PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) akan membagikan dividen interim tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku September 2022 sesuai dengan keputusan Direksi pada tanggal 1 November 2022.
PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) Bakal Bagikan Dividen Interim Rp90 Per Saham
PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) akan membagikan dividen interim tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku September 2022 sesuai dengan keputusan Direksi pada tanggal 1 November 2022.
Sampoerna Agro (SGRO) Bakal Terbitkan Surat Utang Senilai Rp 830,5 Miliar
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan menerbitkan surat utang atau obligasi dengan jumlah pokok keseluruhan sebesar Rp 830,5 miliar. Surat utang tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap III Tahun 2022 dengan nilai pokok Rp 525,38 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap III Tahun 2022 dengan sisa imbalan ijarah Rp 305,11 miliar.
Berdasarkan pengumuman KSEI, Selasa (15/2), obligasi ini bakal terdiri dari dua seri. Pertama, Seri A yang ditawarkan dengan jumlah pokok Rp 75 miliar memiliki tenor tiga tahun dan tingkat suku bunga tetap 7,15% per tahun.
Kedua, Seri B memiliki nilai pokok Rp 450,38 miliar dengan tenor lima tahun dan tingkat suku bunga tetap 8,40% per tahun.
Sementara itu, penerbitan sukuk juga akan terdiri dari dua seri. Pertama, Seri A ditawarkan dengan sisa imbalan ijarah Rp 75 miliar dan jangka waktu tiga tahun serta cicilan imbalan ijarah Rp 5,36 miliar per tahun.
Kedua, Seri B yang punya sisa imbalan ijarah Rp 230,11 miliar dengan tenor lima tahun dan cicilan imbalan ijarah Rp 19,32 miliar per tahun.
Bunga obligasi dan cicilan imbalan ijarah ini akan dibayarkan tiap tiga bulan sekali terhitung sejak tanggal emisi, yakni 2 Maret 2022. Dengan begitu, pembayaran bunga dan cicilan imbalan ijarah pertama akan jatuh pada 2 Juni 2022.
Sampoerna Agro akan menggunakan 34% dana penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk pelunasan lebih awal sebagian utang pokok Sampoerna Agro ke Indonesia Eximbank.
Kemudian sekitar 66% dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran yang dipercepat atas sebagian pokok utang bank milik PT Sungai Rangit, entitas anak usahanya ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Selanjutnya, sekitar 11% dana suku ijarah bakal digunakan untuk melunasi sisa pokok utang bank milik PT Sungai Rangit ke Bank Mandiri.
Lalu, 89% sisanya dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran yang dipercepat atas sebagian pokok utang bank milik PT Aek Tarum ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
Obligasi dan sukuk ijarah ini dijamin dengan hak tanggungan berupa beberapa Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) di Ogan Komering Ilir dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di Margo Bakti. Seluruh jaminan tersebut terletak di provinsi Sumatra Selatan.
Masa penawaran umum obligasi dan sukuk ijarah ini akan berlangsung pada 23-24 Februari 2022 lalu tanggal penjatahan jatuh pada 25 Februari 2022. Selanjutnya, distribusi secara elektronik dan pengembalian uang pesanan pada 2 Maret 2022 serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia dilaksanakan pada 4 Maret 2022.
Sampoerna Agro telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah ini. Sementara itu, PT Bank Pertama Tbk berperan sebagai wali amanat.
Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro dengan target dana masing-masing Rp 1 triliun. Obligasi ini mendapatkan peringkat Single A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), sedangkan sukuk memperoleh peringkat Single A Syariah.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
TINGGINYA BEBAN PICU KERUGIAN SAMPOERNA AGRO DI SEPANJANG TAHUN 2020
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) membukukan pertumbuhan penjualan pada periode Januari-Desember 2020, menjadi sebesar Rp3,502 triliun, dibandingkan dengan periode serupa tahun 2019, yang sebesar Rp3,268 triliun.
Namun demikian, dalam laporan keuangannya disebutkan bahwa beban pokok penjualan naik menjadi sebesar Rp2,618 triliun. Kemudian, beban provisi liabilitas kontigensi sebesar Rp319,16 miliar di tahun 2020, sedangkan tahun 2019 pos tersebut tidak ada (nihil). Kemudian ditambah membengkaknya beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp292,2 miliar dibandingkan tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp133,94 miliar.
