Tarif dan Perhitungan PPh Pasal 22 yang Pengusaha Wajib Tahu


Pajak merupakan saka guru ekonomi sebuah negara. Dengan pajak, negara dapat menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan demi kemaslahatan publik. Tanpa pajak, bisa dipastikan keuangan negara defisit dan perkembangan negara tersendat-sendat. Banyak kasus, ketika banyak warga negara yang tidak taat pajak atau ada indikasi penggelapan pajak dalam waktu yang lama, kondisi keuangan negara mengalami penurunan.

Inilah yang mendorong Pemerintah untuk bekerja keras dalam meningkatkan dan menjaga pendapatan negara dari sektor pajak. Salah satu kebijakan Pemerintah yang populer belakangan ini adalah Tax Amnest

Banyaknya Wajib Pajak yang tidak taat aturan dalam membayar pajak membuat Pemerintah berusaha keras agar Negara tidak dirugikan. Bahkan, kabarnya sekitar 56% dari total simpanan di perbankan Singapura adalah harta kekayaan Warga Negara Indonesia (WNI). Tentu saja ini merupakan potensi pendapatan pajak yang masif. Persoalan itulah yang kemudian mendorong Pemerintah mengeluarkan kebijakan Tax Amnesty atau pengampunan pajak.

Tax Amnesty merupakan solusi yang ditawarkan Pemerintah kepada Wajib Pajak yang tidak taat aturan agar mau memberitahukan secara terus terang seluruh kekayaan yang mestinya dilaporkan sebagai objek pajak kepada petugas pajak. Harapannya, selain mendapatkan pemasukan dari pajak yang terutang, juga meningkatkan jumlah Wajib Pajak besar baru yang tentu saja dampaknya langsung pada perekonomian nasional.

Dari sekian jenis pajak yang tak dibayarkan sepenuhnya, tak menutup kemungkinan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 adalah salah satunya. PPh Pasal 22 merupakan pajak penghasilan yang dibebankan pada badan usaha tertentu, baik milik Pemerintah (BUMN) maupun swasta, yang melakukan kegiatan perdagangan terkait dengan ekspor, impor, ataupun re-impor. Tarif untuk pajak jenis ini bervariasi dan bergantung dari pemungut serta objek dan jenis transaksinya.


Penjelasan Detail PPh Pasal 22 dan Perbedaannya dengan Pph Lain

Berdasarkan Undang-Undang, PPh tak hanya Pph Pasal 22 saja, tetapi juga ada PPh 21 dan Pph 23. PPh Pasal 22 dikenakan kepada badan-badan usaha tertentu, baik milik Pemerintah maupun swasta, yang melakukan kegiatan perdagangan ekspor, impor, dan re-impor.

Bedanya dengan PPh lain, objek pajak pada PPh 22 sangat bervariasi, termasuk juga dengan objek kena pajaknya yang beragam. Sementara untuk PPh Pasal 21, yang menjadi objek pajaknya adalah gaji, honorarium, upah, ataupun tunjangan dan penerimaan apa pun yang terkait dengan jabatan atau pemberian jasa. Sementara pada PPh Pasal 23, objek pajaknya adalah modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan selain yang terkena potongan PPh Pasal 21.


Subjek Pajak, Objek Pajak, dan Pemungut PPh Pasal 22

Landasan hukum PPh Pasal 22 adalah UU No. 36 Tahun 2008.  Undang-undang menyebutkan objek pajak PPh Pasal 22 adalah barang yang dianggap “menguntungkan”. Menguntungkan di sini maksudnya adalah baik penjual maupun pembeli sama-sama bisa mengambil keuntungan dari transaksi perdagangan tersebut. Secara spesifik, subjek pajak PPh Pasal 22 meliputi Badan Usaha (industri semen, kertas, baja, otomotif, dan farmasi), Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), produsen atau importir bahan bakar minyak, badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha industri baja, dan pedagang pengumpul (pengumpul hasil hutan, perkebunan, pertanian, dsb).

Selain itu,  penjualan barang mewah, seperti pesawat udara pribadi dengan harga jual lebih dari Rp20.000.000.000, penjualan kapal pesiar dan sejenisnya dengan harga jual lebih dari Rp10.000.000.000, dan penjualan rumah beserta tanahnya dengan harga jual atau harga pengalihannya lebih dari Rp10.000.000.000, juga dikenakan PPh Pasal 22 ini.

Yang berwenang menjadi pemungut PPh Pasal 22 adalah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Bank Devisa yang mengurusi pemungutan PPh Pasal 22 untuk objek pajak terkait impor serta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dan Bendahara Pemerintah yang melakukan pemungutan PPh Pasal 22 pada Pemerintah, baik pusat maupun daerah, instansi, serta lembaga negara lainnya, terkait dengan pembayaran serta pembelian barang. Dari penjelasan tersebut, bisa diketahui bahwa PPh Pasal 22 memiliki subjek dan objek pajak yang beragam yang telah ditentukan Pemerintah sebagaimana dalam penjelasan tadi.


Mengingat bervariasinya objek pajak PPh Pasal 22, perlu dipahami secara mendalam penentuan tarif dan besaran tarifnya. Berikut adalah besaran tarif serta penghitungan tarif PPh Pasal 22.

