google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Bintraco Dharma (CARS) Raup Laba Bersih Rp 19,28 Miliar di Kuartal I-2022 Langsung ke konten utama

Bintraco Dharma (CARS) Raup Laba Bersih Rp 19,28 Miliar di Kuartal I-2022


[Saham CARS] PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) mampu membalikkan keadaan dengan mencetak laba di kuartal I-2022 setelah sebelumnya masih harus menanggung kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2022 yang dirilis pada Selasa (31/5), CARS mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 19,28 miliar. Maklumlah, di kuartal I-2021, perusahaan ini masih mencatatkan kerugian mencapai Rp 80,89 miliar. 

Capaian bottom line turut didorong oleh pertumbuhan kinerja dari sisi top line. Selama kuartal I-2022, CARS mencatatkan kenaikkan pendapatan sebesar 33,90% year on year (yoy) menjadi Rp 1,43 triliun. 

Pendapatan CARS pada periode Januari-Maret 2022 masih ditopang oleh pendapatan otomotif yang mencapai Rp 1,40 triliun. Angka ini lebih tinggi 45,79% yoy dari sebelumnya Rp 964,65 miliar pada kuartal I-2021. 

Kemudian, pendapatan CARS disusul oleh pendapatan purna jual dan pembiayaan konsumen yang masing-masing angkanya mencapai Rp 18,11 miliar dan Rp 6,55 miliar. Keduanya terpantau menurun 70,46% yoy dan 84,65% yoy dari realisasi pendapatan pada periode yang sama tahun lalu. 

Terkereknya pendapatan, ikut mendorong peningkatan pada beban pokok pendapatan perusahaan. Tercatat, angkanya meningkat dari semula Rp 964,15 miliar di kuartal I-2021, naik menjadi Rp 1,26 triliun selama kuartal pertama tahun ini. 

Di sisi lain, perusahaan terpantau mampu memangkas beban usaha hingga 18,80% yoy menjadi Rp 102,70 miliar selama kuartal pertama. Adapun, pada periode yang sama tahun lalu, angkanya masih mencapai Rp 126,49 miliar. 

Dengan demikian, CARS berhasil meraup laba usaha sebesar Rp 75,61 miliar di tiga bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, perusahaan masih mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 36,87 miliar. 


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...