakhir marak terjadi di perbankan Indonesia," katanya, kepada wartawan.

Ia berharap kepada nasabah untuk segera melakukan penggantian kartu debet ATM lama dengan kartu debet ATM chip, dikarenakan jika lebih dari batas waktu yang telah ditentukan kartu debet ATM lama tidak dapat digunakan lagi.

"Imbauan ini kami lakukan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi," katanya.

Mekanisme penggantian kartu ATM chip, kata dia, cukup mudah yakni nasabah cukup membawa Kartu Identitas, Buku Tabungan serta kartu debet ATM lama ke jaringan kantor Bank Jatim terdekat, dan penggantian kartu debet ATM tersebut juga tanpa dipungut biaya/free.

Sebelumnya, kartu ATM yang disertai kartu debit dengan pita magnetik kerap dinilai rentan kejahatan skimming.

Kasus skimming menjadi masalah sistem pembayaran di industri keuangan global. Solusi muncul dengan teknologi chip yang lebih sulit digandakan.

Hal ini sudah diterapkan pada kartu kredit. Namun, penerapan teknologi chip memerlukan biaya investasi yang lebih mahal dibandingkan pita magnetik.(end/ant)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham LSIP | 29 November 2021

Saham LSIP LSIP membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan dengan penurunan tajam Jumat lalu kemarin, LSIP berisiko melanjutkan penurunannya menuju target 1170. Indikator teknikal MACD yang lebih dahulu dead cross mendukung prediksi penurunan LSIP. Rekomendasi: Hindari. Sell/ Sell on strength bagi yang punya. Target penurunan berada di 1170. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online