Langsung ke konten utama

KAPAL TANKER PERTAMINA TERBAKAR DI GALANGAN PT MOS MILIK SOECHI LINES


Kapal tanker MT Ketaling milik PT Pertamina terbakar saat naik dock di perusahaan galangan kapal milik PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Pihak kepolisian diketahui saat ini sudah turun ke lokasi kejadian.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi, Minggu (11/07).

"Kita lagi cek kesana,"Paparnya.

Adapun kebakaran terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) Karimun, Sabtu (10/7/2021) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini merupakan yang kedua terjadi di PT MOS dalam kurun waktu hanya sepekan. Kejadian hampir serupa juga terjadi di PT MOS, Sabtu (03/07) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Kapal tersebut diketahui dalam pengerjaan oleh PT MOS sejak lebih kurang dua pekan lalu. Saat terbakar, kapal berukuran besar itu berada di floating dock.

Berdasarkan video amatir milik warga itu, diduga kapal tanker terbakar pada bagian depan sebelah kanan. .Baru saja kebakarannya, kemungkinan itu di bagian Main Deck kapal,. ujar salah seorang pekerja PT MOS yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini dimuat, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban. Belum diketahui penyebab dari terbakarnya kapal tanker milik perusahaan plat merah tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak PT MOS, insiden kebakaran kapal tanker MT Ketaling ini dipastikan tidak menelan korban. Namun begitu, pihak perusahaan memastikan api dengan dapat dipadamkan setelah menerjunkan tim penanganan.

"Tidak ada korban dan api sudah padam. Karena kita langsung gerakan tim fire fighting," tambah Safety Officer PT MOS, Dedi.

Sebagaimana diketahui peristiwa ini merupakan yang kedua terjadi di PT MOS dalam kurun waktu hanya sepekan. Kejadian hampir serupa juga terjadi di PT MOS, Sabtu (3/7/2021) pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Kapal tanker Sukses Energi dilaporkan mengalami ledakan tanki dan kebakaran saat dalam proses perbaikan.

Kejadian tersebut mengakibatkan dua orang pekerja mengalami luka serius di bagian wajah dan terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Karimun. Keduanya diketahui sedang melakukan pengerjaan perbaikan (repair) kapal tanker Sukses Energi 32 milik perusahaan kapal Soechi Lines dari Jakarta. (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da