DI KUARTAL I 2021, DPK BNI TUMBUH 8,1% CAPAI Rp639 TRILIUN.


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI/BNI) melanjutkan tren kinerja positif di tengah proses pemulihan ekonomi nasional. Pada kuartal pertama 2021, perseroan mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,1% year on year (YoY) mencapai Rp 639,0 Triliun, terutama dikontribusikan oleh peningkatan giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 13,1% dan 12,9% YoY. Hal ini mempertegas posisi BNI sebagai salah satu franchise DPK yang kuat di industri.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, di tengah tren penurunan suku bunga kredit untuk mendorong perekonomian nasional, Perseroan berupaya untuk memastikan pertumbuhan DPK yang sehat dalam rangka menjaga marjin bunga bersih (Net Interest Margin).

Pada kuartal pertama 2021, Perseroan membukukan NIM yang membaik dari 4,5% di akhir tahun 2020 yang lalu menjadi 4,9%. Pencapaian ini juga diikuti dengan pertumbuhan kredit 2,2% YoY, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri dimana hingga kuartal 1 tahun 2021, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 559,33 triliun.

Sementara itu, di tengah kondisi perkonomian yang masih menantang di tiga bulan pertama tahun 2021, Perseroan dapat merealisasikan pendapatan non bunga atau fee based income sebesar Rp 3,19 triliun. Pencapaian ini antara lain dikontribusikan dari recurring fee yang mencapai Rp 2,91 triliun atau tumbuh 9,4% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan recurring fee berasal dari komisi atas jasa transaksi perbankan seperti layanan cash management dan trade finance bagi segmen bisnis, serta layanan ATM, mobile banking, dan layanan elektronis atau e-channel lainnya di segmen ritel.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, salah satu fokus utama kebijakan manajemen perseroan saat ini adalah adanya pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Oleh karena itu beragam langkah telah disiapkan demi mewujudkan kinerja yang berkelanjutan tersebut, yaitu antara lain menetapkan target kinerja yang berbasiskan profitabilitas, dan tidak hanya menekankan pada pertumbuhan aset semata.

Salah satu tolok ukurnya adalah Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP), atau laba perusahaan sebelum pencadangan. Pada Kuartal 1 tahun 2021, PPOP tercatat sebesar Rp 7,84 triliun atau meningkat 5,9% dibandingkan Kuartal 1 tahun 2020, yaitu sebesar Rp 7,4 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perseroan untuk menghasilkan laba sebelum pencadangan terus meningkat dan bahkan telah diatas kondisi sebelum pandemi meluas di Indonesia di Kuartal 1 tahun 2021.

Bekal PPOP tersebut menambah ruang bagi Perseroan untuk tetap mengambil langkah dan kebijakan strategis untuk memastikan kinerja keuangan perseroan tetap sehat dan berkelanjutan, diantaranya dengan secara konservatif membentuk pencadangan (CKPN) yang sesuai untuk menghadapi risiko penurunan kualitas aset serta menghadapi tantangan perekonomian di masa mendatang. Itu sebabnya, pada Kuartal 1 Tahun 2021, Perseroan tetap membentuk CKPN yang tinggi sebesar Rp 4,81 triliun atau meningkat 127,7% diatas CKPN Kuartal 1 Tahun 2020 yang sebesar Rp 2,11 triliun.

Dengan nilai CKPN yang dibentuk tersebut, Perseroan melaporkan laba bersih pada Kuartal 1 Tahun 2021 sebesar Rp 2,39 triliun, dengan rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio ditetapkan pada level 200,5%, lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 182,4%. "Dengan fundamental yang semakin kuat dan berjalannya program transformasi perusahaan, termasuk transformasi layanan digital, kami yakin bahwa kinerja BNI hingga akhir tahun 2021 dapat lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020."tegasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

KINERJA SILOAM HOSPITAL NAIK DI TRIWULAN I 2021


PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan pendapatan sebesar Rp1,91 triliun pada periode Januari-Maret 2021, atau tumbuh jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,44 triliun.