Alhasil, SGRO mencatat rugi sebesar Rp201,42 miliar pada tahun 2020, dibandingkan dengan tahun 2019 yang berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp33,15 miliar. Dengan demikian, rugi per saham dasar SGRO senilai Rp111, berbanding terbalik dibanding tahun 2019 yang mencatatkan laba per saham senilai Rp18. (end)
Sumber: IQPLUS
[SGRO] PT Sampoerna Agro Tbk Lakukan Penawaran Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan dengan Total Rp394,88 miliar
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melakukan Penawaran Obligasi dan sukuk ijarah berkelnajutan dengan total Rp394,88 miliar. Menurut keterangan perseroan Kamis, Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan I dengan target dana yang dihimpun Rp1 triliun.
Obligasi berkelanjutan I Tahap III tahun 2021 dengan jumlah Pokok Obligasi sebesar Rp174,61 miliar ini terdiri dari dua seri yakni seri A senilai Rp127,66 miliar dengan bunga 9,45% dan serta tenor 3 tahun sejak tanggal emisi dan Seri B senilai Rp46,95 miliar dengan tingkat bunga 10,35% dan tenor 5 tahun.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 17 Juni 2021 sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 17 Maret 2024 untuk Obligasi Seri A dan 17 Maret 2026 untuk Obligasi Seri B.
Selain obligasi, Sampoerna Agro juga menawarkan sukuk berkelanjutan I tahap II tahun 2021 dengan sisa imbalan sebesar Rp394,88 miliar. Surat ijarah berkelanjutan I ini merupakan bagian dari penawaran umum Surat ijarah berkelanjutan I tahun 2021 dengan target dana yang dihimpun Rp 1 triliun.
Sukuk ini juga diterbitkan dalam dua seri. Seri A ditawarkan dengan sisa imbalan sebesar Rp394,88 miliar. Sukuk Ijarah ditawarkan sebesar 100% dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah. Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan atas nama KSEI.
Sukuk Ijarah ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Sukuk Ijarah yang dikehendaki sebagai berikut:
Seri A Sebesar Rp236,63 miliir dengan Cicilan Imbalan Ijarah Rp22,36 miliar per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
Seri B Sebesar Rp158,25 miliar dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp16,37 miliar per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi.
Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan 3 sejak Tanggal Emisi, dimana Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada tanggal 17 Juni 2021 sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Sukuk Ijarah akan dibayarkan pada tanggal 17 Maret 2024 untuk Sukuk Ijarah seri A dan tanggal 17 Maret 2026 untuk Sukuk Ijarah Seri B.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi akan dipergunakan untuk untuk melakukan pelunasan lebih awal pokok utang bank milik Perseroan Sekitar 74% dengan kreditur PT Bank Mandiri (Persero) dan Sekitar 6% untuk melakukan pelunasan lebih awal sebagian pokok utang bank milik PT Usaha Agro Indonesia dan entitas anak dengan kreditur PT Bank OCBC NISP serta Sekitar 20% untuk membiayai kebutuhan modal kerja Perseroan.
PT Pemeringkat Efek Indonesia telah memberikan peringkat A- (single A minus) untuk obligasi dan A- (single Minus A Syariah) untuk sukuk yang akan ditawarkan Sampoerna Agro tersebut. Adapun penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk tersebut adalah BNI Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Sucor Sekuritas dan PT. Bank Permata Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Perkiraan Masa Penawaran Umum pada tanggal 8-10 maret 2021, Perkiraan Tanggal Penjatahan pada 15 Maret 2021 sedangkan Tanggal Distribusi Secara Elektronik pada 17 Maret 2021 dan Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia jatuh pada 18 Maret 2021. (end)
Sumber: IQPLUS
Banyak Tantangan Untuk Emiten Perkebunan | SMAR, SGRO, DSNG, AALI
PT Sampoerna Agro Tbk Raih Penjualan Rp 3,27 Trilyun | Saham SGRO
Saham SGRO | SAMPOERNA AGRO TAWARKAN OBLIGASI DAN SUKUK BERKELANJUTAN
Menurut keterangan Rabu menyebutkan, Obligasi terdiri dari dua seri yakni Seri A dengan jumlah pokok Rp208,5 miliar dengan bunga 9,35% per tahun dan jangka waktu 3 tahun dan Seri B dengan jumlah pokok Rp1,5 miliar dengan bunga 9,75% per tahun dan jangka waktu 5 tahun.
Sukuk terdiri dari dua seri yakni seri A dengan jumlah Rp175 miliar dan cicilan imbalan ijarah Rp16,36 miliar serta seri B dengan jumlah Rp125 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp12,187 miliar.
