google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo AHAP INCAR DANA Rp98 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE. Langsung ke konten utama

AHAP INCAR DANA Rp98 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE.

 

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal. Demikian tertulis dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan Manajemen AHAP.

Melalui Penawaran Umum Terbatas IV dalam rangka HMETD atau biasa disebut dengan rights issue, Perseroan akan menerbitkan maksimal sebanyak 1,96 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp50 per lembarnya. Adapun harga yang ditetapkan Rp50 per unit, dengan target dana yang bakal dihimpun sebanyak Rp98 miliar.

Jumlah saham yang ditawarkan itu setara 66,67% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan. Untuk rasio dalam rights issue ini tiga banding dua (3:2), atau setiap 3 saham lama berhak atas 2 HMETD.

Menariknya, pemegang saham utama yakni PT Asuransi Central Asia menyatakan akan mengambil bagian dengan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam aksi korporasi ini. Caranya adalah mengonversi seluruh pinjaman subordinasi sebesar Rp25 miliar menjadi setoran modal untuk pengambilan sebagian HMETD yang menjadi haknya dan sisanya akan dibayarkan secara tunai.

Namun demikian patut diketahui, pemegang saham lama yang tidak menebus haknya dalam rights issue ini bakal terdilusi maksimum sebesar 40%.

"Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil PUT IV ini setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang terkait dengan PUT IV, akan digunakan Perseroan seluruhnya untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan kinerja Perseroan, dan akan ditempatkan pada instrument investasi sesuai dengan POJK No.71/POJK.05/2016,"tulis Manajemen AHAP.(end)



sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

3 Tips Investasi Saham Untuk Pemula

Investasi saham makin dikenal banyak orang, termasuk anak muda generasi milenial bahkan generasi Z. Selain transaksinya yang semakin praktis karena dilakukan secara online, adanya potensi return yang sangat tinggi menjadi daya tarik utamanya. Investasi saham bisa dikatakan mudah maupun susah. Agar semakin mahir dalam melakukan investasi saham, Anda bisa memulai dengan mengamalkan 3 tips berikut ini. Diversifikasi Investasi Jangan masukkan semua telur dalam satu keranjang. Jika Anda meletakkan semua telur Anda dalam satu keranjang, itu bisa membuat semuanya pecah jika keranjang tersebut terjatuh. Ketika Anda melakukan investasi, jangan pernah mengalokasikan seluruh modal Anda dalam satu jenis investasi saja. Berusahalah untuk mengalokasikan dana Anda di beberapa investasi. Diversifikasi yang Anda jalankan akan melindungi aset Anda. Seaandainya investasi yang satu sedang turun, setidaknya Anda masih memiliki investasi lain yang baik. Ketika Anda membutuhkan uang, Anda bisa mencairkan in...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...