Meski beban pokok pendapatan naik menjadi sebesar Rp1,01 triliun, namun laba bruto perusahhaan tetap alami kenaikan per Maret 2021, menjadi sebesar Rp907,81 miliar dari periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp628,93 miliar.

Meski beban usaha dan beban lain-lain bersih membengkak menjadi masing masing sebesar Rp574,77 miliar dan Rp496,09 miliar, namun lab usaha SILO tetap meningkat menjadi sebesar Rp253,77 miliar dari Rp112,36 miliar.

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut tumbuh menjadi sebesar Rp143,89 miliar di triwulan I 2021, dari Rp16,19 miliar di periode serupa tahun lalu. Adapun laba per saham dasar juga ikut terdongkrak menjadi senilai Rp88,51 dari senilai Rp9,96. (end)

Sumber: IQPLUS

TANCAP GAS DI AWAL TAHUN, KREDIT KONSOLIDASI MANDIRI TUMBUH 9,10%


Konsistensi Bank Mandiri untuk menggarap segmen bisnis secara sustain dan prudent agar bisa terus berkontribusi kepada ekonomi nasional. Pada akhir Maret 2021, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit konsolidasian yang solid di kisaran 9,1% secara yoy menjadi Rp984,8 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, salah satu kunci keberhasilan perseroan dalam membangkitkan kinerja pada awal tahun ini adalah dengan memperhatikan sektor unggulan di masing-masing wilayah yang masih memiliki prospek positif dan kualitas yang baik.

Secara bank only, penyaluran kredit hingga triwulan I 2021 mencapai Rp779,0 Tn, ditopang oleh segmen wholesale yang tumbuh tipis 0,18% YoY menjadi Rp513,9 triliun serta segmen UMKM yang tumbuh baik sebesar 3,22% YoY menjadi Rp92,1 triliun. Pencapaian tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan sehingga rasio NPL konsolidasi terjaga baik di kisaran 3,15% dan rasio pencadangan terhadap NPL lebih dari 220%.

"Kami melihat laju pertumbuhan ini sebagai tanda positif mulai berdenyutnya sisi permintaan dunia usaha yang perlu terus dijaga dan bahkan diperkuat agar ekonomi Indonesia segera pulih. Oleh karena itu, kami tidak akan lengah dan terus waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan," kata Darmawan Junaidi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/4).

Beberapa sektor ekonomi yang menjadi fokus penyaluran kredit segmen wholesale antara lain sektor FMCG, Perkebunan dan Konstruksi. Sementara di sektor UMKM, outstanding portfolio KUR juga tumbuh kencang di kisaran 35,4% YoY menjadi Rp46,2 triliun, dimana Rp9,6 triliun disalurkan kepada 99.162 debitur dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Darmawan mengatakan, pihaknya optimis perkembangan program vaksinasi covid-19 yang dikombinasikan dengan berbagai stimulus kebijakan pemerintah dan regulator, termasuk berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat, akan mampu membangkitkan perekonomian Indonesia dari tekanan dahsyat pandemi covid-19.

Dari sisi penghimpunan DPK, DPK Bank Mandiri secara konsolidasi hingga triwulan I 2021 tumbuh 25,5% YoY menjadi Rp1.181,3 triliun, dengan komposisi dana murah yang meningkat menjadi 67,60% dari sebelumnya 64,13%. DPK secara bank only juga mengalami peningkatan sebesar 15,6% YoY mencapai Rp947,8 triliun dengan CASA ratio sebesar 71,2%, terutama didorong oleh pertumbuhan giro yang mencapai 41,73% YoY menjadi Rp335,9 triliun.

"Keberhasilan kami memperbaiki komposisi dana murah ini juga ikut menekan biaya dana atau cost of fund YtD (bank only) menjadi hanya 1,80%, turun tajam dari 2,83% pada Maret 2020," katanya.

Dia menyebutkan, kenaikan DPK hingga menembus level Rp1.100 triliun dan kenaikan penyaluran kredit berkontribusi kepada pembentukan aset Bank Mandiri secara konsolidasi hingga mencapai Rp1.584,1 triliun, meningkat 20% secara yoy.

"Kenaikan aset yang signifikan tersebut terutama didorong oleh keberhasilan proses merger Bank Syariah Mandiri dan dua bank syariah himbara lainnya menjadi Bank Syariah Indonesia dan menjadi entitas perusahaan anak Bank Mandiri," katanya.

Bank Mandiri saat ini tengah melakukan pengembangan solusi digital dalam rangka untuk mendorong pertumbuhan transaksi digital nasabah dengan memberikan solusi kemudahan digital baik bagi kebutuhan perusahaan maupun individual.

"Bagi nasabah retail, pada triwulan I lalu kami telah mengenalkan Livin. by Mandiri sebagai pengembangan aplikasi Mandiri Online untuk menjadi sebuah super app yang mampu memberi akses kepada nasabah ke produk dan layanan Mandiri Group. Sedangkan nasabah wholesale kami saat ini telah dapat memanfaatkan layanan Mandiri Cash Management untuk berbagai kebutuhan transaksional," katanya.

Dengan capaian baik di sisi kredit dan DPK tersebut serta dengan perkembangan positif dari inisiatif Mandiri Digital, Bank Mandiri pun mampu memperbaiki rasio profitabilitas perseroan. Buktinya, realisasi pendapatan Bank Mandiri secara konsolidasi tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp25,6 triliun. Penopangnya adalah kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,6% menjadi Rp17,5 triliun.

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil membukukan laba sebelum provisi (PPOP) sebesar Rp14,1 triliun, tumbuh 1,7% dari periode yang sama, dengan realisasi laba bersih mencapai Rp5,9 triliun.

"Hasil kinerja Bank Mandiri di triwulan I . 2021 ini menunjukkan bahwa saat ini Perseroan berada pada jalur yang tepat untuk membukukan kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya. Kuncinya adalah soliditas setiap elemen perusahaan dalam mengeksekusi berbagai rencana bisnis serta dukungan kuat nasabah dan stakeholder kepada perseroan," tutup Darmawan.(end)

Sumber: IQPLUS

TOWER BERSAMA RAIH PENDAPATAN SEBESAR Rp5,33 TRILIUN HINGGA DESEMBER 2020


PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) meraih pendapatan sebesar Rp5,33 triliun hingga periode 31 Desember 2020 naik dari pendapatan Rp4,69 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba Kotor diraih Rp4,23 triliun naik dari laba kotor Rp3,79 triliun.

Laba dari operasi diraih sebesar Rp3,82 triliun naik dari laba Rp3,37 triliun tahun sebelumnya.

Sedangkan laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp1,51 triliun naik dari laba sebelum pajak Rp1,22 triliun.

Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,00 triliun meningkat dari laba Rp819,45 miliar.

Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2020 mencapai Rp36,52 triliun naik dari total aset Rp30,87 triliun hingga periode 31 Desember 2019.(end)

Sumber: IQPLUS

ANAK USAHA ADARO DAPAT FASILITAS PINJAMAN USD400 JUTA DARI BANK


PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyampaikan bahwa pada tanggal 23 April 2021, salah satu anak usahanya yakni PT Adaro Indonesia (AI) telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Pinjaman sebesar USD400.000.000 dari beberapa bank.

Mahardika Putranto, Sekretaris Perusahaan ADRO menuturkan, dana yang diperoleh dari Fasilitas Pinjaman ini akan digunakan untuk melakukan pelunasan lebih awal atas seluruh saldo pinjaman terhutang yang dimiliki AI berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman sebesar USD1.000.000.000 tertanggal 25 Agustus 2014.

"Fasilitas Pinjaman ini akan dibayarkan setiap kuartal dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 April 2026 (lima tahun setelah tanggal Perjanjian Fasilitas Pinjaman AI). Perseroan memberikan jaminan sepenuhnya atas Fasilitas Pinjaman ini kepada AI,"katanya.

Ia menegaskan bahwa, fasilitas Pinjaman ini akan memberikan dampak positif pada kondisi keuangan Perseroan. (end)

Sumber IQPLUS

MESKI PENJUALAN NAIK, NAMUN PEMBUKUAN CKPN JUSTRU MENGGERUS LABA INDOFARMA DI 2020


PT Indofarma Tbk dan Entitas Anak (Perseroan) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1.715,59 miliar, meningkat sebesar Rp356,41 miliar atau 26,22% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp1.359,18 miliar.

Dalam keterangan tertulisnya, disebutkan bahwa, peningkatan Penjualan Bersih tersebut terutama ditopang dari penjualan segmen Alat Kesehatan dan Obat-obatan sesuai dengan strategi Turn Around Management.

Dari sisi pengendalian biaya, Perseroan berhasil menekan Beban Pokok Penjualan dari 81,58% di tahun 2019 menjadi 76,65% di tahun 2020 atau turun sebesar 4,93%. Dengan dapat ditekannya Beban Pokok Penjualan, Perseroan mampu membukukan Gross Profit Margin Rp400,59 miliar di tahun 2020 atau naik 60% dibandingkan dari tahun sebelumnya Rp250,36 miliar.

Perseroan juga berhasil melakukan penghematan Beban Penjualan dan Beban Administrasi Umum terhadap Penjualan dari 16,79% di tahun 2019 menjadi 15,58% di tahun 2020.

Secara operasional, Perseroan telah berhasil meningkatkan kinerja, baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi penghematan biaya sehingga mampu mendapatkan EBITDA Rp164 miliar di tahun 2020 dibandingkan EBITDA tahun 2019 sebesar Rp45 miliar atau tumbuh sebesar 364%.

Dengan adanya penerapan kebijakan akuntansi PSAK 71 di tahun 2020, Perseroan membukukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp38,50 miliar yang berdampak terhadap tergerusnya Laba Bersih Perseroan sehingga Perseroan hanya membukukan Laba Bersih sebesar Rp30,00 juta. Hal tersebut merupakan bagian dari aspek kepatuhan terhadap regulasi PSAK 71 dan tindakan prudent Perseroan.

Strategi Perseroan dalam melakukan Turn Around Management berhasil meningkatkan kinerja sales dan efisiensi biaya-biaya operasional. Di lain pihak, Perseroan tetap memastikan terpenuhinya aspek kepatuhan terhadap PSAK 71 secara konsisten sehingga diharapkan berdampak pada kinerja Perseroan yang tumbuh secara berkesinambungan. (end)

Sumber: IQPLUS

ASSA INCAR DANA Rp720 MILIAR LEWAT PENERBITAN OBLIGASI KONVERSI MELALUI RIGHTS ISSUE


PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), perusahaan yang bergerak di bidang mobilitas, logistik dan penunjangnya, dengan tiga pilar bisnis utama, yaitu bisnis mobilitas (rental kendaraan, jasa pengemudi, car sharing), bisnis jual-beli kendaraan (Lelang-JBA dan Online Marketplace kendaraan-Caroline), serta end-to-end logistic (logistik dan kurir ekspress-Anteraja), berencana menerbitkan Obligasi Konversi (convertible bond) melalui Penambahan Modal (PM) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue yang sedang dalam proses pengajuan persetujuan efektif dari OJK.

Rencananya, bagi setiap pemegang 453 saham lama yang tercatat pada tanggal 14 Juni 2021, berhak memperoleh 80 HMETD baru, dimana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu Obligasi Konversi pada harga pelaksanaan yaitu Rp 1.200,- per saham.