Masa penawaran umum pada 27 Februari 2020 dan pencatatan di BEI pada 4 Maret 2020. Pefindo memberikan peringkat idA- dan idA-(sy) untuk obligasi dan sukuk. Penjamin pelaksana emisi adalah Indo Premier Sekuritas dan Mandiri Sekuritas serta wali amanat Bank Permata. (end)
Saham SGRO | SAMPOERNA AGRO AKAN TAWARKAN OBLIGASI DAN SUKUK BERKELANJUTAN I TAHAP I
IQPlus, (27/01) - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar-besarnya Rp300 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 dengan Imbalan Ijarah sebanyak-banyaknya Rp300 miliar.
Menurut prospektus perseroan Senin disebutkan, Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 memiliki tiga seri yakni Seri A berjangka waktu 3 tahun, Seri B berjangka waktu 5 tahun dan Seri C berjangka waktu 7 Tahun.
Demikian juga dengan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 yang memiliki tiga seri yakni Seri A berjangka 3 tahun, Seri B 5 tahun dan Seri C 7 tahun. Masa penawaran awal pada 27 Januari-10 Februari 2020 dan perkiraan masa penawaran umum pada 24 Februari 2020 dan perkiraan pencatatan di BEI 28 Februari 2020.
Pefindo memberikan peringkat idA- dan idA-(sy) untuk Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah Tahap I Tahun 2020 dengan penjamin pelaksana emisi Indo Premier Sekuritas dan Mandiri Sekuritas serta wali amanat Bank Permata.
Rencananya dana hasil penerbitan Obligasi ini sekitar 65% untuk pelunasan utang milik anak perusahaan dan sisanya untuk modal kerja sedangkan dana hasil Sukuk Ijarah akan 100% untuk melunasi sisa pokok pinjaman anak usaha ke bank. (end)
Analisa Saham SGRO | Following the pattern
SGRO: Following the pattern
Analisa Saham SGRO | 30 Oktober 2018
PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) Targetkan Kenaikan Produksi
Direktur Sampoerna Agro Budi Setiawan Halim menyampaikan, untuk memacu pendapatan, perusahaan berupaya meningkatkan volume produksi CPO. Peningkatan itu mencakup pertumbuhan kuantitas pasokan tandan buah segar (TBS) dan tingkat rendemen CPO.
Pada saat ini, tingkat rendemen atau Oil Extraction Rate (OER) perseroan berkisar antara 21,5%-22,5%. Persentasenya berbeda di tiap-tiap wilayah perkebunan.
"Peningkatan produksi diharapkan mampu melampaui penurunan harga CPO, sehingga kinerja kami semakin membaik," tuturnya, Selasa (28/8/2018).
Sebagai gambaran, pada awal 2017 harga CPO mencapai puncaknya di kisaran 3.200 ringgit per ton. Harga kemudian menurun 30% menuju sekitar 2.200 ringgit per ton pada saat ini.
Pada semester I/2018, rerata harga jual minyak sawit SGRO turun 6,89% yoy menjadi Rp7.965 per kg dari sebelumnya Rp8.555 per kg. Diperkirakan harga masih akan cenderung tertekan pada paruh kedua 2018.
Head of Investor Relations Sampoerna Agro Michael Kesuma menyampaikan, pada Januari-Juni 2018, perusaaan memproduksi CPO sejumlah 155.216 ton, naik 13,54% year-on-year (yoy) dari sebelumnya 136.707 ton. Diperkirakan jumlahnya tumbuh 30%-40% pada semester II/2018 menjadi 201.781-217.302 ton.
"Semester II/2018 ditargetkan produksi naik 30%-40% dari semester sebelumnya. Dengan demikian, sampai akhir tahun ini volume produksi naik 10%-15% dibandingkan 2017," tuturnya.
Oleh karena itu, sambungnya, estimasi produksi CPO perusahaan pada tahun ini berkisar 360.00-380.000 ton. Tahun lalu, realisasi produksi minyak sawit sejumlah 322.761 ton.
http://market.bisnis.com/read/20180828/192/832611/sampoerna-agro-sgro-bidik-kenaikan-produksi-15
PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO)Perkirakan Pertumbuhan Perusahaan
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) mengestimasi produksi minyak kelapa sawit atau CPO pada semester II/2018 perusahaan tumbuh 30%-40% dari semester sebelumnya.
Head of Investor Relations Sampoerna Agro Michael Kesuma menyampaikan, kinerja perseroan pada semester I/2018 ditopang peningkatan volume produksi dan penjualan pada triwulan kedua. Hal ini sesuai dengan proyeksi manajemen.
Pada Januari-Juni 2018, perusaaan memproduksi CPO sejumlah 155.216 ton, naik 13,54% year-on-year (yoy)dari sebelumnya 136.707 ton. Diperkirakan jumlahnya bertumbuh 30%-40% pada semester II/2018 menjadi 201.781 ton-217.302 ton.
"Kenaikan volume operasional akan terus berlangsung hingga semester II/2018. Estimasi kami bahkan bisa 30%-40% dibanding semester 1 lalu," ujarnya kepada Bisnis melalui pesan singkat, Rabu (1/8/2018).
Dengan demikian, estimasi produksi CPO SGRO sampai akhir 2018 mencapai 356.997 ton-372.518 ton. Volume itu tumbuh 10,61%-15,42% dari realisasi 2017 sejumlah 322.761 ton.
Adapun, produksi tandan buah segar (TBS) pada semester I/2018 mencapai 757.600 ton naik 15,96% yoy dari sebelumnya 653.297 ton. TBS inti berkontribusi 449.386 ton, sedangkan TBS eksternal sejumlah 308.214 ton.
Michael mengungkapkan, untuk memacu produksi, perusahaan sudah mengoperasikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru di Kalimantan Barat berkapasitas 30 ton per jam pada Juli 2018. Adanya fasilitas baru menggenapkan pabrik perseroan menjadi 8 PKS dengan kapasitas total 515 ton per jam.
Total investasi PKS baru berkisar Rp115 miliar. Kontribusinya sampai akhir 2018 diharapkan sejumlah 30.000 ton dan tumbuh menjadi 100.000 ton pada tahun depan setelah mencapai kapasitas penuh.
Baca juga:
Berita Saham SGRO | 27 April 2018
PENJUALAN DAN LABA SAMPOERNA AGRO TURUN HINGGA MARET 2018.
IQPlus, (27/05) - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) meraih penjualan sebesar Rp667,64 miliar hingga periode 31 Maret 2018 turun dibandingkan penjualan Rp1,02 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan perseroan Jumat menyebutkan, beban pokok turun menjadi Rp511,34 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp700,71 miliar dan laba bruto turun menjadi Rp156,30 miliar dari laba bruto Rp328,29 miliar.
Laba usaha turun tajam menjadi Rp66,79 miliar dari laba usaha Rp208,36 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp21,13 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp161,17 miliar.
Laba periode berjalan yang didistribusikan ke entitas induk turun menjadi Rp15,32 miliar dari laba Rp117,39 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp8,25 triliun hingga 31 Maret 2018 turun dari total aset Rp8,31 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/sgro-penjualan-dan-laba-sampoerna-agro-turun-hingga-maret-2018,16090804.html
Berita Saham SGRO | 3 April 2018
Berita Saham SGRO
PT Sampoerna Agro Tbk., (SGRO) memberikan pinjaman sejumlah Rp178,13 miliar kepada cucu usahanya PT Hutan Ketapang Industri (HKI).Corporate Secretary Sampoerna Agro Eris Ariaman menyampaikan, perusahaan melakukan transaksi afiliasi berupa pinjaman bertahap kepada HKI senilai Rp178,13 miliar. Sejumlah 99,99% saham HKI dipegang oleh PT Sungai Menang, yakni anak usaha perseroan yang 64,58% sahamnhya dimiliki SGRO.
"Total transaksi pinjaman sebesar Rp178,13 miliar akan dilakukan melalui empat kali penarikan," paparnya dalam keterbukaan informasi, Senin.
Pemberitahuan Penarikan atau Drawdown Notice yang pertama tertanggal 28 Maret 2018 untuk penarikan sebesar Rp44,53 miliar. Adapun, Drawn Notice tahap selanjutnya dengan jumlah sama akan disampaikan oleh HKI kepada SGRO pada Juni 2018, September 2018, dan Desember 2018.
SGRO juga memberikan pinjaman tambahan kepada HKI sejumlah Rp24,42 miliar berdasarkan Drawdown Notice tanggal 29 Maret 2018. Dana tersebut merupakan porsi pinjaman pemegang saham yang gagal bayar.
