Langsung ke konten utama

LAKUKAN PENGAWASAN, BAPPEBTI HENTIKAN PELATIHAN PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITAS ILEGAL.


Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menghentikan kegiatan pertemuan keluarga PT Gandem Marem Sejahtera (Gamara), di Kuta, Bali.

Kegiatan tersebut dihentikan karena menyelenggarakan pelatihan dan/atau pertemuan mengenai perdagangan berjangka komoditas (PBK) yang tidak memiliki izin dari Bappebti. Pertemuan yang dilakukan juga diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang PBK.

Penghentian pertemuan keluarga Gamara dilakukan Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Koordinator Pengawas (Korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri dan Polda Bali.

"Setiap pihak yang berkedudukan hukum di Indonesia dan/atau di luar negeri yang belum memiliki izin usaha dari Bappebti sebagai Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, Pialang Berjangka, Penasihat Berjangka, atau Pengelola Sentra Dana Berjangka dilarang melakukan kegiatan usaha perdagangan berjangka antara lain melalui promosi atau iklan, pelatihan dan pertemuan mengenai perdagangan berjangka di Indonesia," kata Plt. Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana, Sabtu (5/3)

Wisnu menambahkan, Bappebti telah melakukan pengawasan dan pengamatan terhadap kegiatan Gamara yang menawarkan paket-paket investasi dengan menggunakan mekanisme multi level marketing (MLM), serta bekerja sama dengan pialang (broker) Vat Prime yang tidak memiliki izin usaha sebagai Pialang Berjangka dari Bappebti. Sehingga, acara pelatihan dan pertemuan yang diselenggarakan Gamara merupakan kegiatan ilegal.

Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan Bappebti, Aldison mengatakan penawaran paket-paket investasi yang dilakukan oleh Gamara tersebut diduga melanggar Pasal 49 ayat (1a) Jo. Pasal 73D ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Pelanggaran ini diancam dengan pidana 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun, serta denda Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar) sampai dengan Rp. 20.000.000.000.- (dua puluh miliar) Undang-Undang No. 10 Tahun 2011.

Menurut Aldison, Bappebti memiliki wewenang yang diamanatkan Undang-undang Perdagangan Berjangka Komoditi untuk mewajibkan setiap pihak untuk menghentikan kegiatan yang diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi.

"Tindakan ini diambil semata-mata untuk mencegah kerugian masyarakat sebagai akibat tindakan melawan hukum terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang PBK serta memberi kepastian hukum terhadap semua pihak yang memiliki izin usaha, izin, persetujuan, atau sertifikat dari Kepala Bappebti," ujar Aldison.

Lebih lanjut, Aldison menerangkan, kegiatan penawaran Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya yang dilakukan dengan atau tanpa menggunakan promosi, pelatihan, seminar, pertemuan, dan kegiatan sejenis mengenai Perdagangan Berjangka Komoditi wajib memiliki izin dari Bappebti.

Hal ini untuk menghindari adanya modus penawaran investasi yang berdalih edukasi dan konsultasi. Dia mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap penawaran dengan iming-iming bonus atau komisi jika berhasil merekrut anggota baru sebagai downline.

"Bappebti tidak akan lelah mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dalam memilih investasi di bidang PBK. Selalu pastikan legalitas dari Pialang Berjangka yang menawarkan investasi. Jangan mudah tergiur dengan penawaran investasi yang memberikan iming-iming keuntungan pasti di luar batas kewajaran yang didapatkan dalam waktu singkat," ujar Aldison. (ahd)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Bandarmologi Saham ADMR, HRUM, AGII, INCO dan PGAS | 23 September 2022

Technical & Bandarmology Prespectives Friday (23/09/2022) By Dr Cand. E S, MBA, CSA®., CIB®. Seberapa Dalam Rupiah Akan Melemah??‼️️️️‼️️ IDX Composite 7,152 - 7,255 SUMMARY: NEUTRAL 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): NEUTRAL STOCH (9,6,3): SELL‼️️ MACD(12,26): BUY!! ATR (14): HIGH VOLATILITY ADX (14): NEUTRAL CCI (14): *SELL‼️️ HIGHS/LOW (14): *NEUTRAL UO: SELL‼️️ ROC: BUY!! WILLIAMS R: SELL‼️️ BULLBEAR (13): SELL‼️️ BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): NEUTRAL NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): NEUTRAL STOCKS PICK: ADMR 1,800 - 1,990 TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 1,895 TARGET PRICE: 1,990 STOP-LOSS: 1,800 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️️ NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️️ HRUM 1,850 - 2,040 TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 1,940 TARGET PRICE: 2,040 STOP-LOSS: 1,850 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️️ AG

Rekomendasi Saham AKRA, SMGR, SLIS dan ADMR oleh Indopremier Sekuritas | 21 September 2022

Indopremier Sekuritas 21 September 2022 IHSG (7.170 – 7.230) :  Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 7.170 kemudian 7.140 dengan resist di level 7.230 kemudian 7.260. AKRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.455 kemudian 1.485 dengan support di level 1.395 cut loss jika break 1.365. SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.300 kemudian 7.400 dengan support di level 7.100 cut loss jika break 7.000. SLIS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 314 kemudian 324 dengan support di level 294 cut loss jika break 284. ADMR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.750 dengan resist di level 1.810 cut loss jika break 1.850. XCLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 110 kemudian 111 dengan support di level 108 cut loss jika break 107. XIID (Buy) : Target kenaikan harga pada level 580 kemudian 586 dengan support di level 568 cut loss jika break 562. XPLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 542 kemudian

Analisa Saham FREN | 23 September 2022

Analisa Saham FREN Saham FREN turun menguji area support 80. Jika mampu bertahan dan matul keatas lagi, maka FREN berpeluang naik menuju target di 90-92, dengan target selanjutnya di 100. Indikator teknikal MACD mulai melandai dan volume tranaksi menipis, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak dalam fase konsolidasi. Trading Plan : Spekulasi Buy. Batasi resiko jika turun dan close di bawah 80. Disclaimer ON Sumber: step-trader - Informasi lengkap pasar saham ada di  Website Saham Online.    Materi belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online.