Obligasi Konversi ini akan dapat dikonversi sejak tanggal emisi sesuai usulan jadwal yang sedang diajukan persetujuannya hingga sebelum tanggal jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2023 atau selama periode 2 (dua) tahun. Jumlah Obligasi Konversi yang ditawarkan adalah sebanyak 600 juta dan bersifat zero coupon serta diterbitkan tanpa warkat (scripless).

Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto mengungkapkan, "Melanjuti Rencana kami di akhir tahun 2020 lalu, ASSA berencana menerbitkan convertible Bond dengan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2020. Adapun sebagian besar dana yang terkumpul atau sekitar 90,38% akan digunakan untuk melunasi dan membayar sebagian pinjaman bank yang kita ambil di tahun 2019 dalam rangka investasi awal di bisnis kurir (Anteraja) serta akusisi JBA di bisnis lelang otomotif. Kemudian sekitar 7,01% Dari target dana akan digunakan untuk menambah modal kerja, serta sisanya sekitar 2,62% akan digunakan sebagai setoran untuk modal pengembangan usaha baru di bidang jasa pergudangan (Titipaja)".

Asal tahu saja, Titipaja merupakan bisnis persewaan gudang bersama (sharing warehouse) yang di dunia logistik dikenal sebagai e-fulfillment centre. Customer nya adalah para penjual barang (seller) di platform e-commerce, social commerce dan perusahaan-perusahaan consumer goods yang saat ini berubah landscape nya dan mulai banyak mendistribusikan sebagian produknya langsung kepada end-customer dengan menggunakan jasa pengantaran Anteraja.

Melalui aksi korporasi ini, Perseroan berharap dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 720 Miliar. Adapun untuk obligasi konversi yang tidak diambil oleh para pemegang saham Perseroan, maka akan diambil oleh IFC (International Finance Corporation) yang merupakan anggota World Bank Group. IFC dalam hal ini bertindak sebagai pembeli siaga dalam pelaksanaan HMETD tersebut. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi maksimal sebesar 15,01% setelah periode PMHMETD.

Apabila pemegang Obligasi Konversi tidak mau menukarkannya menjadi saham pada tanggal jatuh tempo, maka ASSAakan melunasi Nilai Pokok Oblikasi Konversi ditambah dengan Yield to Maturity sebesar 3,5% per tahun, ditambah 1% dari Nilai Pokok Obligasi Konversi pada saat tanggal jatuh tempo.

"Harapan kami jika rencana penambahan modal melalui convertible bond di Right Issue ini bisa berjalan baik, maka bisnis ASSA akan semakin berkembang dan terus mewujudkan strategi kami ke arah Sharing Economy dan Tech-Based Business sebagai kelanjutan inisiatif kami di tahun-tahun sebelumnya. Selain itu,kami juga akan terus mengutamakan aspek Environment, Social dan Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas operasional, salah satunya dengan mendorong pemanfaatan green energy di seluruh pilar bisnis kami," tutup Prodjo.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham CTRA, PWON, BRIS dan BJTM oleh Indopremier | 28 April 2021


IHSG (5.920 – 6.000) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.920 dan 5.880 dengan resist di level 6.000 dan 6.040.

CTRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.180 kemudian 1.205 dengan support di level 1.130, cut loss jika break 1.105.

PWON (Buy) : Target kenaikan harga pada level 545 kemudian 555 dengan support di level 525, cut loss jika break 515.

BRIS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.260 dengan resist di level 2.350 kemudian 2.400.

BJTM (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 785 dengan resist di level 805 kemudian 815.


R-LQ45X (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 927 dengan resist di level 946 kemudian 955.

XMTS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 439 dengan resist di level 445 kemudian 449.

XPLC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 425 dengan resist di level 432 kemudian 437.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbsns

Rekomendasi Saham WIIM, JPFA dan MAIN oleh Mirae Asset Sekuritas | 28 April 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

April  28, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,959.62(-0.83%), Consolidation, trading range 5,935 – 6,005. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung turun dalam kisaran terbatas. Pada periode  weekly terlihat indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Daily support di 5,935 dan daily resistance di 6,005. Cut loss level di 5,920.