1. Untuk Impor

Jika menggunakan Angka Pengenal Importir (API), tarif yang dikenakan adalah 2,5% x nilai impor. Sementara untuk non-API, tarifnya sama dengan 7,5% x nilai impor dan untuk impor yang tidak dikuasai dikenakan tarif 7,5% x harga jual lelang.

2. Untuk Pembelian Barang

Jika pembelian barang dilakukan Bendahara Pemerintah, DJPB, dan BUMN/BUMD, tarif yang dikenakan adalah 1,5% x harga pembelian belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan tidak final.

3. Untuk Penjualan Hasil Produksi 

Sebagaimana ditetapkan lewat Keputusan Direktur Jenderal Pajak, barang yang kena Pajak PPh Pasal 22 meliputi: semen (tarif 0,25% x DPP PPN), kertas (tarif 0,1% x DPP PPN), produk baja (0,3% x DPP PPN), dan produk otomotif (0,45% x DPP PPN). Semua tarif tersebut bersifat tidak final.

4. Untuk Pembelian Bahan-Bahan Untuk Keperluan Industri 

Jenis ini juga dikenakan kepada eksportir dan pedagang pengumpul dengan tarif 0,25 % x harga pembelian dan ini tidak termasuk PPN.

5. Untuk impor kedelai, gandum, dan tepung terigu

Jika menggunakan API, tarif yang dikenakan sebesar 0,5% x nilai impor.

Pengecualian terhadap Pemungutan PPh Pasal 22

Besarnya lingkup objek pajak yang diatur dalam PPh Pasal 22 menyisakan beberapa pengecualian terhadap pemungutan PPh Pasal 22, yaitu:

Impor barang-barang dan/atau penyerahan barang yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tidak terutang PPh berdasarkan Surat Keterangan Bebas PPh Pasal 22 yang diterbitkan Direktur Jenderal Pajak.

Impor barang-barang yang dibebaskan dari bea masuk termasuk impor yang dilakukan ke dalam Kawasan Berikat (kawasan tanpa bea masuk hingga barang tersebut dikeluarkan untuk impor, ekspor atau re-impor) dan Entrepot Produksi Untuk Tujuan Ekspor (EPTE).

Pembayaran atas penyerahan barang yang dibebankan pada belanja negara/daerah yang meliputi jumlah kurang dari Rp2.000.000 (bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah).

Pembayaran untuk pembelian bahan bakar minyak, listrik, gas, air minum/PDAM, benda-benda pos, dan telepon.

Ilustrasi Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 22 dan PPN oleh Bendahara Pemerintah

Agar lebih paham, berikut ini ilustrasi besarnya pungutan dan kewajiban pemungut dalam aplikasi PPh Pasal 22 ini.

Pada 20 Februari 2015, Bendahara membeli 4 (empat) printer dari PT Super Komputindo (NPWP/NPPKP 01.222.355.5-063.000) dengan harga beli Rp22.000.000 (harga termasuk PPN).

Besarnya pemungutan pajak atas pembelian printer tersebut adalah:

Pemungutan PPh

Harga pembelian = 22.000.000

Dasar Pengenaan Pajak = 20.000.000 (100/110 X 22.000.000)

PPh Pasal 22 (1,5% x 20.000.000) = 300.000

Pemungutan PPN:

Dasar Pengenaan Pajak = 20.000.000

PPN (10% x 20.000.000) = 2.000.000

Kewajiban Bendahara

Melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT Super Komputerindo.

Menyetorkan PPh Pasal 22 dan PPN.

Cermati dan Pahami PPh Pasal 22 untuk Memastikan

PPh Pasal 22 diberlakukan pada banyak subjek pajak, baik milik pemerintah maupun swasta, yang melakukan kegiatan perdagangan ekspor, impor, dan re-impor. Pemberlakuan bahkan meluas sampai ke perdagangan barang yang dianggap "menguntungkan’. Sebab PPh Pasal 22 dapat dikenakan saat penjualan ataupun pembelian. Adalah perlu untuk mencermati dan memahami sepenuhnya segala hal terkait PPh Pasal 22. Dengan begitu, bisa diketahui dengan pasti apakah badan usaha Anda masuk sebagai subjek pajak. Dan transaksi pembelian yang Anda atau badan usaha Anda dikategorikan sebagai objek pajak PPh Pasal 22 atau tidak.



sumber : cermati

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Sales Bisa Jadi Orang Terkaya RI Lho, Nggak Percaya? TP Rachmat Contohnya


Siapa yang tidak kenal dengan Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat, mantan bos Astra Group yang kini menggarap bisnis dengan bendera Triputra Group. Pria yang akrab disapa Teddy ini merintis bisnisnya sejak 1998 setelah dirinya memutuskan untuk 'istirahat' dari Astra Group.

Pria yang akrab disapa Teddy menceritakan bagaimana perjalanan kariernya di tahun 1968 sebagai salesman hingga menjadi Direktur Utama di 1984.

"Persis 50 tahun lalu saya dipanggil pak William Juni 1968 mulai lah kerja di Astra. Mulai dari situ terus naik jadi Dirut (Direktur Utama)," ujar Teddy saat berbincang dengan detikcom 2018 lalu.

Awal bekerja di Astra, Teddy ditugaskan menjadi salesman untuk penjualan alat berat yang kini menjadi PT United Tractors Tbk. Ia menjadi sosok penting yang membesarkan anak usaha Astra tersebut.

"Sebagai salesman. Suruh bangun UT (United Tractors). UT itu kalau dibilang saya pegawai nomor satu di UT. Terus naik sama-sama jadi Dirut di 1984 di Astra. Di UT akhir 1970an akhir 1984 jadi Dirut di Astra sampai 1998," tutur Teddy.

Di tahun 1998, Teddy memutuskan untuk pensiun dan mendirikan perusahaan sendiri dengan nama Triputra Group. Di awal merintis perusahaan tersebut, Teddy berkisah ia melakukan tiga taruhan.

"Saya hanya bikin tiga bet aja, satu di Adira, satu di Adaro, satu di TAP (Triputra Agro Persada). Udah itu aja tiga bet," ujar Teddy.

Mendirikan perusahaan sendiri pada awalnya bukanlah menjadi hal yang mudah. Perusahaan yang kini tumbuh dibangun dengan kerja keras yang dibangun dengan ide cemerlang mantan Bos Astra.

"Nggak punya duit, nggak punya apa, hanya punya cara berpikir aja sama punya reputasi, itu aja," ujar Teddy.r

Di majalah Forbes pada 2018, TP Rachmat dan keluarga masuk ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia peringkat ke 19. Forbes mencatat TP Rachmat dan keluarga punya kekayaan hingga US$ 1,62 miliar atau sekitar Rp 21,8 triliun (kurs: Rp 13.500/dolar saat itu).


sumber : detik.com

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

BERKONTRIBUSI TERBESAR, EKSPOR INDUSTRI PENGOLAHAN NAIK 31% AWAL TAHUN.


Sektor industri tetap konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Pada Januari 2022, kinerja ekspor industri pengolahan mencapai USD15,71 miliar atau naik 31,16% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri memberikan sumbangsih sebesar 82% terhadap struktur ekspor nasional pada awal tahun macan air. Pada Januari 2022, total ekspor nasional mencapai USD19,16 Miliar, atau naik 25,31% dibanding capaian Januari 2021 (y-o-y).

Sementara itu, sektor nonmigas berkontribusi hingga 95,30% terhadap kinerja ekspor nasional Januari 2022. Adapun pangsa pasar utama ekspor nonmigas, yaitu ke Tiongkok (19,25%), Amerika Serikat (14,04%), dan Jepang (8,29%).

"Ekspor di Januari 2022 ini menandai peningkatan kinerja yang stabil dan semakin membaik. Kami yakin, ekspor sektor manufaktur di bulan-bulan selanjutnya akan terus meningkat, meskipun pandemi Covid-19 masih terjadi," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (15/2).

Menurut Menperin, kinerja baik ekspor industri manufaktur ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri. Selain itu, membuktikan bahwa produk industri Indonesia mampu berdaya saing di kancah global.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, hal yang sedang dipacu dari sektor industri antara lain adalah penambahan investasi, peningkatan nilai tambah, dan perluasan pasar ekspor. Hal ini yang akan mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional," paparnya.

Agus mencontohkan, sektor industri otomotif telah membuktikan kemampuannya untuk menembus pasar ekspor baru, yakni Australia. Negara Kanguru tersebut diketahui memiliki standar dan spesifikasi yang ketat terhadap produk kendaraan yang dipasarkan.

"Hari ini telah dibuktikan oleh salah satu perusahaan industri otomotif di Indonesia, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil melakukan ekspor perdana ke Australia. Menurut Bapak Presiden, keberhasilan tersebut berkat kompetensi SDM industri kita dan juga didukung oleh sektor IKM komponen otomotif yang mampu memenuhi standar kualitas global," paparnya. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

PUPR UNGKAP TARGET PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR AIR DI 2022.



Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jarot Widyoko menjabarkan sejumlah target pembangunan infrastruktur SDA pada 2022 dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa.

"Untuk target pembangunan infrastruktur SDA tahun 2022 antara lain dapat kami sampaikan 10.035 hektar pembangunan untuk daerah irigasi, lalu rehabilitasi jaringan irigasi seluas 142.615 hektar," ujar Jarot Widyoko

Lebih lanjut Jarot memaparkan bahwa Ditjen Sumber Daya Air (SDA) juga akan melakukan pembangunan 35 bendungan termasuk di dalamnya 2 bendungan baru, ditambah 33 bendungan dalam proses pembangunan atau on-going.

"Lalu rencana pembangunan 21 embung, ditambah membangun pengendali banjir dan pengaman pantai sepanjang 157 Km. Dan juga menambah ketersediaan air baku sebesar 2,86 meter kubik per detik," katanya.

Dalam paparannya, Dirjen SDA juga menyampaikan bahwa pagu anggaran Ditjen SDA pada tahun ini mencapai Rp41,23 triliun.

Adapun pagu anggaran tahun 2022 tersebut mayoritas dialokasikan untuk belanja modal sebesar Rp29,79 triliun atau 72,25 persen, kemudian belanja barang Rp10,34 triliun atau 25,08 persen dan belanja pegawai Rp1,10 triliun atau 2,67 persen.

Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan pembangunan infrastruktur pada tahun 2022 harus berfokus pada Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, dan Rehabilitasi atau OPOR.

Terkait Optimalisasi, semua pembangunan infrastruktur yang telah selesai harus dievaluasi, diinventarisasi, dan sudah bisa dimanfaatkan. Berikutnya Pemeliharaan, utamakan pemeliharaan. Untuk tahun 2022, program pemeliharaan infrastruktur harus lebih menonjol. (end/ant)



sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PTPN IV GELAR OPERASI PASAR MINYAK GORENG DI SUMUT.



PTPN IV mulai Selasa melakukan operasi pasar (OP) minyak goreng dengan total sebanyak 309.464 liter hingga empat bulan ke depan untuk membantu ketersediaan salah satu bahan pokok itu bagi masyarakat.

"Sesuai arahan dari holding perkebunan Nusantara, pada tahap awal, OP minyak goreng dilakukan sebanyak 6.000 liter dengan harga Rp14.000 per liter," ujar Direktur PTPN IV, ,Sucipto Prayitno di Medan, Selasa.

Dia mengatakan itu seusai OP minyak goreng di Kantor Direksi PTPN IV Jalan Letjen Suprapto Medan yang dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Dammikrot yang mewakili Wali Kota Medan, dan sejumlah kepala dinas terkait serta pejabat muspika.

Minyak goreng yang di OP kan itu merupakan produksi PT Industri Nabati Lestari (PT INL) yang juga merupakan anak perusahaan PTPN IV dan PTPN III.

Menurut Sucipto Prayitno yang didampingi SEVP Operation I Fauzi Omar, SEVP Operation II Joni Raja Siregar dan SEVP Business Support Budi Susanto, kepala bagian dan Ketua Umum SPBUN PTPN IV Muhammad Iskandar, OP. minyak goreng di kantor direksi itu berlangsung selama dua hari yakni 15 - 16 Februari 2022.

Sucipto Prayitno mengatakan, OP minyak goreng itu diharapkan bisa menjangkau semua. masyarakat di sekitar operasional PTPN IV dan termasuk karyawan.

Agar OP memenuhi sasaran, perusahaan sudah menetapkan jumlah pembelian minyak goreng itu atau dua liter per kepala keluarga.

"PTPN IV juga akan menyalurkan minyak goreng murah itu hingga ke berbagai kawasan khususnya yang berdampingan langsung dengan wilayah kerja PTPN IV mulai di distrik, kebun dan pabrik kelapa sawit.

Dia menjelaskan, kegiatan OP minyak goreng itu merupakan kebijakan Kementerian Perdagangan tentang minyak goreng satu harga sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau.

Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim, mengatakan, sebelumnya yakni pada 8 Januari 2022, PTPN Group telah melaksanakan OP di tiga lokasi di wilayah Medan.

Dia menegaskan, PTPN Group akan menggelontorkan 1/4 dari total kapasitas produksi minyak goreng atau setara dengan 750 ribu liter per bulan hingga Mei.

Total hingga Mei 2022 ada 3,75 juta liter minyak goreng yang akan digelontorkan. "Harapannya, dengan OP, PTPN memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam bidang perekonomian sesuai dengan komitmen pemerintah terhadap masyarakat," ujar Riza. (end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

MULTIPOLAR (MLPT) BAKAL LEPAS SAHAM ANAK USAHA DI BIDANG DATA CENTER.



PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) berencana melepas saham di anak usaha yakni PT Graha Teknologi Nusantara kepada Edgeconnex Europe BV.

Dalam keterangan tertulis yang di sampaikan Manajemen MLPT, disebutkan bahwa jumlah saham yang akan dilepas pada anak usaha yang bergerak dibidang pusat data atau data center, yakni sebanyak 281.535.000 lembar saham atau 65%.

Selain saham, Perseroan juga akan menjual aset atau sebidang tanah seluas 40 ribu meter persegi di Cikarang, Bekasi.

Patut diketahui, calon pembeli anak usaha tersebut bukan pihak terafiliasi dengan perseroan. Karena nilai jual beli ini tergolong transaksi material, maka Perseroan harus mengantongi restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kemudian disampaikan bahwa implementasi dari aksi korporasi ini masih menunggu terpenuhinya persyaratan yang tertuang dalam perjanjian jual beli antara Perseroan, Mitsui & Co Ltd selaku pemegang 35% saham pada Graha Teknologi Nusantara dan Edgeconnex Europe pada tanggal 14 Februari 2022. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Sampoerna Agro (SGRO) Bakal Terbitkan Surat Utang Senilai Rp 830,5 Miliar



PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan menerbitkan surat utang atau obligasi dengan jumlah pokok keseluruhan sebesar Rp 830,5 miliar. Surat utang tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap III Tahun 2022 dengan nilai pokok Rp 525,38 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap III Tahun 2022 dengan sisa imbalan ijarah Rp 305,11 miliar.

