Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham EXCL, CPIN, ELSA dan BRIS oleh MNC Sekuritas | 8 Juli 2021


MNC Daily Scope Wave

8 Juli 2021

Pada perdagangan kemarin (7/7), IHSG ditutup cenderung flat ke level 6,044 diiringi dengan tekanan jual yang cukup besar meskipun masih berada di atas MA20-nya. Kami perkirakan, posisi IHSG sedang berada di awal dari wave [iii] dari wave C, hal ini akan berlangsung bila IHSG tidak turun ke bawah level support terdekatnya di 5,985. Adapun target penguatan terdekat berada di area resistance 6,134 hingga 6,200 terlebih dahulu. Worst case skenario, bila IHSG menembus 5,884 atau bahkan terburuknya 5,742, maka IHSG rawan terkoreksi ke area 5,500.

Support: 5,985, 5,913

Resistance: 6,134, 6,230

EXCL - Buy on Weakness (2,600)

Pada perdagangan kemarin (7/7), EXCL ditutup menguat 0,4% ke level 2,600. Posisi EXCL saat ini kami perkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3, sehingga EXCL berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Skenario ini akan berlaku bila EXCL bergerak di atas 2,520 sebagai level supportnya dan mampu menembus 2,800 sebagai resistancenya.

Buy on Weakness: 2,550-2,600

Target Price: 2,860, 3,070

Stoploss: below 2,520

CPIN - Buy on Weakness (6,700)

CPIN ditutup menguat 1,1% ke level 6,700 pada perdagangan kemarin (7/7), pergerakan CPIN pun berada di atas MA20 namun masih tertahan oleh MA60-nya. Kami perkirakan, posisi CPIN saat ini sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 5, sehingga CPIN berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 6,370-6,700

Target Price: 7,000, 7,350

Stoploss: below 6,200

ELSA - Spec Buy (278)

ELSA terkoreksi cukup agresif, sebesar 2,8% ke level 278 pada perdagangan kemarin (7/7) diikuti dengan munculnya tekanan jual. Selama tidak terkoreksi ke bawah 264 sebagai supportnya, maka posisi ELSA saat ini sedang berada di awal wave (B). Hal ini berarti, diperkirakan ELSA berpeluang untuk berbalik menguat.

Spec Buy: 268-278

Target Price: 326, 362

Stoploss: below 264

BRIS - Buy on Breakout (2,330)

Pada perdagangan kemarin (7/7), BRIS ditutup menguat cukup signifikan sebesar 6,9% ke level 2,330 diikuti dengan tekanan beli yang cukup besar. Posisi BRIS saat ini kami perkirakan sedang berada di awal wave [v] dari wave A dan masih berpeluang menguat, terlebih bila mampu break resistancenya.

Buy on Breakout: 2,370

Target Price: 2,500, 3,000

Stoploss: below 2,100

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham LSIP | 29 November 2021

Saham LSIP LSIP membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan dengan penurunan tajam Jumat lalu kemarin, LSIP berisiko melanjutkan penurunannya menuju target 1170. Indikator teknikal MACD yang lebih dahulu dead cross mendukung prediksi penurunan LSIP. Rekomendasi: Hindari. Sell/ Sell on strength bagi yang punya. Target penurunan berada di 1170. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online