Pinjaman dari pemegang saham kepada HKI digunakan untuk membiayai modal kerja, pembangunan Hutan Tanaman Industri karet, dan sarana penunjang usaha HKI lainnya. (end)
Analisa Saham SGRO | 28 Maret 2018
Analisa Saham SGRO
Mirae Asset Sekuritas Indonesia on SGRO: Strong earnings to continue in 2018 by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
- SGRO mencatat angka operasional yang solid dengan total produksi TBS mencapai 461.788 ton (+7,9% QoQ) di 4Q17. Namun pertumbuhan produksi CPO SGRO lari lebih kencang dibandingkan pertumbuhan produksi TBS-nya karena hasil buah di masing-masing setiap TBS lebih banyak. Dengan demikian, rendeman CPO SGRO naik menjadi 21,4% di 4Q17 dari 20,4% di 3Q17.
- Untuk 4Q17, pendapatan SGRO mencapai IDR1,1 triliun (+16,1% QoQ) karena naiknya harga jual rata-rata dan volume penjualan. Harga jula rata-rata CPO SGRO mencapai IDR8.183/kg (+2,9% QoQ), sementara volume penjualan CPO mencapai 103.559 ton (+9.9% QoQ). Dengan demikian, laba bersih SGRO 4Q17 mencapai IDR65 miliar (+32,9% QoQ).
- Kami masih mempertahankan target pendapatan 2018 – 19F kami di IDR4,3 triliun dan IDR5,1 triliun (+19,7% dan +17,1% YoY). Tetapi kami merevisi sedikit penurunan pada beban pokok SGRO sebesar 1,7% dan 0,6% menjadi IDR3,1 triliun dan IDR3,5 triliun. Sementara itu kami menurunkan beban opex kami sehingga laba bersih kami naik menjadi IDR387 miliar dan IDR453 miliar untuk 2018 – 19F.
- Meskipun, kami telah meningkatkan target laba bersih 2018 - 19F tahun penuh kami, kami menurunkan TP menjadi Rp3.150. TP kami berdasarkan target P/B dan kami menetapkan target P/B pada 1,4x (+1 stdev)
Source:
Mirae Asset
Berita Saham SGRO | 27 Maret 2018
Berita Saham SGRO
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) alami penurunan laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 34,9 persen hingga periode 31 Desember 2017 menjadi Rp287,66 miliar atau Rp158 per saham dibandingkan laba Rp441,87 miliar atau Rp243 per saham di periode sama tahun sebelumnya.Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan naik menjadi Rp3,61 triliun dari Rp2,91 triliun dan beban pokok naik jadi Rp2,65 triliun dari Rp2,27 triliun membuat laba bruto meningkat menjadi Rp962,14 miliar dari laba bruto Rp640,69 miliar.
Laba usaha naik menjadi Rp651,58 miliar dari laba usaha Rp447,16 miliar dan laba sebelum pajak diraih Rp481,33 miliar meningkat dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp266,82 miliar.
Total aset perseroan mencapai Rp8,28 triliun hingga 31 Desember 2017 turun tipis dari Rp8,32 triliun total aset hingga 31 Desember 2016. (end)
Source:
IQPLUS
Analisa Saham SGRO | 14 Februari 2018
Analisa Saham SGRO
Mirae Asset Sekuritas Indonesia on SGRO: Flat last quarter; Optimistic for 2018 by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
- Pada 3Q17, total produksi TBS SGRO mengalami peningkatan ke 428.100 ton (+68,0% QoQ) didukung dengan cuaca yang kondusif, sehingga produksi CPO 3Q17 meningkat menjadi 87.400 ton (+65,5% QoQ). Namun, curah hujan yang tinggi selama 4Q17 berpotensi menghambat laju produksi total TBS SGRO, sehingga kami memprediksi total TBS SGRO akan flat di 430.000 ton (+0,5% QoQ).
- Kami mempertahankan pendapatan 2018 – 19F kami pada level IDR4,3 triliun dan IDR5,1 triliun karena naiknya volume penjualan. Selanjutnya kami percaya laba kotor SGRO akan mencapai IDR1,2 triliun dan IDR1,5 triliun di 2018 – 19F. Secara keseluruhan, kami percaya laba bersih SGRO masing-masing mencapai IDR272 miliar dan IDR357 miliar di 2018F dan 2019F.
- Dengan curah hujan yang lebih tinggi di 4Q17, kami memperkirakan bahwa penanaman lahan baru SGRO hanya mencapai 985 hektar, menjadi 3,500 hektar sepanjang 2017. Selain itu, kami memperkirakan bahwa penanaman lahan baru di 2018 akan sama dengan 2017.
- Dengan perkiraan pendapatan 2018-19F kami, maka kami mempertahankan TP kami untuk SGRO seharga IDR3.275 dan mengulangi rekomendasi Buy kami.









