google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo BNI (BBNI) Teken Dua MoU Dengan Korsel Dan Jepang Di AIPF 2023 Langsung ke konten utama

BNI (BBNI) Teken Dua MoU Dengan Korsel Dan Jepang Di AIPF 2023


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI
menandatangani dua nota kesepahaman yakni dengan bank Korea Selatan yakni, Korea Exim Bank dan bank Jepang Shoko Chukin Bank Ltd di sela rangkaian business matching ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023.

Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir mengatakan kerja sama dengan Exim Bank Korea akan menjadi tonggak penting kemitraan dan upaya bersama dengan tujuan untuk meningkatkan kerja sama yang komprehensif dan strategis ke depan.

"Dengan Korea Exim Bank, kita mendapatkan fasilitas kredit dari mereka di mana secara two step loan kita bisa meneruskan dana tersebut ke nasabah-nasabah BNI di Indonesia yg melakukan aktivitas impor dari Korea," katanya di Jakarta, Rabu.

Silvano berharap awal sinergi tersebut akan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan antara Indonesia dan Korea.

"Dengan awal yang baik ini dengan Korea Exim bank, kita bisa sama-sama tumbuh, dan lebih meningkatkan lagi aktivitas perdagangan ekspor impor antara Indonesia dengan Korea," katanya.

Kerja sama senilai sekira 200 juta dolar AS itu nantinya juga akan menyasar tidak semua skala usaha mulai dari korporasi, usaha menengah hingga UMKM.

"Saat ini di tahap pertama ini sekitar 200 juta dolar AS, itu umbrella-nya. Tentu penyalurannya itu kita lihat berdasarkan prospeknya, bankability-nya," imbuhnya. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...