google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Gelar RUPST, Hasnur (HAIS) Alokasikan 30% Laba Bersih 2022 Untuk Dividen Tunai Langsung ke konten utama

Gelar RUPST, Hasnur (HAIS) Alokasikan 30% Laba Bersih 2022 Untuk Dividen Tunai


PT Hasnur Internasional Shipping Tbk
(IDX:HAIS), telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022, bertempat di Soehanna Hall Gedung Energy Jakarta.

Dalam RUPS tersebut salah satu yang di agendakan adalah persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan sekaligus pemberian dan pembebasan sekaligus pelunasan (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku 2022.

Pemegang saham Perseroan dalam RUPS ini juga menyetujui untuk menggunakan 5% laba bersih tahun 2022 menjadi cadangan umum Perseroan, dan mengalokasikan 30% dari laba bersih tahun 2022 sebagai dividen tunai atau sebesar Rp34,8 miliar dengan nilai Rp13,25 per lembar saham.

"kondisi keuangan Perseroan lebih baik dibanding tahun 2021 dimana Perseroan berhasil membukukan laba bersih lebih dari Rp 116 miliar, atau naik lebih dari 230% dibandingkan tahun 2021. Sebagaimana komitmen kami, dan berkat dukungan pemegang saham, Perseroan dapat membagikan dividen yang secara nominal jauh lebih besar dari dividen tahun 2021." kata Direktur Utama Perseroan, Jayanti Sari dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Kamis (11/5). (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...