Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham PTBA, TKIM, INDF dan IMJS oleh MNC Sekuritas | 19 Oktober 2021


MNCS Daily Scope Wave 

19 Oktober 2021

IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 6,658 pada perdagangan kemarin (18/10). Saat ini posisi IHSG diperkirakan sudah berada di akhir wave (v) dari wave [iii] dari wave A, sehingga meskipun masih berpeluang menguat namun sudah relatif terbatas dan IHSG rawan terkoreksi terlebih dahulu untuk membentuk wave [iv]. Adapun potensi koreksi wave [iv] ini berada pada rentang 6,440-6,610.

Support: 6,392, 6,263

Resistance: 6,680, 6,690


PTBA - Buy on Weakness (2,860)

Kemarin (18/10), PTBA ditutup menguat 1,1% ke level 2,860 diiringi dengan peningkatan volume pembelian. Selama tidak terkoreksi ke bawah 2,660 sebagai level supportnya, maka saat ini posisi PTBA diperkirakan sedang berada di wave [ii] dari wave 5 dari wave (3). Meskipun terkoreksi namun akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 2,750-2,840

Target Price: 3,000, 3,100

Stoploss: below 2,660


TKIM - Buy on Weakness (8,900)

TKIM ditutup menguat 4,7% ke level 8,900 pada perdagangan kemarin (18/10). Saat ini, posisi TKIM kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (3), sehingga TKIM berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 8,325-8,900

Target Price: 9,375, 10,500

Stoploss: below 7,625


INDF - Buy on Weakness (6,775)

Pada perdagangan kemarin (18/10), INDF ditutup cenderung flat di level 6,775. Kami perkirakan, posisi INDF sedang membentuk wave [iv] dari wave C, sehingga INDF rawan terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 6,625-6,750

Target Price: 7,000, 7,300

Stoploss: below 6,575


IMJS - Buy on Weakness (454)

IMJS ditutup flat di level 454 pada perdagangan kemarin (18/10). Posisi IMJS diperkirakan saat ini sedang berada di wave (ii) dari wave C, sehingga koreksi IMJS akan relatif terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat.

Buy on Weakness: 446-454

Target Price: 478, 530

Stoploss: below 440


Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Analisa Saham PTBA | 3 Desember 2021

Saham PTBA Setelah berhasil breakout dari resistance pola falling wedge pattern dan mencapai targetnya di 2760, saham PTBA berpeluang melanjutkan reli penguatannya. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross dan bersiap cross up ke atas centreline mengindikasikan bahwa saham ini mulai mendapatkan momentum positif, sehingga berpeluang melanjutkan penguatannya menuju target-target selanjutnya. Rekomendasi : Hold & let your profit run. Ikutin terus dan cek update teknikal selanjutnya untuk target berikutnya dan trailing stopnya di member area. Disclaimer ON sumber :  steptrader Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online