google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham EMTK, PRDA dan SMGR | 25 Agustus 2021 Langsung ke konten utama

Analisa Saham EMTK, PRDA dan SMGR | 25 Agustus 2021

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)


EMTK ditutup pada area hijau dengan penguatan terbatas membentuk pola candle doji, mencoba untuk terjadi pullback menguji resistance MA100nya sebagai resistance jangka menengah di level 2.400. Band pada indikator bollinger band kian melebar indikasi fluktuasi yang cukup besar masih menguji resistance middle band di level 2.400. Secara mingguan, candle membentuk pola candle bullish harami baru saja mengalami teknikal rebound.

Rekomendasi: Hold 

Support: Rp 2.160

Resistance: Rp 2.270 

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)


Pergerakan PRDA selama masih mampu bergerak di atas level support, maka saat ini PRDA masih berpeluang untuk menguat. Hal ini juga nampak dari pergerakan MACD dan stochastic, meskipun belum terkonfirmasi namun pergerakannya sudah menuju ke area positif.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 6.625

Resistance: Rp 8.250

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)


Pergerakan SMGR memperlihatkan munculnya hammer candle dengan RSI yang sudah overbought. Adapun indikator stochastic dead cross dengan volume perdagangan yang menurun. Hold selama di atas MA 60.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 8.900

Resistance: Rp 9.825

Achmad Yaki, BCA Sekuritas


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...