google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Jaya Real Property (JRPT) Akan Jual 35 Juta Saham Treasuri Langsung ke konten utama

Jaya Real Property (JRPT) Akan Jual 35 Juta Saham Treasuri


PT. Jaya Real Property Tbk. (JRPT)
akan melakukan penjualan saham hasil pembelian kembali (buyback).

Dalam keterangan tertulisnya Yohannes Henky Wijaya Wakil Direktur Utama JRPT Kamis (27/7) menyampaikan bahwa penjualan saham treasuri Perseroan ini akan dilakukan di Bursa Efek lndonesia sebanyak 35.000.000 lembar saham.

"JRPT menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai pelaksana transaksi ini dan dilakukan menggunakan harga yang sesuai dengan regulasi OJK dalam POJK 30,"tuturnya.

Lebih lanjut Yohannes memaparkan pelaksanaan penjualan Saham dimulai 10 Agustus 2023 dan akan dibeli oleh PT. Jaya Jasa Niaga (JJN) yang dikendalikan oleh pihak yang sama dengan JRPT yaitu PT. Pembangunan Jaya.

Selanjutnya ada beberapa pengurus JJN yang sama dengan pengurus JRPT sehingga transaksi ini merupakan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sesuai regulasi OJK pasal 28 dalam POJK 30.

Sebagai informasi, kepemikan saham PT. Pembangunan Jaya dalam JJN sebanyak 1.950.000 atau setara dengan 97,50% dan PT. Pembangunan Jaya Infrastruktur sebanyak 50.000 saham setara dengan 2,5%

Yohannes menambahkan pelaksanaan penjualan saham hasil buyback ini akan selalu memperhatikan dan mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...