AKRA TEKEN PERJANJIAN USAHA PATUNGAN DENGAN PT BAYU BUANA GEMILANG


PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) telah menandatanganan Perjanjian Usaha Patungan dengan PT Bayu Buana Gemilang dan Pendirian Anak Perusahaan bernama PT Berkah Buana Energi pada tanggal 4 Agustus 2021.

Menurut keterangan tertulis Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo Rabu memaparkan bahwa AKRA dan PT Bayu Buana Gemilang (BBG) telah menandatangani Perjanjian Usaha Patungan terkait dengan kerjasama penyediaan gas alam di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik yang berlokasi di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (KEK JIIPE, Gresik).

Sebagai informasi BBG adalah salah satu perusahaan swasta terkemuka sektor hilir Gas Bumi di Indonesia. Bisnis utamanya adalah perdagangan dan distribusi Gas Bumi dengan menggunakan berbagai teknologi diantaranya melalui pipa, Compressed Natural Gas (CNG), Liquefied Natural Gas (LNG), gas untuk kendaraan bermotor (NGV) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) melalui anak perusahaannya.

Pada hari yang sama, Perseroan dan BBG menandatangani akta pendirian perseroan terbatas PT Berkah Buana Energi, berkedudukan di Gresik, Jawa Timur. Dengan komposisi pemegang saham adalah AKRA sebesar 65% dan BBG sebesar 35%.

Transaksi ini bukan merupakan transaksi material sesuai POJK NO 17/POJK.04/2020 dan bukan merupakan transaksi afiliasi sesuai POJK NO. 42/POJK.04/2020.

"PT Berkah Buana Energi akan melakukan pembangunan, pengelolaan dan pengembangan usaha Perseroan yang pada awalnya fokus dalam mengembangkan suatu jaringan awal penyaluran Gas melalui pipa dari lokasi sumber Gas ke pelanggan di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur," pungkas Haryanto.(end/ar)

Sumber: IQPLUS

FOKUS PADA PENGEMBANGAN BISNIS, SIG JALIN KEMITRAAN DENGAN TCC


PT Semen Indonesia Tbk (SIG) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC), Jepang, yang telah masuk dalam jajaran pemegang saham PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), bagian dari entitas bisnis SIG.

Investasi yang dilakukan TCC adalah dengan mengakuisisi 15,04% kepemilikan saham SBI senilai USD 220 juta atau setara dengan Rp3,1 trilliun. Ceremony kerja sama dilaksanakan secara virtual di Jakarta dan Tokyo pada tanggal 4 Agustus 2021.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan nota kesepahaman tanggal 21 April 2020 antara SIG dan SBI dengan TCC yang menjadi bagian dari kewajiban refloat saham SBI setelah dilakukan Mandatory Tender Offer (MTO) pada tahun 2019 lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, PT Semen Indonesia Industri bangunan (SIIB) yang merupakan induk usaha dari SBI mengalihkan 1.356.399.291 (satu miliar tiga ratus lima puluh enam juta tiga ratus sembilan puluh sembilan ribu dua ratus sembilan puluh satu) saham baru yang diterbitkan oleh SBI kepada pihak TCC. Penerbitan saham baru itu sendiri telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (25/6/2021) lalu lewat Penawaran Umum Terbatas II (PUT) melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso, menyatakan bahwa langkah strategis tersebut merupakan bagian dari mewujudkan visi Perseroan sebagai penyedia solusi bagan bangunan terbesar di kawasan regional.

"Kami telah melakukan kajian dan evaluasi untuk memastikan bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat strategis bagi kedua belah pihak. Bagi kami, langkah ini akan semakin memperkuat posisi SIG sebagai perusahaan terbesar dalam penyediaan kebutuhan bahan bangunan di level regional," ujar Hendi Prio Santoso.

Kemitraan ini juga merupakan lanjutan dari program transformasi SIG sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjadi perusahaan berstandar global. "Ini merupakan tonggak bersejarah (milestone) bagi SIG Group yang mampu menjalin kerja sama dengan perusahaan berstandar internasional. Dengan sendirinya, kerja sama ini akan meningkatkan value dan kapabilitas perusahaan dalam menghadapi persaingan industri semen di dunia,"tutur Hendi Prio Santoso.

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, mengapresiasi kerja keras SIG yang mampu merealisasikan untuk bertransformasi menjadi BUMN kelas dunia melalui kemitraan strategis, inovasi produk, model bisnis serta pelayanan sebagai nilai tambah dan daya saing di masa depan.

"Meskipun tantangan semakin besar khususnya di masa pandemi covid-19, SIG telah membuktikan bahwa hal tersebut bukan menjadi halangan untuk mencapai proses bisnis yang lebih efisien. Kesuksesan kerja sama strategis antara SIG dan TCC diharapkan mampu menjadi contoh bagi BUMN dan para pelaku usaha di sektor lain untuk mengembangkan kemampuan dalam mengelola bisnis, menciptakan peluang pertumbuhan, serta bersaing secara global," kata Erick Thohir. (end/as)

Sumber: IQPLUS

NPL BANK BJB TERJAGA DI TINGKAT TERENDAH PADA TRIWULAN II 2021


Meski masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, bank bjb berhasil mempertahankan kinerja cemerlang perusahaan pada Triwulan II 2021. Salah satunya adalah dengan menjaga rasio Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet berada di tingkat rendah.

Pada periode ini, NPL gross bank bjb mengalami penurunan secara year on year menjadi 1,3% per Juni 2021 dengan coverage ratio di level 150,7%. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, NPL gross bank bjb berada di angka 1,6%.

Penurunan tersebut merupakan pencapaian yang baik mengingat NPL industri perbankan nasional masih berada pada level 3,35% per Mei 2021.

"bank bjb memiliki tingkat NPL yang terjaga dengan baik di triwulan ini. Angkanya berada cukup jauh di bawah NPL rata-rata industri perbankan nasional," ungkap Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

Adapun NPL net juga mengalami penurunan menjadi 0,38% year on year dari sebelumnya berada di angka 0,48%.

NPL di periode ini berhasil ditekan di rasio yang rendah bahkan ketika total kredit bank bjb tumbuh 6,7% year on year menjadi 91,6 triliun rupiah, berada di atas industri perbankan nasional yang masih minus 1,23%. Masing-masing segmen kredit bank bjb menyumbang angka NPL yang terjaga baik pada Triwulan II 2021 ini.

Kredit KPR menyumbang 23% dari total nilai NPL bank bjb di periode ini. NPL kredit KPR terjaga di level 3,8%.

Sementara segmen UMKM menyumbang 11% dari total nilai NPL bank bjb periode ini. NPL kredit UMKM mengalami penurunan menjadi 2,3% dari 2,5% di tahun sebelumnya.

Selain itu, kredit segmen Komersial dan Konsumer masing-masing berkontribusi sebanyak 59% dan 8% dari total nilai NPL bank bjb di Triwulan II 2021 ini. Tingkat NPL kredit komersial turun menjadi 4,2% year on year dari sebelumnya 5,1%. Sementara NPL segmen Kosumer turun menjadi 015% dari 0,21% di tahun sebelumnya.

"Kami akan senantiasa berupaya untuk terus menjaga rasio NPL yang rendah ini hingga akhir 2021. Kami menargetkan NPL terjaga di level 1,40%-1,60% di akhir 2021. Sementara kredit diproyeksikan akan tetap bertumbuh di 7% hingga 8%," papar Yuddy.(end)

Sumber: IQPLUS

KINERJA MENINGKAT, IRRA CETAK LABA Rp50,8 MILIAR DI SEMESTER I 2021


PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) kembali membukukan pertumbuhan kinerjanya baik secara tahunan (YoY) maupun kuartalan (QoQ).

Di semester I 2021 (1H2021), IRRA membukukan pendapatan sebesar Rp565,2 miliar atau meningkat sebesar 611,6% (YoY) dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Secara kuartalan, pendapatan di kuartal II-2021 meningkat 47,7% dibandingkan kuartal I-2021.

Alhasil, meningkatnya pendapatan mendorong raihan laba bersih IRRA yang juga meningkat signifikan mencapai 1.271% (YoY) dari Rp3,7 miliar di 1H2020 menjadi Rp50,8 miliar di 1H2021. Demikian disampaikan Manajemen IRRA, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (5/8).

Di semester I 2021, Kenaikan penjualan perseroan berasal dari penjualan ke segmen ritel (non APBN/APBD) atau non-pemerintah. Dan kenaikan terjadi baik untuk Alat Kesehatan Non Elektromedik maupun untuk Produk Diagnostik In Vitro. Produk In Vitro tumbuh 613,9% dengan produk Antigen Test Covid-19 (Panbio) sebagai penyumbang terbesar untuk kategori Produk In Vitro.

Sepanjang priode Januari-Juni 2021, penjualan Panbio sudah mencapai 5,5 juta unit atau sudah berada dalam target penjualan di tahun ini sebesar 5 . 10 juta unit. Menyusul kontribusi produk In Vitro berikutnya adalah Reagent, Mesin Apheresis (Plasma Konvalesen) dan alat Rapid Non Covid.

Penjualan alat kesehatan Non Elektromedis yaitu Alat suntik, meskipun belum terlalu besar di 1H2021 namun naik signifikan sebesar 294,8% (YoY). Pada kuartal II tahun ini, perseroan sudah mulai membukukan penjualan untuk produk barunya yaitu Avimac, imunomodulator untuk peningkat imun tubuh.

Direktur Pemasaran PT Itama Ranoraya Tbk Hendry Herman mengungkapkan di tahun ini IRRA menambah SDM untuk masuk ke segmen non pemerintah/ritel seperti Rumah Sakit- Rumah Sakit swasta, Klinik, Laboratorium, Apotik-Apotik dan juga melayani pembelian dari masyarakat.

"Sampai tahun lalu, pelanggan kita masih didominasi dari instansi pemerintah, atau bersumber dari anggaran pemerintah, makanya konstribusi semester I sangat kecil, di semester II baru mulai masuk pembelian besar. Sejak kuartal IV 2020, kita mulai fokus masuk ke non-pemerintah/swasta atau kita kategorikan ritel dan hasilnya sangat baik seperti yang sudah terlihat di semester I ini",ungkap Hendry.

Pada laporan Neraca perusahaan, terjadi peningkatan aset di 1H2021 menjadi Rp975,1 miliar dibandingkan posisi akhir tahun 2020 (FY2020) sebesar Rp535,3 miliar. Kenaikan tersebut, terbesar disumbang oleh naiknya pos persedian yang naik dari Rp20,1 miliar di FY2020 menjadi Rp443,9 miliar di 1H2021. Kenaikan persediaan tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di semester II yang secara tahunan selalu paling besar.

Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk. Pratoto Setno Raharjo menjelaskan, untuk mengantisipasi tingginya permintaan di semester II, perseroan meningkatkan persediaan barang, sehingga proses pendistribusian barang untuk memenuhi pesanan bisa lebih cepat.

"Karena produk kita ini adalah produk-produk kesehatan yang saat ini sedang dibutuhkan, tentu sangat penting untuk memastikan ketersedian dan kesiapan dalam hal pasokannya, apalagi kita mendapat fasilitas utang usaha dari para prinsipal untuk melakukan stok/persediaan tersebut, tanpa bunga, jadi tidak ada biaya untuk fasilitas utang usaha tersebut", jelas Pratoto.

Realisasi performa perseroan di 1H2021, masih sesuai dengan target perseroan di sepanjang tahun 2021 (FY2021).

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk. Heru Firdausi Syarif optimis bisa memenuhi target pendapatan dan laba bersih di tahun ini, yang ditargetkan tumbuh dalam kisaran 80% - 100%.

"Raihan pendapatan dan laba bersih di semester I ini sangat bagus, apalagi peningkatannya di kontribusi dari swasta dan ritel yang memang sesuai dengan rencana atau target kami, Insya Allah kami optimis akan berlanjut di semester II. Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) yang berlaku sejak 3 Juli 2021 dan berlangsung sampai saat ini, kami lihat telah meningkatkan belanja kesehatan, sehingga berimbas ke permintaan produk-produk kesehatan termasuk produk IRRA", tutup Heru. (end)

Sumber: IQPLUS

PT WILMAR CAHAYA INDONESIA MERAIH PENDAPATAN Rp2,31 TRILIUN HINGGA JUNI 2021


PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) meraih pendapatan sebesar Rp2,31 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik dari pendapatan Rp1,64 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, laba bruto diraih Rp149,44 miliar naik dari laba bruto Rp134,75 miliar.

Beban usaha turun menjadi Rp58,28 miliar dari beban usaha Rp61,99 miliar dan laba usaha diraih Rp91,17 miliar naik dari laba usaha Rp72,75 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat Rp96,79 miliar naik Laba sebelum pajak Rp86,13 miliar tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan tercatat Rp76,15 miliar naik dari laba periode berjalan Rp66,93 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp1,49 triliun hingga periode 30 Juni 2021 turun dibandingkan total aset Rp1,57 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

STRATEGI KOLABORASI ANAK USAHA IPTV DAN TELKOMSEL JADI ANDALAN PACU BISNIS STREAMING


Vision+ kembali menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan Telkomsel untuk meningkatkan kenyamanan serta kemudahan para pengguna. Secara resmi mengikat kemitraan kerja pada tanggal 2 Agustus 2021, pengguna Telkomsel dapat menggunakan kuota MAXstream dari Telkomsel untuk menikmati konten-konten Vision+ premium.

Langkah kolaborasi ini didorong tren menonton streaming telah menjadi aktivitas modern yang sering dilakukan oleh pengguna internet. Tentunya ada biaya yang harus dikeluarkan, seperti membeli paket berlangganan dan juga biaya kuota saat streaming.

Berlandaskan kebutuhan tersebut aplikasi streaming terkemuka dan terlengkap di Tanah Air, Vision+ dan perusahaan telekomunikasi digital terdepan Indonesia, Telkomsel melakukan kemitraan strategis dengan memberikan penawaran bundling Vision+ premium dan kuota MAXstream yang dikemas jauh lebih hemat dan praktis.

Seperti yang dikatakan Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+, "Keberadaaan industri Over The Top (OTT) tidak lepas dari industri pendukung lainnya seperti perusahaan telekomunikasi digital yang memiliki jangkauan luas seperti Telkomsel. Kami sangat optimistis, karena melalui kerja sama ini ke depan seluruh lapisan masyarakat Indonesia akan mempunyai alternatif sajian konten yang bermutu, dibuat oleh anak negeri dan tentunya aman untuk ditonton. Kerja sama ini juga merupakan langkah konkret Vision+ untuk meningkatkan layanannya dalam memberikan yang terbaik untuk seluruh pengguna."

Lebih lanjut Clarissa menambahkan, "Dengan adanya kerja sama ini, pengguna akan lebih diuntungkan karena jauh lebih hemat dan praktis dibandingkan membeli paket secara terpisah."

Vision+ memiliki kekuatan pada konten-kontennya yang lengkap. Tidak seperti aplikasi serupa lainnya yang hanya menawarkan koleksi video on demand (VOD), Vision+ juga menghadirkan ragam pilihan lainnya seperti channel TV lokal terlengkap, beragam channel international serta premium dan ada juga Original Series dengan judul baru setiap bulan.

Sementara itu, Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan sekaligus operator seluler pertama yang menggelar jaringan 5G di Indonesia, kini melayani lebih dari 164 juta pelanggan yang tersebar hingga pelosok Tanah Air, dengan jaringan terluas di Indonesia yang didukung jaringan broadband terkini. Dengan demikian, kolaborasi ini selain memberikan penawaran spesial namun juga akan memperluas pemerataan akses konten berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, "Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia, dan sebagai 'Home of Entertainment. terus berkomitmen untuk menghadirkan ragam produk dan layanan digital yang customer centric sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi Telkomsel dengan Vision+ akan mengakomodasi kebutuhan pelanggan akan konten berkualitas dan meningkatkan pengalaman digital lifestyle lebih jauh lagi. Hal ini juga sejalan dengan upaya kami untuk mengembangkan ekosistem digital yang dapat membuka lebih banyak manfaat dan keseruan bagi semua lapisan masyarakat dengan memperluas kolaborasi bersama para pemangku kepentingan."

Sebagai bagian dari kerja sama ini, pelanggan Telkomsel kini dapat menikmati konten dari Vision+ dengan berbagai paket berlangganan yang tersedia mulai dari Rp10.000 dengan kuota hingga 24GB untuk berlangganan selama 1 tahun. Pilihan paket tersebut dapat diaktivasi melalui MyTelkomsel, dengan memilih paket Vision+ premium melalui aplikasi MyTelkomsel atau dengan menghubungi menu akses *363*465# kemudian pilih Vision+.

Vision+ merupakan platform penyedia over the top (OTT) layanan streaming terbaik dan terlengkap di Indonesia milik PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) dan bernaung di bawah MNC Group. Vision+ memiliki library konten dengan format video on demand (VOD) dengan 10.000 jam tayang, termasuk film berbagai genre dan judul. Selan itu, pengguna juga bisa menikmati 120 channel TV lokal, internasional dan juga premium, serta pengguna juga dapat menikmati sederetan original series Vision+. Vision+ juga memiliki fitur catch-up yang memungkinkan pengguna dapat menyaksikan tayangan sampai 7 hari ke belakang. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ADRO, BMRI, BBRI dan LSIP oleh Indopremier | 5 Agustus 2021


IHSG (6.110 – 6.210) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.210 kemudian 6.260 dengan support di level 6.110 kemudian 6.060.

ADRO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.380 kemudian 1.400 dengan support di level 1.340, cut loss jika break 1.320.

BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 5.950 kemudian 6.075 dengan support di level 5.700, cut loss jika break 5.575.

BBRI (Buy) :  Target kenaikan harga pada level 3.910 kemudian 3.970 dengan support di level 3.790, cut loss jika break 3.730.

LSIP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.095 dengan resist di level 1.130 kemudian 1.150.


Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbvki

Rekomendasi Saham ARTO, EMTK dan SCMA oleh Mirae Asset Sekuritas | 5 Agustus 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Agustus 5, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,159.04(+0.46%), consolidation. Trading range 6,116 – 6,172. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimize masih cenderung naik. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized juga masih cenderung naik. Daily support di 6,116 dan daily resistance di 6,172. Cut loss level di 6,085.

ARTO Daily, 17,000 (+0.15%),buy on weakness,  trading range 16,400 – 17,350. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat.. Daily support di 16,400 dan daily resistance di 17,350. Cut loss level di 16,925.

EMTK Daily, 2,700 (-1.10%), buy on weakness, trading range 2,650 – 2,750. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 2,650 dan daily resistance di 2,750. Cut loss level di 2,580.

SCMA Daily, 2,180 (-1.36%), buy on weakness, trading range 2,130 – 2,250. Indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak turun namun mulai terbatas. Perkiraan daily support di 2,130, dan daily resistance terdekat di 2,250. Cut loss level di 2,070

Analisa Saham LINK | 5 Agustus 2021


Analisa Saham LINK

Saham LINK pada tanggal 4 Agustus 2021 ditutup melemah pada harga 4400, turun -1,12%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 35% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah sideway uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 4450

Jika naik di atas 4800 maka berpeluang ke 5600

Jika turun di bawah 4320 maka berpeluang ke 4150

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON

Rekomendasi Saham BBRI, ACES, BSDE dan JPFA oleh MNC Sekuritas | 5 Agustus 2021


MNC Daily Scope Wave

5 Agustus 2021

Pada pergerakan kemarin (4/8), IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 6,159, pergerakan IHSG pun juga diikuti dengan tekanan beli yang meningkat. Apabila IHSG mampu menembus level resistance di 6,166, maka pergerakan IHSG mengkonfirmasi membentuk wave (iii) dari wave [c].

Support: 6,048, 6,015

Resistance: 6,166, 6,230

BBRI - Buy on Weakness (3,850)

BBRI ditutup menguat 2,7% ke level 3,850 pada perdagangan kemarin (4/8), pergerakan BBRI kemarin juga menembus MA20. Selama BBRI tidak terkoreksi ke bawah 3,700, maka posisi BBRI saat ini kami perkirakan sedang membentuk awal wave C dari wave (B). Wave C sendiri akan terkonfirmasi bila BBRI mampu break 3,950.

Buy on Weakness: 3,790-3,850

Target Price: 4,030, 4,320

Stoploss: below 3,700

ACES - Buy on Weakness (1,365)

Pada perdagangan kemarin (4/8), ACES ditutup menguat 3% ke level 1,365 dan diikuti dengan tekanan beli yang juga meningkat. Posisi ACES saat ini kami perkirakan sedang berada pada awal wave 3, sehingga ACES berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,330-1,360

Target Price: 1,470, 1,600

Stoploss: below 1,280

BSDE - Buy on Weakness (935)

Kemarin (4/8), BSDE ditutup terkoreksi 1,1% ke level 935, pergerakan BSDE pun masih tertahan oleh MA20-nya. Kami memperkirakan, selama BSDE tidak terkoreksi ke bawah 885, maka posisi BSDE saat ini sedang berada di wave [ii]. Hal ini berarti, meskipun terkoreksi namun akan relatif terbatas dan berpeluang untuk kembali menguat.

Buy on Weakness: 905-925

Target Price: 1,070, 1,130

Stoploss: below 885

JPFA - Buy on Weakness (1,690)

JPFA ditutup menguat cukup signifikan 5,6% ke level 1,690 pada perdagangan kemarin (4/8), pergerakan JPFA pun telah menembus MA20 dan MA200-nya. Kami memperkirakan, selama JPFA tidak kembali terkoreksi ke bawah 1,545 maka pergerakan JPFA saat ini sedang berada di awal wave A dari wave (B). Hal ini berarti, JPFA berpeluang menguat dalam jangka pendeknya.

Buy on Weakness: 1,650-1,690

Target Price: 1,800, 1,900

Stoploss: below 1,545

Disclaimer On

Bandarmologi Saham JPFA, MEDC, BBRI dan PGAS | 5 Agustus 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Thursday (05/08/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


Covid19 New Deaths: Indonesia (+1747) Still Number One In The World, Beats USA (+606), India (+532), Brazil (+1010) & Russia (+790)‼️️‼️️️‼️


IDX Composite 6,113 - 6,205

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): BUY!!

CCI (14): *BUY!!

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: SELL‼️

ROC: BUY!!

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): BUY


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


JPFA 1,610 - 1,790

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 1,690

TARGET PRICE: 1,790

STOP-LOSS: 1,610


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



MEDC 475 - 550

TECHNICAL INDICATORS: *NEUTRAL, BUY 498

TARGET PRICE: 550

STOP-LOSS: 475


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



INTP 9,700 - 10,750

TECHNICAL INDICATORS: BUY BUY 10,000

TARGET PRICE: 10,750

STOP-LOSS: 9,700


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



BBRI 3,750 - 4,000

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BUY 3,850

TARGET PRICE: 4,000

STOP-LOSS: 3,750


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



PGAS 995 - 1075

TECHNICAL INDICATORS: BUY, BUY 1,025

TARGET PRICE: 1,075

STOP-LOSS: 995


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 5 Agustus 2021


Futures contracts tied to the major U.S. equity indexes were little changed at the start of the overnight session Wednesday evening as Wall Street looked to improve upon a mixed week.


Dow.......34793   -323.7      -0.92%

Nasdaq.14781   +19.2       +0.13%

S&P 500..4403   -20.5         -0.46%


FTSE.......7124    +18.1       +0.26%

Dax........15692   +137.1     +0.88%

CAC........6746    +22.4        +0.33%


Nikkei...27584     -57.8         -0.21%

HSI........26426    +231.7     +0.88%

Shanghai .3477  +29.2        +0.85%

ST Times..3183  +33.7        +1.07%


IDX.....  6159.04  +28.46      +0.46%

LQ45.....843.46   +4.93        +0.59%

 

Indo10Yr..6.3836    -0.0247    -0.39%👍

ICBI.....324.7181    +0.3432   +0.11%👍

US10Yr...1.1840     +0.0080   +0.68%

VIX............17.97    -0.07        -0.39%

  

USDIndx .....92.2780  +0.2020  +0.22%

Como Indx....213.52   -1.77        -0.82%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........159.67  -1.21         -0.76%


IndoCDS..79.7072    -0.8368     -1.04%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14312.50      -29.50     -0.21%👍

Jisdor....14324.00  -38.00      -0.26%👍


Euro.........1.1838   -0.0025     -0.21%


TLKM........22.98    -0.12         -0.52%

(3292)

EIDO..........20.45    -0.22         -1.06%

EEM..........52.46    +0.27         +0.52%


Oil............68.11    -2.45          -3.47%‼

Gold ....1814.70     +0.60          +0.03%

Timah ..34642.50  -7.50           -0.02%

Nickel...19252.50   -107.50      -0.56%

Silver..........25.44    -0.14           -0.55%

Copper......433.60   -5.00           -1.15%


Coal price...154.40    +1.55     +1.01%

(Agt/Newcastle) 

Coal price...148.60    +1.60     +1.09%

(Sep/Newcastle)

Coal price....141.10   +0.85     +0.61%

(Agt/Rotterdam) 

Coal price....137.90   +1.30     +0.95%

(Sep/ Rotterdam)


⁵CPO(Okt).....4293    +149     +3.60%‼

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........546.75   -5.50        -0.91%

SoybeanOil..61.54  -0.26        -0.42%

Wheat.......717.25   -5.00         -0.91%


Wood pulp.....4750.00  +12.50  +0.26%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas