Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham SMGR, AKRA, PTBA dan MMLP oleh MNC SEKURITAS | 17 Desember 2021



MNC Daily Scope Wave
17 Desember 2021


Pada perdagangan kemarin (16/12), IHSG ditutup terkoreksi 0,5% ke level 6,594 dan menembus MA20-nya. Hal ini masih inline dengan perkiraan yang kami berikan, dimana posisi IHSG saat ini sedang berada di wave (c) dari wave [a] untuk menguji ke arah 6,530-6,550. _Best case_ nya, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [v].

Support: 6,525, 6,480

Resistance: 6,688, 6,750


SMGR - Spec Buy (7,575)

Pada perdagangan kemarin (16/12), SMGR ditutup terkoreksi 1,6% ke level 7,575. Kami memperkirakan, posisi SMGR saat ini sedang berada di akhir wave A dari wave (Y), dimana diperkirakan koreksi SMGR akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat.

Spec Buy: 7,450-7,575

Target Price: 8,000, 8,575

Stoploss: below 7,400


AKRA - Buy on Weakness (4,220)

AKRA ditutup terkoreksi 0,7% ke level 4,220 pada perdagangan kemarin (16/12), koreksi dari AKRA pun menembus MA60-nya. Kami memperkirakan, saat ini posisi AKRA sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B. Hal ini berarti, koreksi AKRA akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 4,100-4,200

Target Price: 4,350, 4,600

Stoploss: below 3,950


PTBA - Buy on Weakness (2,680)

Pada perdagangan kemarin (16/12), PTBA ditutup terkoreksi 0,7% ke level 2,680, koreksi dari PTBA pun masih tertahan oleh cluster MA20 dan MA60. Kami perkirakan, posisi PTBA saat ini sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (Y), sehingga koreksi PTBA akan relatif terbatas dan berpeluang menguat.

Buy on Weakness: 2,600-2,650

Target Price: 2,800, 2,900

Stoploss: below 2,520


MMLP - Sell on Strength (615)

MMLP ditutup terkoreksi 2,4% ke level 615 pada perdagangan kemarin (16/12). Selama MMLP belum mampu break dari 650 sebagai resistancenya, maka posisi MMLP saat ini sedang berada di awal wave (ii) dari wave [c], sehingga MMLP masih rawan terkoreksi untuk menuju ke rentang 545-585. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan buyback.

Sell on Strength: 620-640


Disclaimer On


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya