Langsung ke konten utama

Analisa Saham BBNI, MAPI, INTP dan PTBA oleh MNC SEKURITAS | 6 Januari 2022



MNC Daily Scope Wave
6 Januari 2022


IHSG ditutup terkoreksi 0,5% ke level 6,662 pada perdagangan kemarin (5/1). Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini sudah berada di akhir wave (y) dari wave [b] dari wave B pada label hitam. Hal ini berarti, selama IHSG belum mampu break 6,755 maka pergerakan IHSG selanjutnya rawan koreksi ke area 6,575, namun apabila IHSG mampu menembus 6,755 dengan agresif, maka kami perkirakan IHSG sedang membentuk wave C dari wave (Y) pada label merah.

Support: 6,621, 6,581

Resistance: 6,754, 6,800


BBNI - Buy on Weakness (6,950)

Pada perdagangan kemarin (5/1), BBNI ditutup terkoreksi 1,1% ke level 6,950, koreksi dari BBNI pun sempat menembus MA60nya. Kami perkirakan, posisi BBNI saat ini sedang berada di awal wave 3 dari wave (5) dan hal ini akan berlaku bila BBNI tidak terkoreksi ke bawah 6,550.

Buy on Weakness: 6,850-6,950

Target Price: 7,350, 7,600

Stoploss: below 6,550


MAPI - Buy on Weakness (780)

MAPI ditutup menguat 0,6% ke level 780 pada perdagangan kemarin (5/1). Saat ini, posisi MAPI diperkirakan sedang berada di awal wave (c) dari wave [b], sehingga MAPI berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 755-780

Target Price: 805-835

Stoploss: below 725


INTP - Buy on Weakness (11,300)

Kemarin (5/1), INTP ditutup terkoreksi 1,5% ke level 11,300 dan koreksi INTP pun menembus MA60 dan MA200nya. Kami perkirakan, posisi INTP sedang berada di akhir wave [y] dari wave B sehingga koreksi INTP akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 10,800-11,125

Target Price: 12,100, 13,225

Stoploss: below 10,350


PTBA - Sell on Strength (2,730)

PTBA ditutup menguat 1,1% ke level 2,730 pada perdagangan kemarin (5/1). Selama PTBA belum mampu _break_ dari _resistance_ di 2,830, maka posisi PTBA saat ini sedang berada di awal wave [y] dari wave B dari wave (Y). Hal ini berarti, PTBA masih rawan koreksi terlebih dahulu ke rentang area 2,570-2,630 dan level tersebut dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 2,750-2,780


Disclaimer On


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya