google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Performa Cemerlang, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) Pecahkan Rekor Pendapatan Di Kuartal I 2023 Langsung ke konten utama

Performa Cemerlang, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) Pecahkan Rekor Pendapatan Di Kuartal I 2023


PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
telah memecahkan rekor pendapatan kuartalan sebesar Rp 262,7 miliar pada 3M23, dengan lonjakan peningkatan sebesar 96,3% dari pendapatan 3M22 sebesar Rp 133,8 miliar. Divisi Komersial perseroan menjadi penyumbang penjualan terbesar dengan pendapatan Rp 110,4 miliar. Kontributor utama pencapaian komersial INPP adalah Beachwalk Shopping Center di Kuta, Bali, dan 23 Paskal Shopping Center di Bandung.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8% pada tahun 2023 (BPS, 2023) dan peningkatan kegiatan rekreasi di luar rumah membawa pengaruh positif terhadap pendapatan komersial dan perhotelan INPP, dengan peningkatan masing-masing sebesar 32,9% dan 124,1%. Selain itu, Perseroan juga melaporkan peningkatan penjualan properti yang signifikan sebesar 882,8% pada 3M23.

Hasil kinerja FY2022 dan 3M2023 INPP yang menguntungkan serta selera konsumen yang meningkat sepanjang tahun 2023, hal ini sejalan dengan data Februari 2023 yang melaporkan peningkatan tren makro tingkat hunian hotel (BPS, 2023) dan pengunjung mal (APPBI, 2023). Didorong oleh fundamental makro yang kuat, INPP menunjukkan potensi kuat untuk memanfaatkan momentum dan meraih pertumbuhan yang lebih kuat di tahun-tahun mendatang. INPP menonjol dibandingkan pengembang lain berkat kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan berulang dari portofolio hotel dan mal premium mereka yang mengesankan.

Beberapa properti lain naungan INPP antara lain Sheraton Bali Kuta Resort, HARRIS Suites fX Sudirman, dan Aloft Kuta Beach Untuk semakin memperkaya keragaman portofolio INPP, Perusahaan ini terus mengembangkan empat proyek di Makassar, Bandung, Semarang, dan Jakarta.

- Proyek 31 Sudirman Suites & Hyatt Place Makassar adalah kompleks apartemen dan hotel premium di jantung kota Makassar, dengan salah satu gedung tertinggi di kota tersebut yang menjanjikan pemandangan terbaik kota Makassar bagi para penghuni dan tamu hotel.

- Untuk melanjutkan kesuksesan bisnis komersial 23 Paskal, INPP akan memulai pembangunan ekspansi 23 Paskal di jantung kota Bandung.

- INPP akan merampungkan proyek mixed-use premium di Jakarta Selatan, Antasari Place, lebih awal dari yang direncanakan dan memenuhi komitmen mereka untuk mewujudkan standar baru lingkungan urban kontemporer.

- Selain itu, INPP akan memulai konstruksi pembangunan mixed-use andalannya di Semarang. Kompleks ini berlokasi strategis di area Pearl of Java yang berdekatan dengan Universitas Binus dan Pantai Marina yang populer.

Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur INPP mengomentari pencapaian tersebut, "Kami dengan senang hati melaporkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan untuk kuartal pertama tahun 2023. Pencapaian ini berkat kontribusi dari pengeluaran belanja dan kepercayaan konsumen yang membaik, meningkatnya kegiatan rekreasi di luar rumah, dan penguatan ekonomi Indonesia. Kami yakin akan kemampuan kami untuk membawa momentum dan memanfaatkan fundamental yang kuat ini untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar di masa depan." (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...