Berdasarkan pengumuman KSEI, Selasa (15/2), obligasi ini bakal terdiri dari dua seri. Pertama, Seri A yang ditawarkan dengan jumlah pokok Rp 75 miliar memiliki tenor tiga tahun dan tingkat suku bunga tetap 7,15% per tahun.

Kedua, Seri B memiliki nilai pokok Rp 450,38 miliar dengan tenor lima tahun dan tingkat suku bunga tetap 8,40% per tahun.

Sementara itu, penerbitan sukuk juga akan terdiri dari dua seri. Pertama, Seri A ditawarkan dengan sisa imbalan ijarah Rp 75 miliar dan jangka waktu tiga tahun serta cicilan imbalan ijarah Rp 5,36 miliar per tahun.

Kedua, Seri B yang punya sisa imbalan ijarah Rp 230,11 miliar dengan tenor lima tahun dan cicilan imbalan ijarah Rp 19,32 miliar per tahun.

Bunga obligasi dan cicilan imbalan ijarah ini akan dibayarkan tiap tiga bulan sekali terhitung sejak tanggal emisi, yakni 2 Maret 2022. Dengan begitu, pembayaran bunga dan cicilan imbalan ijarah pertama akan jatuh pada 2 Juni 2022.

Sampoerna Agro akan menggunakan 34% dana penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk pelunasan lebih awal sebagian utang pokok Sampoerna Agro ke Indonesia Eximbank.

Kemudian sekitar 66% dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran yang dipercepat atas sebagian pokok utang bank milik PT Sungai Rangit, entitas anak usahanya ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Selanjutnya, sekitar 11% dana suku ijarah bakal digunakan untuk melunasi sisa pokok utang bank milik PT Sungai Rangit ke Bank Mandiri.

Lalu, 89% sisanya dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran yang dipercepat atas sebagian pokok utang bank milik PT Aek Tarum ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Obligasi dan sukuk ijarah ini dijamin dengan hak tanggungan berupa beberapa Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) di Ogan Komering Ilir dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di Margo Bakti. Seluruh jaminan tersebut terletak di provinsi Sumatra Selatan.

Masa penawaran umum obligasi dan sukuk ijarah ini akan berlangsung pada 23-24 Februari 2022 lalu tanggal penjatahan jatuh pada 25 Februari 2022. Selanjutnya, distribusi secara elektronik dan pengembalian uang pesanan pada 2 Maret 2022 serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia dilaksanakan pada 4 Maret 2022.

Sampoerna Agro telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah ini. Sementara itu, PT Bank Pertama Tbk berperan sebagai wali amanat.

Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro dengan target dana masing-masing Rp 1 triliun. Obligasi ini mendapatkan peringkat Single A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), sedangkan sukuk memperoleh peringkat Single A Syariah.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Tower Bersama (TBIG) Menerbitkan Obligasi Untuk Melunasi Sebagian Pinjaman



PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2,2 triliun. Tower Bersama akan menggunakan dana hasil penerbitan ini untuk pembiayaan utang anak usaha.

Surat utang bernama Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2022 ini akan ditawarkan dalam dua seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp 1,7 triliun dengan tingkat bunga tetap 3,75% per tahun dan tenor 370 hari. Sementara, Seri B berjumlah pokok Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap 5,90% per tahun dan jangka waktu tiga tahun.

Berdasarkan prospektus ringkas penerbitan obligasi, TBIG akan menggunakan dana hasil penawaran umum setelah dikurangi biaya emisi untuk dipinjamkan ke anak usaha dengan kepemilikan 99,99%, yakni PT Tower Bersama untuk melunasi sebagian kewajiban keuangan TB terkait fasilitas pinjaman revolving US$ 275 juta tanggal 20 Januari 2021 yang akan dibayarkan kepada para kreditu melalui United Overseas Bank Ltd sebagai agen.

Fasilitas pinjaman ini memiliki tingkat bunga 1,85% per tahun di atas Libor untuk kreditur dalam negeri dan 1,75% per tahun di atas Libor untuk kreditur luar negeri. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada Juni 2026.

Per 11 Februari 2022, saldo kewajiban utang TB dalam fasilitas pinjaman ini sebesar US$ 265 juta atau setara dengan Rp 3,8 triliun. Dengan pembayaran fasilitas pinjaman kepada para kreditur, saldo kewajiban atas fasilitas pinjaman ini akan menjadi US$ 112,4 juta atau setara Rp 1,61 triliun.

Berdasarkan pengumuman KSEI Selasa (15/2), masa penawaran umum obligasi ini akan berlangsung pada tanggal 24-25 Februari 2022. Lalu, tanggal penjatahan jatuh pada 1 Maret 2022 dan pengembalian uang pemesanan serta distribusi elektronik pada 2 Maret 2022. Selanjutnya, obligasi ini akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 4 Maret 2022.

TBIG menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT UOB Kay Hian Sekuritas, PT BCA Sekuritas, dan PT OCBC Sekuritas Indonesia berperan sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Obligasi Tahap III ini adalah bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V Tower Bersama Infrastructure dengan target dana dihimpun mencapai Rp 15 triliun. Sebelumnya, TBIG telah menerbitkan obligasi Tahap I senilai Rp 1,2 triliun pada 19 Agustus 2021 dan Tahap II Rp 1,45 triliun pada 10 Desember 2021.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

EKSPANSI BISNIS DIGITAL DI METAVERSE, BNI GANDENG WIR GROUP.


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai pionir digital banking berkomitmen membangun metaverse Indonesia dan ekspansi bisnis digital dengan menggandeng WIR Group.

"BNI tentunya selalu di depan dalam pengembangan layanan digital. Kami tidak hanya mengikuti tren, tetapi ikut membangun dunia metaverse ini di Indonesia," kata Direktur IT & Operasi BNI YB Hariantono usai menyaksikan penandatanganan Mou BNI-WIR Group di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan BNI siap memberikan pelayanan perbankan yang atraktif bagi nasabah seperti sifat metaverse, yang menghubungkan dunia nyata dan virtual secara imersif.

Layanan itu mencakup penggabungan virtual reality, augmented reality, dan artificial intelligence untuk memberikan pengalaman baru bagi nasabah menikmati layanan perbankan digital.

"Kami akan membentuk ekosistem bisnis yang baru di dalamnya, seperti digital branch, digital product, new services, dan engagement kepada customer yang attached dengan metaverse," katanya.

Hariantono menyampaikan WIR Group merupakan mitra yang tepat untuk ekspansi BNI di metaverse karena perusahaan basis teknologi augmented reality (AR) itu terbukti berpengalaman dan telah mendapat pengakuan di berbagai negara.

BNI juga mengapresiasi konsistensi WIR Group dalam mengembangkan metaverse. Perseroan tentunya akan lebih proaktif menggandeng lebih banyak mitra untuk memberikan nilai tambah pada inovasi produk layanan BNI ke depan.

Saat ini, tambah dia, perseroan adalah bank milik pemerintah yang paling agresif dalam pengembangan ekonomi digital. Bagi BNI, tren digital baru ini bukan sekadar untuk mengembangkan konsep mobile banking.

Metaverse, lanjut dia, justru merupakan dunia virtual yang mampu memberikan nilai tambah serta memberikan layanan yang berbeda dari konsep digital banking akhir-akhir ini.

Untuk itu, melalui kolaborasi dengan WIR Group, BNI turut mendukung penciptaan metaverse Indonesia yang dapat bersaing secara global dan membangun ekosistem bisnis baru.

"Sebagai pionir digital banking, BNI juga akan fokus pada pengembangan digital talent yang akan mendukung future digital customer ecosystem, dengan meningkatkan kualitas layanan perbankan digital yang lebih menarik dan memberikan nilai tambah," katanya. (end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

AKSELERASI JARGAS, PGN AUDIENSI DENGAN PEMDA DIY DAN JATENG.


PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), melaksanakan audiensi dengan sejumlah kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah bagian selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengakselerasi pembangunan jaringan gas bumi (jargas) di wilayah tersebut.

Audiensi dilakukan dengan Wali Kota Yogyakarta, Bupati Kebumen, Bupati Kulon Progo, Bupati Sleman, Bupati Bantul, Bupati Purworejo, dan Bupati Gunung Kidul.

"Kami perlu bersinergi bersama pemerintah daerah tingkat dua dalam rangka percepatan pembangunan jaringan gas bumi. Sinergi tersebut meliputi penyelarasan program jargas dengan pengembangan fasilitas dan infrastruktur daerah yang ada," kata Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Selain itu, menurut dia, dukungan juga terkait kebijakan dan fasilitas pendukung infrastruktur jargas untuk menyukseskan program bauran energi daerah dan nasional.

"Target pemerintah, empat juta sambungan jargas rumah tangga pada 2024-2025 harus tercapai," tambah Haryo.

Sinergi lain dengan pemerintah daerah, lanjutnya, juga diperlukan agar dapat menyosialisasikan pemanfaatan gas bumi kepada masyarakat setempat, sehingga lebih familiar dengan energi ramah lingkungan tersebut.

Pemanfaatan gas bumi memiliki keunggulan lebih praktis, lebih aman, lebih ramah lingkungan, dan ketersediaannya lebih terjamin.

"Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam kesuksesan program jargas ini. Kami membutuhkan sinergi, termasuk dengan BUMN, BUMD atau perusda dalam pengoperasian dan pemeliharaan jargas," imbuh Haryo.

Pembangunan satu juta sambungan gas rumah tangga per tahun berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja, mengurangi impor elpiji, pemanfaatan TKDN hingga 70 persen, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Provinsi Jawa Tengah bagian selatan dan DIY saat ini belum dilalui jalur pipa distribusi gas bumi.

Meskipun begitu, potensi pemanfaatannya cukup baik, yang mana wilayah selatan Jawa juga terdapat beberapa potensi sumber gas yang apabila dimanfaatkan optimal dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan multiplier effect-nya bagi wilayah tersebut.

Oleh karena itu, PGN memerlukan skema transportasi logistik guna membawa gas yang akan diutilisasi untuk masyarakat setempat, yang salah satunya menggunakan kereta api.

"Untuk skema pembangunan infrastruktur jargas akan dikombinasikan, baik secara pipeline maupun beyond pipeline menggunakan liquified natural gas (LNG) dan compressed natural gas (CNG), sehingga mempermudah transportasi dan rantai suplai gas bumi. Kami bekerja sama dengan PT KAI untuk membawa kargo LNG dengan kereta api," jelas Haryo. (end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham ASII, BBTN, BBNI, ADRO, LSIP dan MEDC oleh VALBURY SEKURITAS | 16 Februari 2022



VALBURY SEKURITAS 
WEDNESDAY, 16 FEBRUARY 2022




Prediksi IHSG : 

IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (16/02), didukung oleh mayoritas katalis positif baik internal maupun eksternal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 930 juta pada Januari 2022 (+), 2) BI mencatat posisi utang luar negeri nasional pada kuartal terakhir tahun lalu sebesar US$ 415,1 miliar, turun dari kuartal sebelumnya US$ 424 miliar (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan depresiasi terhadap dolar AS (+), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak menguat (+), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Selasa (15/02) ditutup meleset (+), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona merah (-), Sentimen global ; 1) Menarik kembali sebagian pasukan dari dekat perbatasan Ukraina, kembali ke pangkalannya (+), 2) US, Manufacturing Production, diperkirakan naik menjadi 0.3% dari -0.3% (+) dan, 3) US, Industrial Production, diperkirakan naik menjadi 0.4% dari -0.1% (+).


Perspektif tenikal 

Support Level :    6754/6701/6674

Resistance Level :   6834/6861/6914

Major Trend : Up

Minor Trend : Up

Pattern : Up


TRADING IDEAS : 

These recommendations based on technical and only intended for one day trading


ASII: Trading Buy

• Close 5500, TP 5575

• Boleh buy di level 5350-5500

• Resistance di 5575 & support di 5350

• Waspadai jika tembus di 5350

• Batasi resiko di 5300


BBTN: Trading Buy

• Close 1815, TP 1840

• Boleh buy di level  1790-1815

• Resistance di 1840 & support di 1790

• Waspadai jika tembus di 1790

• Batasi resiko di 1770


BBNI : Trading Buy

• Close 7925, TP 8000

• Boleh buy di level  7775-7925

• Resistance di 8000 & support di 7775

• Waspadai jika tembus di 7775

• Batasi resiko di 7725


ADRO:  Trading Buy

• Close 2290, TP 2320

• Boleh buy di level  2230-2290

• Resistance di 2320 & support di 2230

• Waspadai jika tembus di 2230

• Batasi resiko di 2200


LSIP:  Trading Buy

• Close 1385, TP 1415

• Boleh buy di level  1340-1385

• Resistance di 1415 & support di 1340

• Waspadai jika tembus di 1340

• Batasi resiko di 1310


MEDC:  Trading Buy

• Close 585, TP 610

• Boleh buy di level  570-585

• Resistance di 610 & support di 570

• Waspadai jika tembus di 570

• Batasi resiko di 540


Ket.  TP : Target Price



(Disclaimer ON) 

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham AMAR, BBCA dan BBTN oleh HPFINANCIALS | 16 Februari 2022



MIRAE ASSET SEKURITAS
16 FEBRUARI 2022



IHSG Daily, 6,807.5 (+1.08%), Test resistance at 6,826. Trading range 6,781 – 6,826 . Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Pada periode weekly indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung bergerak turun. Daily support di 6,781 dan daily resistance di 6,826. Cut loss level di 6,690.

AMAR Daily, 388 (-3.96%) buy on weakness, trading range 376 – 428. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada sekitar oversold area. Daily support di 376 dan daily resistance di 428. Cut loss level di 374.

BBCA Daily, 7,875 (+2.27%) trading buy, trading range 7,750 – 7,950. indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 7,750 dan daily resistance di 7,950. Cut loss level di 7,700.

BBTN Daily, 1,815 (+2.54%), trading buy,trading range 1,780 – 1,835. Indikator MFI Optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 1,780 dan daily resistance terdekat di 1,835. Cut loss level di 1,720.


Disclaimer

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham ADRO dan SCMA oleh HP FINANCIALS | 16 Februari 2022





HP FINANCIALS
16 FEBRUARI 2022



Saham ADRO

Trend (minor) : Sideways; Pattern : Triangle (blue). Potential : ADRO break out upper Triangle dan MA10 & 20 maka akan membuka jalan menuju TARGET  2470-2530, extended to upper channel medium-term (green) sekitar 2650.

Rekomendasi

Buy, Entry Level: 2290; Target: 2470-2530 / 2650;  Stoploss : 2160


Saham SCMA

Trend : Downtrend; Pattern : Parallel Channel (pink). Indicator : RSI positive divergence. Potential : candle Inverted Hammer di area Support lower channel suggesting a possible rebound to TARGET 288-292.

Rekomendasi

Speculative Buy, Entry Level: 254; Target: 288- 292; Stoploss: 240.


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham BBTN, INDF, TLKM dan INCO oleh INDOPREMIER | 16 Februari 2022



INDOPREMIER 
16 FEBRUARI 2022




IHSG

IHSG (6.770 – 6.850) : Indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.850 kemudian 6.890 dengan support di level 6.770 kemudian 6.730.


Saham BBTN

BBTN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.840 kemudian 1.865 dengan support di level 1.790 cut loss jika break 1.765.