WIIM Daily, 870 (-0.57%), buy on weakness, trading range 850 – 910. Indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik dan RSI optimized masih cenderung bergerak turun namun mulai terbatas. Daily support di 850 dan daily resistance di 910. Cut loss level di 800.

JPFA Daily, 1,890 (-6.90%), buy on weakness, trading range 1,850 – 1,980. Indikator MFI optimized dan indikator  RSI  optimized sudah berada di oversold area. Daily support  di  1,850 dan daily resistance di 1,980. Cut loss level di 1,840.

MAIN Daily, 830(-4.05%), buy on weakness, trading range 810 – 860.  Indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 810 dan daily resistance terdekat di 860 Cut loss level di 790.

Ulasan Pasar Global 28 April 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Apr 28, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Wall Street sebagian besar berakhir datar menjelang gelombang laba

Hasil yang baik dari Tesla dan 3M membebani Wall Street pada hari Selasa, dengan S&P 500 dan Dow berakhir hampir datar karena investor fokus pada gelombang laporan pendapatan dari Microsoft, Alphabet dan perusahaan kelas berat lainnya.

Dow Jones naik 0,01% menjadi 33.984,93 poin. S&P 500 kehilangan 0,02% menjadi 4.186,72. Nasdaq turun 0,34% menjadi 14.090,22.

Pembuat mobil listrik Tesla Inc turun 4,5% setelah hasil kuartalannya pada Senin malam kurang dari ekspektasi beberapa investor, dengan pendapatannya yang sebagian besar didukung oleh penjualan kredit lingkungan dan penjualan bitcoin, daripada penjualan kendaraan. Dalam perdagangan yang diperpanjang pada hari Selasa, Microsoft Corp turun hampir 4% setelah laporan kuartalannya, sementara perusahaan induk Google, Alphabet, melonjak 5% setelah laporannya. Saham Apple Inc, Facebook Inc dan Amazon.com Inc, yang dijadwalkan akan dilaporkan akhir pekan ini, beragam untuk sebagian besar sesi perdagangan.

Eropa

Bursa Eropa berakhir lebih rendah saat UBS mengumumkan hit Archegos, saham perjalanan melonjak

Bursa Eropa berakhir lebih rendah pada hari Selasa karena optimisme atas pendapatan Inggris yang kuat diimbangi oleh UBS yang mengungkapkan pukulan dari kesepakatan dengan perusahaan investasi AS Archegos, sementara saham perjalanan mencapai rekor tertinggi di tengah harapan rebound pasca-COVID.

Indeks STOXX 600 Eropa tergelincir 0,1%.

BP utama minyak naik 0,4% setelah laba kuartal pertama melonjak dan merencanakan pembelian kembali saham, sementara pemberi pinjaman yang berfokus pada Asia HSBC naik 4,2% setelah melaporkan laba kuartalan yang optimis. Sementara itu, UBS turun 2,0% ke level penutupan terendah dua bulan karena menerima pukulan tak terduga sebesar $ 774 juta dari Archegos, membayangi kenaikan laba bersih kuartalan sebesar 14% yang mengalahkan perkiraan.

Rekomendasi Saham AALI, ANTM, BRPT dan PTPP oleh MNC Sekuritas 28 April 2021


MNC Daily Scope Wave

28 April 2021

IHSG kembali ditutup terkoreksi 0,1% ke level 5,959 pada perdagangan kemarin (27/4). Kami perkirakan, saat ini IHSG sedang berada di akhir wave [b], sehingga pun terkoreksi maka akan relatif terbatas untuk menguji area 5,927-5,950. IHSG akan terkonfirmasi menguat, bila IHSG mampu menembus resistance 6,030 dan 6,115.

Support: 5,880, 5,735

Resistance: 6,115, 6,230

AALI - Buy on Weakness (9,350)

Pada perdagangan kemarin (27/4), AALI ditutup menguat 0,8% ke level 9,350 diikuti dengan munculnya tekanan beli. Kami perkirakan, saat ini posisi AALI sudah berada di akhir wave Y dari wave (B), sehingga AALI berpeluang untuk melanjutkan penguatannya membentuk awal wave (C).

Buy on Weakness: 9,100-9,350

Target Price: 10,000, 10,700

Stoploss: below 9,025

ANTM - Buy on Weakness (2,390)

ANTM ditutup terkoreksi tipis ke level 2,390 pada perdagangan kemarin (27/4). Selama ANTM masih berada di atas 2,210, maka kami perkirakan pergerakan ANTM saat ini sedang membentuk wave iii dari wave (c) dari wave [y]. Hal ini berarti, pergerakan ANTM masih berpeluang untuk kembali menguat.

Buy on Weakness: 2,340-2,390

Target Price: 2,600, 2,900

Stoploss: below 2,210

BRPT - Buy on Weakness (955)

Kemarin (27/4), BRPT ditutup menguat cukup signifikan sebesar 4,9% ke level 955 dan diiringi dengan tekanan beli yang relatif besar. Posisi BRPT saat ini diperkirakan sudah berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti, BRPT berpeluang untuk melanjutkan penguatannya untuk membentuk awal wave (C).

Buy on Weakness: 920-955

Target Price: 1,100, 1,180

Stoploss: below 885

PTPP - Sell on Strength (1,235)

PTPP ditutup terkoreksi 2,4% pada perdagangan kemarin (27/4) di level 1,235. Pergerakan PTPP kemarin mengenai MA20 dan posisi PTPP saat ini diperkirakan merupakan bagian dari wave 4 dari wave (C). Hal ini berarti, penguatan PTPP akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi kembali, adapun level koreksi PTPP kami perkirakan berada pada rentang 1,050-1,170.

Sell on Strength: 1,260-1,400

Disclaimer On

Analisa Saham PNLF | 28 April 2021


Analisa Saham PNLF

Saham PNLFpada perdagangan tanggal 27 April 2021 ditutup pada harga 196, mengalami penurunan , yaitu -0,50% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 81% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan bawah dengan arah bearish. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :

Beli jika di atas 202

Jika naik di atas 212 maka berpotensi menuju 224-234

Jika turun di bawah 196 maka berpotensi menuju 190

Disclaimer: ON

https://www.youtube.com/channel/UCXM_s4ZsWIL835TdMZwPxXQ

www.sahamonline.id

Update Harga Komoditas dan Indeks 28 April 2021


S&P 500 closes flat near a record high ahead of Big Tech earnings

The S&P 500 closed little changed near its record level on Tuesday as investors braced for a big batch of tech earnings.


Dow.......33985   +3.4         +0.01%

Nasdaq.14090   -48.6        -0.34%

S&P 500..4187   -0.9          -0.02%

 

FTSE...... .6945    -18.2        -0.26%

Dax........15249    -47.1        -0.31%

CAC........6274     -1.8           -0.03%


Nikkei...28992     -134.3     -0.46%

HSI........28942    -11.3        -0.04%

Shanghai .3443  +1.5         +0.04%

ST Times..3214  +9.5         +0.30%


IDX.....5959.62   -5.20         -0.09%

LQ45.....891.35  -0.83         -0.09%


JAKMIND...1040.62    -15.42     -1.46%

JAKCONS....1618.33   -12.55     -0.77%

JAKTRADE...865.07    -11.97      -1.36%

JAKBIND......918.18    -11.00      -1.18%

JAKAGRI...1574.53    +13.55     +0.87%

JAKFIN.. ....1366.66   +9.29       +0.68%

JAKPROP......350.46   +2.38       +0.69%

JAKINFR...1016.18      -10.02      -0.98%

JAKMANU..1240.20    -12.96      -1.03%   

JAKMINE....1883.53   +50.30     +2.74%

 

Indo10Yr..6.6576   -0.0038       -0.06%

ICBI.....313.4569    -0.0624       -0.02%

US10Yr..1.6200      +0.0520     +3.31%

VIX...........17.56     -0.08           -0.45%

  

USDIndx .....90.9090   +0.0670  +0.07%

Como Indx..200.09    +1.98       +1.00%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN..... .154.47    +0.88        +0.t8%


IndoCDS.....77.3591   -1.4081    -1.79%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14485.00     unch       +0%

Jisdor....14497.00  +8           +0.06%



Euro.........1.2087  +0.0001   +0.01%



TLKM........21.73      -0.75       -3.34%

(3150)

EIDO..........21.53      -0.10       -0.46%

EEM...........54.67      -0.03       -0.05%


Oil............63.06      +1.13       +1.82%

Gold .......1776.10   -5.50        -0.31%

Timah....27130.00  -17.50      -0.06%

Nickel....16972.50  +302.50  +1.81%

 

Coal price.....93.10   unch       +0%

(Apr/Newcastle) 

Coal price.....88.00   +2.30     +2.68%

(May/Newcastle)

Coal price....71.85   +0.15     +0.21%

(Apr/Rotterdam) 

Coal price....74.75   +1.55     +2.12%

(May/ Rotterdam)

 

CPO(Jul)..4072       +178         +4.57%‼

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn.........654.50     -3.00        -0.46%

SoybeanOil..60.88   -0.01        -0.02%

Wheat...... .732.75   -6.75        -0.91%


Wood pulp.5350.00  -37.50     -0.70%


( DE/ Phintraco(AT)  28-04-21)

Rekomendasi Saham ACES, AKRA, BNGA dan MEDC oleh Binaartha Sekuritas 28 April 2021


Binaartha Sekuritas Daily

28 April 2021

by M. Nafan Aji Gusta Utama

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.475 – Rp 1.485, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.560, Rp 1.720, 2100 dan 2470. Support: 1435. (RoE: 14.16%; PER: 38.07x; EPS: 41.31; PBV: 5.12x; Beta: 0.68).

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10, MA 20 maupun MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 3.160 – Rp 3.190, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.290, Rp 3.420, Rp 3.600, Rp 4.010 dan Rp 4.420. Support: Rp 3.090 & Rp 2.970. (RoE: 10.90%; PER: 10.45x; EPS: 305.32; PBV: 1.14x; Beta: 1.74).

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 720 –Rp 730, dengan target harga secara bertahap di level Rp 740, Rp 755, Rp 770 dan Rp 815. Support: Rp 720 & Rp 700. (RoE: 36.26%; PER: 11.26x; EPS: 64.84; PBV: 4.11x; Beta: 0.92).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 4.150 -Rp 4.170, dengan target harga secara bertahap di level Rp 4.260, Rp 4.400, Rp 4.540, Rp 4.680, Rp 4.760, Rp 6.050 dan Rp 7.350. Support: Rp 4.120 & Rp 3.775. (RoE: 9.33%; PER: 27.36x; EPS: 152.78; PBV: 2.55x; Beta: 1.47).

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 980 –Rp 990, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.020, Rp 1.075, Rp 1.200 and Rp 1.325. Support: Rp 980 & Rp 950. (RoE: 4.90%; PER: 12.25x; EPS: 80.82; PBV: 0.60x; Beta: 1.9).

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 570 -Rp 585, dengan target harga secara bertahap di Rp 605, Rp 625, Rp 700, Rp 775 dan Rp 850. Support: Rp 550. (RoE: -13.05%; PER: -5.63x; EPS: -103.11; PBV: 0.73x; Beta: 2.51).

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 3.130 –Rp 3.160, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.330, Rp 3.540, Rp 4.040 dan Rp 4.540. Support: Rp 3.040. (RoE: 18.22%; PER: 14.08x; EPS: 224.40; PBV: 2.56x; Beta: 0.81).