Langsung ke konten utama

TRANSKON JAYA KEMBALI DAPATKAN PENURUNAN SUKU BUNGA DARI 2 KREDITURNYA

Peranan suku bunga dalam perubahan nilai pasar aset atau kewajiban yang dipegang oleh perusahaan membuat salah satu komponen cost of fund ini selalu mendapat perhatian yang cukup besar dari perusahaan.

Begitu juga dengan PT Transkon Jaya Tbk yang selalu memperhatikan pergerakan suku bunga pinjaman yang ada di pasar dan membandingkan dengan suku bunga portofolio yang ada di dalam laporan keuangan. Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan, suku bunga menjadi salah satu faktor penentu tingkat cicilan yang nantinya akan memberikan pengaruh terhadap harga sewa kendaraan.


Di penghujung tahun 2021 ini, PT Transkon Jaya Tbk berhasil mendapatkan kepercayaan dari dua mitra pembiayaan untuk penurunan suku bunga. Kebijakan penurunan suku bunga pertama diberikan oleh PT Arthaasia Finance senilai 1,22% sehingga effective rate yang diberlakukan adalah 8%, kebijakan penurunan suku bunga lain diberikan oleh Dipo Star Finance senilai 0,5% sehingga effective rate yang diberlakukan adalah 8,5%.

Mendapatkan kepercayaan dari dua kreditur sekaligus tentunya bukanlah hal yang bisa didapatkan tanpa alasan. Kreditur tentunya mengukur dan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang dan beban-beban bunganya, juga untuk mengetahui apakah kredit yang akan diberikan itu cukup mendapat jaminan dari perusahaan, yang digambarkan atau terlihat pada kemampuan dan kinerja perusahaan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

PT Transkon Jaya Tbk melalui kinerja yang mereka tunjukan selama ini terbukti berhasil mendapatkan kepercayaan dari kreditur dan ke depannya PT Transkon Jaya Tbk akan terus meningkatkan reputasi yang dimiliki guna meningkatkan minat kreditur maupun investor untuk memberikan kredit atau investasi dana yang dimiliki guna memperkuat modal perusahaan.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Analisa Saham SMBR, BRMS, PGAS dan BUMI | 13 Oktober 2021

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) Saham SMBR pada perdagangan hari Selasa bergerak konsolidasi dan ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif sepi. Namun, nampak volume transaksi menjelang penutupan perdagangan kian meningkat. Indikator stochastic menunjukan adanya golden cross di level 37. Sedangkan pada indikator bollinger band nampak menunjukkan band yang kian melebar yang mengindikasikan volatilitas meningkat. Secara jangka menengah hingga panjang, saat ini SMBR sedang menguji resistant MA50, apabila MA50 tertembus, ada potensi secara jangka panjang SMBR akan melanjutkan trend bullish jangka menengah hingga panjang. Secara jangka pendek SMBR diperkirakan akan bergerak pada support middle band 690 hingga resistant upper band 800.  Rekomendasi: Trading Buy Support: Rp 690 Resistance: Rp 800 Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Secara teknikal BRMS saat ini bergerak sideways dengan kecenderungan bergerak menguat. Indikator MACD positif. I

Analisa Saham AGRO, EMTK dan SMGR | 14 Oktober 2021

PT Bank Rakyat Indonesia Agronia Tbk (AGRO) AGRO pada perdagangan hari ini ditutup melemah dan bergerak pada trend bearish continiation. Nampak, AGRO baru saja menembus level MA20-nya sebagai support jangka pendeknya yaitu di level support 1910. Namun, AGRO diperdagangkan dengan volume yang cukup ramai dimana indikator stochastic saat ini berada di areal jenuh jual. Band pada indikator bollinger band kian melebar indikasi volatilitas yang juga meningkat.   Ditengah volatilitas adro yang kian meningkat, nampak saat ini adro masing menguji support selanjutnya di level 1800. Apabila AGRO mampu bertahan di atas support mayor 1.800 dan mengalami teknikal rebound dan ada potensi AGRO akan bergerak kembali diatas MA20nya. Namun apabila gagal, ada potensi melanjutkan pelemahan ke level support selanjutnya yaitu di level 1720. Rekomendasi: Spekulatif buy Support: Rp 1.800 Resistance: Rp 1.910 Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Downtrend menuju Rp 1.