Saham INDF

INDF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.450 kemudian 6.525 dengan support di level 6.300 cut loss jika break 6.225.


Saham TLKM

TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.460 kemudian 4.510 dengan support di level 4.360 cut loss jika break 4.310.


Saham INCO

INCO (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 4.620 dengan resist di level 4.730 kemudian 4.800.


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham BNBA, PGAS, BUKA dan TAPG oleh MNC SEKURITAS | 16 Februari 2022



MNC Daily Scope Wave
16 Februari 2022



IHSG ditutup menguat 1,1% ke level 6,807 pada perdagangan kemarin (15/2), penguatan IHSG pun inline dengan level yang kami berikan kemarin. Kami memperkirakan, pergerakan IHSG akan melanjutkan penguatannya untuk menguji area 6,825, namun tidak menutup kemungkinan terjadi koreksi dalam jangka pendek ke rentang area 6,760-6,700. Selama tidak terkoreksi ke bawah level 6,698 atau bahkan 6,648 maka posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.

Support: 6,698, 6,648

Resistance: 6,875, 6,930


BNBA - Buy on Weakness (3,100)

Kemarin (15/2), BNBA ditutup menguat 1% ke level 3,100. Kami memperkirakan, apabila BNBA belum mampu break dari 3,410 sebagai resistancenya, maka posisi BNBA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.

Buy on Weakness: 2,800-2,980

Target Price: 3,650, 3,940

Stoploss: below 2,790


PGAS - Buy if Break (1,420)

PGAS ditutup menguat 1,1% ke level 1420 pada perdagangan kemarin (15/2), pergerakan PGAS pun telah menembus MA60-nya. Apabila PGAS mampu break dari level resistancenya di 1,430, maka kami perkirakan posisi PGAS saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave B.

Buy if Break: 1,430

Target Price: 1,500, 1,550

Stoploss: below 1,365


BUKA - Spec Buy (376)

Pada perdagangan kemarin (15/2), BUKA ditutup menguat 1,6% ke level 376, level lowest BUKA pun masih tertahan oleh MA20. Selama BUKA masih mampu bergerak di atas 314 sebagai level supportnya, maka kami memperkirakan posisi BUKA sedang berada di akhir wave [ii] pada label hitam dan berpeluang menguat untuk membentuk wave [iii].

Spec Buy: 350-376

Target Price: 460, 550

Stoploss: below 314


TAPG - Buy on Weakness (730)

TAPG ditutup menguat 5,8% ke level 730 pada perdagangan kemarin (15/2). Kami memperkirakan, posisi TAPG saat ini sedang berada pada awal wave [iii] dari wave C dan hal ini akan lebih terkonfirmasi apabila TAPG mampu break resistance 750 dengan agresif.

Buy on Weakness: 680-710

Target Price: 780, 840

Stoploss: below 645


Disclaimer On

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham LSIP | 16 Februari 2022


LSIP berhasil mencapai target kenaikan pola bullish triple bottoms di 1350 seperti  yang direkomendasikan dalam LSIP Mengawali Uptrendnya, Trading Buy. Setelah mencapai target kenaikan di 1350, LSIP berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju target baru di 1400-1430.

Rekomendasi:  Hold target baru di 1400-1430


sumber : doktermarket

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham BBNI | 16 Februari 2022


Sesuai dengan ulasan sebelumnya: ‘BBNI Tertahan Resisten Bullish Flag , Ada Peluang Menuju 9000?’ BBNI berhasil menutup gap di area 7700 yang juga berdekatan dengan area target price kami di 7650.

Kedepannya, selama BBNI mampu bertahan dan berkonsolidasi diatas area gap 7700 – 7725 (box merah), maka terbuka ruang kenaikan yang lebih tinggi bagi BBNI menuju 9075 dengan minor target 8650. Harga yang sudah berada diatas rangkaian moving average menunjukan saham ini berada dalam trend kenaikan jangka menengah – panjang.

Trading plan : Hold. Tidak disarankan untuk yang ingin membeli pertama kali (High entry risk).


Disclaimer ON

sumber : galerisaham

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham UNTR | 16 Februari 2022


Jelang rilis laporan keuangan FY 2021 yg diperkirakan akan keluar pada akhir bulan ini, saham UNTR mulai bergerak naik dan berhasil breakout keluar dari area konsolidasinya (resistance kotak kuning) setelah menembus dan bertahan diatas 23.700, dengan diikuti volume transaksi yang meningkat. Indikator teknikal MACD yang mulai golden cross dan bergerak naik diatas centreline menggambarkan saham ini berada dalam momentum kenaikan yang positif. Selama mampu bertahan diatas level breakout-nya, maka terbuka ruang bagi saham ini untuk mulai reli bergerak uptrend seperti yang pernah dilakukan oleh UNTR pada bulan September tahun  lalu.

Trading Plan : Hold bagi member yang telah beli sesuai rekomendasi di grup premium. Target di 23.350 telah tercapai. Target-target berikutnya di 24.675 dan 25.550. Ikutin terus dan cek update teknikal UNTR selanjutnya untuk target-target berikutnya serta trailing stopnya di member area.


Disclaimer ON

sumber : steptrader

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online