google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Jasa Armada (IPCM) Setujui Dividen 75 Persen dari Laba 2022, Segini Nilainya Langsung ke konten utama

Jasa Armada (IPCM) Setujui Dividen 75 Persen dari Laba 2022, Segini Nilainya


PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)
menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Museum Maritim Indonesia, Jakarta. RUPST menyetujui laporan tahunan Perseroan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2022. 

Dalam paparan RUPST disampaikan bahwa sepanjang tahun 2022 Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan naik 19,5% dari Rp820 miliar menjadi Rp980 miliar dengan kontributor utama jasa pelabuhan umum sebesar Rp503,9 miliar atau 51,4% dari total pendapatan, naik 18,9% dari Rp423,8 miliar pada akhir tahun 2021. Kontributor pendapatan lainnya adalah jasa Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebesar Rp171,2 miliar yang memberikan kontribusi 17,5%, diikuti jasa pengelolaan kapal dan jasa marine lainnya yang masing-masing senilai Rp54 miliar dan Rp51 miliar. Perseroan juga memiliki neraca keuangan yang sangat sehat dengan peningkatan total aset sebesar 4,2% dari periode tahun 2021, yaitu sebesar Rp1,43 triliun menjadi sebesar Rp 1,49 triliun di tahun 2022.

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita menyatakan “Selain capaian keuangan, di tahun 2022 Perseroan berhasil menyelesaikan pembangunan tiga motor pandu baru yang kami beri nama Motor Pandu “IPCM Srikandi 01”, “IPCM Srikandi 02” dan “IPCM Srikandi 03” dengan daya mesin 2X300 HP yang diharapkan menjadi penambah kekuatan armada dan alat produksi dalam mendukung perluasan pasar dimasa yang akan datang. Di samping itu, IPCM saat ini tengah gencar menambah pasar baru di wilayah Indonesia Timur.” 

RUPST menyetujui penetapan penggunaan laba Perseroan tahun buku 2022 yang seluruhnya berjumlah Rp150,6 miliar dipergunakan sebagai Dividen final sebesar Rp113 miliar (75,02%) atau sebesar Rp21,42 per lembar saham, yang telah dibagikan kepada pemegang saham sebagai  dividen interim sebesar Rp19.41 miliar pada tanggal 23 Desember 2022 dan sebagai dividen tunai yang akan dibagikan sebesar Rp93,6 miliar pada bulan Juli 2023.  Selanjutnya sisanya sebagai cadangan sebesar Rp30,1 miliar (20%), dan  sebagai modal kerja Perseroan sebesar Rp7.49 miliar sebesar (4,98%).

“Pembagian dividen untuk tahun buku 2022 dengan  Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 75,02% menunjukkan komitmen Perseroan terhadap pemegang saham yang terus memberikan kepercayaan dan dukungan kepada IPCM,” tambah Shanti.

Selain menyampaikan kinerja yang baik di tahun 2022, IPCM terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan mengutamakan transparansi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan yang tercermin dari hasil asesmen GCG dengan predikat  “Sangat Baik”  dan juga hasil asesmen ASEAN Corporate Governance Scorecard  dengan skor 95,93 poin dalam predikat “Sangat Baik”, naik dari tahun sebelumnya dengan skor sebesar 87,82 poin.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham BBNI | 4 Januari 2022

BBNI saat ini berkonsolidasi di area support historisnya yang dulu menjadi area resisten tertinggi sebelumnya (garis hijau). Bagaimana skenario BBNI selanjutnya? Jika BBNI mampu menembus area resisten 6800, maka secara teknikal terbuka peluang kenaikan kembali menuju 7575 dengan minor target 7275. Namun, tren kenaikan bisa saja gagal jika BBNI tidak mampu bertahan diatas support 6575 dengan target penurunan selanjutnya di 6225 dengan minor target 6550. Ikuti pergerakan teknikal saham ini di GSPRO Anda. Trading plan : Speculative buy jika mampu break resisten 6800. Stoploss level 6575. Disclaimer ON sumber :  galerisaham Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek

grafik candlestick saham Pergerakan harga instrumen finansial baik saham maupun forex biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai di pasar finansial yaitu: Line Chart/Grafik Garis Bar Chart/Grafik Batang Candlestick Chart/Grafik Lilin Grafik  Line Chart  hanya memuat data harga dipenutupan perdagangan yang digambarkan dalam bentuk garis saja. Sementara  Bar Chart  dan  Candlestick Chart  hampir sama dikarenakan memuat data harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah. Hanya saja grafik candlestick lebih mudah dibaca dibandingkan grafik bar. Di samping itu keunggulan lain dari candlestick chart adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan tampilan yang lebih mudah dibaca. Berikut tampilan masing-masing chart menggunakan contoh Indeks S&P500: Line Chart Bar Chart Candlestick Chart Saya priba