Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 7 Juli 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jul 7, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

AS

Dow, S&P 500 ditutup turun karena keuangan terseret; Nasdaq berakhir pada level rekor

Dow dan S&P 500 turun pada hari Selasa, dengan keuangan dan kelompok lain terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi memimpin penurunan, sementara Nasdaq naik lebih tinggi ke rekor penutupan lainnya.

Dow Jones turun 208,98 poin atau 0,6% menjadi 34.577,37. S&P 500 kehilangan 8,8 poin atau 0,20% menjadi 4.343,54. Nasdaq menambahkan 24,32 poin atau 0,17% menjadi 14.663,64.

Indeks bank S&P 500 turun 2,5% karena Treasuries AS menguat, dengan imbal hasil 10-tahun mencapai level terendah sejak 24 Februari. Data menunjukkan aktivitas industri jasa AS tumbuh pada kecepatan sedang di bulan Juni, kemungkinan tertahan oleh kekurangan tenaga kerja dan bahan baku. Dow memimpin penurunan hari ini. Keuangan merosot 1,6%, bobot terbesar di S&P 500 diikuti oleh saham energi. Menambah kehati-hatian investor, tindakan keras peraturan oleh Beijing mendorong aksi jual saham beberapa perusahaan China yang terdaftar di AS, termasuk Didi Global Inc.

Eropa

Bursa Eropa turun karena investor beralih ke obligasi di tengah ketidakpastian ekonomi

Bursa Eropa turun tajam dari level tertinggi dua minggu pada hari Selasa, mematahkan kenaikan beruntun tiga hari karena investor berbondong-bondong ke obligasi di tengah kekhawatiran atas risiko rebound pertumbuhan ekonomi global.

STOXX Eropa berakhir lebih rendah 0,52% menjadi 455,98 poin.

Semangat investor Jerman turun jauh lebih dari yang diharapkan pada bulan Juli tetapi tetap pada tingkat yang sangat tinggi, sebuah survei menunjukkan pada hari Selasa, sementara data terpisah menunjukkan pesanan untuk barang-barang buatan Jerman mencatat kemerosotan paling tajam pada bulan Mei sejak penguncian pertama pada tahun 2020, dirugikan oleh melemahnya permintaan dari negara-negara di luar zona euro. Penjualan ritel bulanan zona euro, sementara itu, naik lebih dari yang diharapkan di bulan Mei setelah turun di bulan April. Tetapi saham di kawasan itu turun tajam setelah survei mengungkapkan aktivitas sektor jasa AS mendingin pada bulan Juni.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham LSIP | 29 November 2021

Saham LSIP LSIP membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan dengan penurunan tajam Jumat lalu kemarin, LSIP berisiko melanjutkan penurunannya menuju target 1170. Indikator teknikal MACD yang lebih dahulu dead cross mendukung prediksi penurunan LSIP. Rekomendasi: Hindari. Sell/ Sell on strength bagi yang punya. Target penurunan berada di 1170. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online