google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Axiata Investment dan Sederat Bos XL Axiata Borong Saham EXCL Langsung ke konten utama

Axiata Investment dan Sederat Bos XL Axiata Borong Saham EXCL


Axiata Investment (Indonesia) Sdn Bhd (AII) melaporkan bahwa pihaknya telah menambah kepemilikan saham di PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebanyak 1.447.929.593 lembar, dengan harga pembelian senilai Rp2.080 per saham.

Berdasarkan laporan Direktur AII, Vivek Sood kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 27 Desember 2022, pembelian saham senilai Rp3 triliun tersebut dilakukan pada 20 Desember 2022. "Tujuan transaksi sebagai pelaksanaan hak pemegang saham".

Komisaris EXCL itu menyampaikan, usai pelaksanaan transaksi tersebut, maka saat ini kepemilikan AII di EXCL menjadi sebanyak 8.037.176.856 saham atau setara dengan 65,86 persen dari sebelumnya 61,16 persen.

Seperti diketahui, saat penutupan perdagangan Selasa (20/12), saham EXCL berada di level 2100 atau menguat 2,44 persen dibanding penutupan transaksi sehari sebelumnya di posisi 2.050. Hari ini EXCL ditutup pada level 2.150 atau menguat 0,94 persen.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk (EXCL) Dian Siswarini melakukan exercise atas  hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dimilikinya menjadi saham perseroan. Selain itu, Direktur XL Axiata Yessie Dianty Yosetya juga melakukan hal yang sama.

Dalam keterbukaan informasi EXCL, Rabu (28/12/2022), Dian Siswarini menambah kepemilikannya sebanyak 1.138.500 saham EXCL pada 27 Desember di harga Rp 2.080 per saham. Sehingga nilainya mencapai Rp 2,36 miliar.

"Tujuan transaksi, pelaksanaan HMETD PT XL Axiata Tbk sebagai pemegang saham," ungkap Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman dalam keterbukaan informasi.

Setelah transaksi, jumlah saham yang dimiliki Dian Siswarini menjadi 11.244.622 saham atau 0,09%. Sebelumnya sebanyak 10.106.072 saham atau 0,08%.

Sedangkan Yessie menambah kepemilikannya atas saham perseroan, melalui eksekusi rights issue , sejumlah 480.780 saham di harga juga Rp 2.080 per saham pada 26 Desember. Karena itu, nilainya sebesar Rp 1 miliar.

Setelah transaksi, saham EXCL yang dipunyai Yessi menjadi 3.500.545 saham atau 0,03%. Sebelumnya adalah 3.019.765 saham atau 0,02%.

Selain itu, pengendali EXCL, yakni Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd pun meng- exercise rights issue EXCL sebanyak 1.477.929.593 saham di Rp 2.080 per saham pada 20 Desember. Nilai transaksinya mencapai Rp 3,07 triliun.

Sesudah transaksi, Axiata Investments menjadi menggenggam 8.037.176.856 saham atau 65,86%.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...