Langsung ke konten utama

DONNY ARSAL DIANGKAT SEBAGAI DIREKTUR UTAMA SIG.


PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada hari Rabu, 22 Desember 2021, telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta.

Rapat mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Bapak Hendi Prio Santoso sebagai Direktur Utama Perseroan. Rapat juga memberhentikan dengan hormat Bapak Benny Wendry Sebagai Direktur Produksi; Bapak Tri Abdisatrijo sebagai Direktur Engineering dan Proyek; Bapak Fadjar Judisiawan sebagai Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha; dan Ibu Tina T Kemala Intan sebagai Direktur SDM dan Hukum.

Rapat juga mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan yaitu semula Direktur Produksi menjadi Direktur Operasi; Direktur SDM dan Hukum menjadi Direktur SDM dan Umum, serta meniadakan jabatan Direktur Engineering dan Proyek.

Selanjutnya, Rapat mengangkat Bapak Donny Arsal Sebagai Direktur Utama; Bapak Yosviandri sebagai Direktur Operasi; Bapak Aulia Mulki Oemar sebagai Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha; dan Bapak Agung Wiharto sebagai sebagai Direktur SDM dan Umum.

Dengan demikian Susunan Direksi Perseroan yang baru:

- Direktur Utama : Donny Arsal

- Direktur Pemasaran dan Supply Chain :Adi Munandir

- Direktur Operasi : Yosviandri

- Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha : Aulia Mulki Oemar

- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Doddy Sulasmono Diniawan

- Direktur SDM & Umum : Agung Wiharto

(end/as)


sumber : IQPLUS


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya