google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Mitratel (MTEL) Bidik Pendapatan Tahun 2022 Bisa Mencapai Rp 7,4 triliun Langsung ke konten utama

Mitratel (MTEL) Bidik Pendapatan Tahun 2022 Bisa Mencapai Rp 7,4 triliun



PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel siap tancap gas menyambut tahun 2022 dan menorehkan performa baik. Perusahaan ini membidik pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 7,4 triliun.

Mitratel telah menyiapkan beberapa jurus untuk tumbuh kencang tahun ini.  Strategi pertama adalah dengan memperbesar kontribusi bisnis organik. Perseroan akan menggenjot layanan built to suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler.

Kedua, melanjutkan aksi meger dan akuisisi aset menara dari Telkomsel maupun perusahaan yang lebih kecil. Ketiga, Mitratel akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru.

Pratignyo AB selaku Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel  mengatakan peran public relation yang dimiliki perusahaan juga berperan dalam meningkatkan kualitas Mitratel di tengah persaingan industri yang semakin ketat dan kondisi ekonomi Indonesia yang mulai membaik.

Mitratel terus melakukan publikasi tentang inovasi sinergi digitalisasi dengan perkembangan industri telekomunikasi melalui CRM aplikasi, dimana sistem ini dinamakan PIN1SI yang mampu memberikan informasi tentang kondisi perangkat tower dan para pendukung lainnya serta terpadu kepada seluruh stakeholder perusahaan.

Atas dasar itu, Mitratel berhasil meraih predikat sebagai Creating Impact for The Better Future sebagai Best Public Relations in Company Strategy dalam IPRA 2022.

"Dengan predikat ini, kami berharap semakin bisa meningkatkan aktivasi kami dalam upaya memberikan layanan terbaik buat customer kami dalam mendukung terciptanya ekosistem digital yang akan bermanfaat buat masyarakat luas,” kata  Pratignyo dalam keterangan resminya, Rabu (2/2).


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...